<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915</id><updated>2012-01-19T18:47:09.122-08:00</updated><category term='Green Festival 2009'/><category term='Kementerian Lingkungan Hidup'/><category term='membakar sampah'/><category term='water'/><category term='support'/><category term='jason mraz'/><category term='sampah'/><category term='for your info'/><category term='what we should do'/><category term='studi kasus'/><category term='Acara Go Green'/><category term='pembakaran sampah'/><category term='styrofoam'/><title type='text'>Go Green Indonesia</title><subtitle type='html'>it's time to change, it's time to start.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Go Green Indonesia !</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01089668989006135645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_v1IF1BG6HcA/R8rUOhUso9I/AAAAAAAAABQ/v6V_HSQ-qh8/S220/S.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>105</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-2833485172672074430</id><published>2012-01-14T23:14:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T23:17:28.228-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membakar sampah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sampah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembakaran sampah'/><title type='text'>Membakar sampah, baik kah?</title><content type='html'>Urusan kita dengan sampah tidak berhenti saat kita membuang sampah saja. Membuang sampah di tempatnya memang baik, tetapi masih ada hal-hal yang kita perlu perhatikan setelah membuang sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1Hf1tYGIaAI/TxJ9cDsB03I/AAAAAAAAAm0/m9YJ5SlJXYs/s1600/IMG_0421.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-1Hf1tYGIaAI/TxJ9cDsB03I/AAAAAAAAAm0/m9YJ5SlJXYs/s320/IMG_0421.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari kita memilih untuk membakar sampah yang telah terkumpul.&amp;nbsp;Apakah pilihan untuk membakar sampah merupakan pilihan yang baik?&amp;nbsp;Ternyata &lt;b&gt;&lt;u&gt;membakar sampah malah menimbulkan masalah baru &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;lagi, khususnya bagi kesehatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membakar sampah dalam tumpukan, tidak terjadi proses pembakaran yang baik. Pembakaran yang baik adalah dengan membutuhkan Oksigen (O2) yang cukup. Berbeda saat membakar tumpukan sampah, mungkin bagian luar tumpukan cukup mendapatkan Oksigen sehingga menghasilkan CO2, tapi di dalam tumpukkan sampah akan kekurangan O2 sehingga yang dihasilkan adalah gas Karbon Monoksida (CO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa dengan gas Karbon Monoksida?&lt;br /&gt;Gas Karbon Monoksida (CO) merupakan gas yang berbahaya, karena dapat membunuh kita secara massal. Bila kita menghirup gas CO, hemoglobin darah yang seharusnya mengangkat dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh akan terganggu. Dengan begitu, tubuh akan mengalami kekurangan Oksigen, yang dapat berujung kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah juga berbahaya, lho.&amp;nbsp;Masalah juga muncul dari sampah organik, yang dapat mengakibatkan partikel-partikel yang tak terbakar akan berterbangan, atau menghasilkan reaksi yang menghasilkan hidrokarbon berbahaya. Hidrokarbon berbahaya yang dihasilkan asap pembakaran sampah, termasuk senyawa penyebab kanker yaitu benzopirena, nyatanya mencapai 350 kali lebih besar dari asap rokok. Semakin jauh, kita bisa terjangkit kanker paru-paru, infeksi paru-paru, asma, atau bronkitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi dengan gas yang dihasilkan dari pembakaran sampah, yang juga dapat merusak atmosfer bumi. Gas tersebut adalah senyawa chlor, yang dihasilkan dari pembakaran plastik. Pembakaran bahan sintetis yang mengandung nitrogen, seperti nilon, busa poliuretan yang ada pada sofa atau karpet busa, juga membahayakan karena dapat menghasilkan gas HCN yang berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuang sampah di tempatnya memang belum cukup. Proses dalam menghancurkan sampah nyatanya masih jauh lebih ribet lagi. Sehingga pada dasarnya, kita pun perlu mengurangi sampah, terutama sampah-sampah yang susah mengurai. Mengurangi konsumsi, memaksimalkan produk yang bisa digunakan berkali-kali daripada yang sekali pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be smart, be green.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-2833485172672074430?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/2833485172672074430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=2833485172672074430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2833485172672074430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2833485172672074430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2012/01/membakar-sampah-baik-kah.html' title='Membakar sampah, baik kah?'/><author><name>Lalla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04942914125167793374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_I0MNylpmM78/SvpFA7OYx7I/AAAAAAAAAUA/vEBy8zVHejU/S220/IMG000094.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1Hf1tYGIaAI/TxJ9cDsB03I/AAAAAAAAAm0/m9YJ5SlJXYs/s72-c/IMG_0421.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5385511740332645185</id><published>2011-12-17T22:33:00.000-08:00</published><updated>2011-12-17T22:33:06.060-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studi kasus'/><title type='text'>Hutan Wehea Terancam</title><content type='html'>Hutan Wehea seluas 38.000 hektar di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang menjadi habitat bagi orangutan dan menyimpan kekayaan flora fauna terancam keselamatannya. Alasannya, kawasan itu masih berstatus hutan produksi sehingga berpotensi dirambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika statusnya belum juga diubah menjadi hutan lindung makan terbuka kemungkinan terbitnya izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu (IUPHK) di kawasan tersebut", kata Kepala Dinas Kehutanan Kutai Timur Ordiansyah di Sangatta. Usulan perubahan status hutan disampaikan kepada Kementrian Kehutanan sejak 2007, tetapi belum terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan Wehea memiliki peran penting. Selain menjadi habitat orangutan, juga berisi ratusan flora dan fauna didalamnya, serta berfungsi sebagai daerah tangkapan air bagi Sungai Wahau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menyusuri hutan Wehea, hutan masih asri dan terhampar hijau. Sarang orangutan dan jejak macan dahan pun dengan mudah ditemui di dalam hutan. Untuk itu, menurut Ordiansyah sudah selayaknya hutan ini dijadikan hutan lindung sehingga keberadaannya tidak terganggu. Selain dari Pemkab Kutai Timur, desakan penetapan Wehea sebagai hutan lindung juga mucul dari masyarakat adat Wehea dan pihak Universitas Mulawarman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Kutai Timur (saat itu Awang Faroek Ishak) telah mengirimkan surat ke Kementrian Kehutanan pada 5 Juli 2007, yang berisi usulan penetapan Wehea sebagai hutan lindung. Usulan itu tidak juga direspon sehingga Bupati Isran Noor yang menjabat saat ini mengusulkan kembali perubahan status. "Kita belum pernah mendapat jawaban apakah usulan itu disetujui atau sebagian saja yang disetujui. Kita belum tahu", kata Ordiansyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, Wehea dikelola masyarakat adat Dayak Wehea di Desa Nehas Liah Bing. Sejak 2004, mereka menetapkan hukum adat untuk melindungi hutan itu dari ancaman perambahan dan perburuan satwa. "Hutan ini jadi lumbung kehidupan bagi kami. Jika hutan habis maka desa ini terancam", kata Kepala Adat Nehas Liah Bing, Ledjie Taq. Setelah hukum adat, dibentuk badan pengelola hutan Wehea dan penjaga hutan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5385511740332645185?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5385511740332645185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5385511740332645185' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5385511740332645185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5385511740332645185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2011/12/hutan-wehea-terancam.html' title='Hutan Wehea Terancam'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-7906335073193847540</id><published>2011-12-03T06:36:00.000-08:00</published><updated>2011-12-03T06:36:31.092-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studi kasus'/><title type='text'>Hapsoro, Guru "Pemulung" dari Sungai Ciliwung</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cANUp3FGvVo/Tton0mKJZ5I/AAAAAAAABZ4/N8ZgoxDDriU/s1600/Hapsoro.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-cANUp3FGvVo/Tton0mKJZ5I/AAAAAAAABZ4/N8ZgoxDDriU/s1600/Hapsoro.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Hapsoro, gambar diambil dari&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="https://mtaufikbw.wordpress.com/2011/11/04/pejuang-ciliwung/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sebagai aktivis lingkungan, Hapsoro banyak mengadvokasi persoalan pembalakan liar di Pulau Kalimantan. Ia masuk-keluar hutan dan berkampanye demi penyelamatan hutan. Namun, ketika melepas semua itu dan hanya memaknai diri sebagai orang Bogor, Hapsoro memilih menjadi "pemulung" di Sungai Ciliwung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bukan sembarang "pemulung", sejak 2009 Hapsoro bersama rekan-rekannya menggulirkan Komunitas Peduli Ciliwung Bogor. Rutin sekali dalam sepekan mereka memulung sampah di tepian Sungai Ciliwung. Mereka punya 11 titik favorit yang terbanyak sampahnya di sepenggal Sungai Ciliwung di Kota Bogor, mulai Katulampa hingga Cilebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pesertanya masyarakat awam, dari karyawan kantor, guru, hingga pelajar. Mereka menyebarkan informasi titik memulung melalui pesan singkat berantai yang dimulai oleh Hapsoro. Maklum komunitas ini tida mengikat keanggotaan, siapa saja boleh datang dan pergi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kegiatan itu murni swadaya Hapsoro dan rekan-rekan tanpa dukungan lembaga tertentu. Hapsoro yang kerap "berjuang" untuk pelestarian lingkungan di luar Bogor merasa perlu berbuat sesuatu bagi Bogor, tempat tinggalnya. Persoalan lingkungan yang menonjol di Bogor adalah Sungai Ciliwung yang kerap dijadikan "tempat sampah". "Sekali memulung, sampah yang terkumpul bisa sampai satu mobil bak terbuka. Awalnya kami urunan menyewa mobil Rp100.000, tetapi belakangan Pemerintah Kota Bogor membantu menyediakan mobil sampah. Mungkin mereka malu", tuturnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Setiap Sabtu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Acara memulung bersama itu dilaksanakan setiap Sabtu. Bergantian dengan dua kegiatan lain, yakni menyusuri tepi Ciliwung dan memulung benih pohon beringin serta pekan berikutnya menanam benih yang dikumpulkan dari hutan sekitar Kecamatan Dramaga di tepian Sungai Ciliwung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Harapannya, pohon beringin yang berakar kuat itu bisa membantu menyerap air hujan agar tidak erosi, sekaligus memperkuat daerah sempadan sungai agar tak mudah longsor. Selama dua tahun terakhir sudah ratusan pohon mereka tanam di bantaran Ciliwung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sekali dalam setahun mereka menggelar lomba memulung per kelurahan di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung dan tahun ini akan menginjak tahun ketiga. Masyarakat berlomba berupaya menjadi yang terbanyak mengumpulkan sampah rumah tangga di Sungai Ciliwung. Juara pertama loba mendapat hadiah Rp5 juta. Uang "pembinaan" bagi pemenang merupakan sisa hasil penjualan sampah plastik dari kegiatan memulung rutin setiap pekan dan donasi perorangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Hampir tiga tahun memulung, tentu ada suka dan duka yang dirasakan Hapsoro dan teman-teman. Hal tersering yang mereka alami adalah kaki luka kena pecahan kaca atau paku saat memburu sampah di Ciliwung. Yang membuat mereka sampai mengelus dada, ketika sedang memungut sampah, tiba-tiba orang yang tinggal di bantaran sungai tanpa melihat kegiatan itu dengan entengnya membuang sampah ke sungai. Tak jarang sampah tersebut bahkan mengenai kepala mereka. Duh...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Minus kepedulian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Jumlah peserta atau sukarelawan yang terlibat dalam kegiatan memulung itu tak tentu. Pernah hanya bisa dihitung dengan jari, kadang &amp;nbsp;belasan, pernah pula sampai 80 orang. Dia mengaku sengaja mengajak mereka memulung sampah agar menjadi lebih peduli terhadap Ciliwung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ciliwung kerap menjadi persoalan saat banjir melanda Jakarta. Daerah hulu Bogor akan dipersalahkan oleh orang-orang di hilir, seperti Jakarta. Kerusakan Ciliwung sudah terbilang parah, dengan sampah di mana-mana, airnya keruh,, terutama di daerah tengah dan hilir sungai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Masyarakat membuang sampah karena masih merasa Ciliwung sebagai tempat sampah yang efisien. Orang tinggal melemparnya, lalu sampah hanyut, untuk kemudian menumpuk atau tersangkut di daerah lain. Padahal masyarakat juga memerlukan Ciliwung. Mereka memanfaatkan air dari Sungai Ciliwung untuk kebutuhan sehari-hari. Pada masa lalu, Ciliwung dekat dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Leonard Blussem sejarahwan Belanda, dalam buku&lt;i&gt; Persekutuan Aneh&lt;/i&gt; mencatat, Batavia (Jakarta) pernah dikenal sebagai kota yang indah dan bersih pada 100 tahun pertama usianya. Namun sejarahwan mencatat pula, akibat erupsi Gunung Salak, sanitasi kota sama sekali tidak baik karena aliran Sungai Ciliwung tersumbat dan air tercemar. Kini, bukan erupsi Gunung Salak yang menyumbat dan mengotori Sungai Ciliwung, melainkan orang-orang yang tinggal di sekitar sungai itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;"Kegiatan memulung ini juga untuk kembali mengingatkan mereka agar peduli terhadap Ciliwung,. Kami sebetulnya lebih berharap muncul kesadaran masyarakat", katanya. Adakah hasilnya? Bagi Hapsoro, apa yang dia dan rekan-rekannya lakukan hanya setitik upaya untuk menjaga Ciliwung. Dimulai dari membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap Ciliwung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Setidaknya, menurut Hapsoro, kini orang-orang mulai memiliki rasa malu untuk membuang sampah sembarangan di sungai ketika mereka "bekerja" mengurangi sampah. Untuk mendorong agar kegiatan ini menjadi gerakan moral warga, seperti harapan Hapsoro, masih jauh dari kenyataan. Namun, bukankah untuk memulai sebuah perjalanan perlu satu langkah kecil? Bagi Hapsoro dan teman-teman, langah kecil itu dimaknai dengan memulung sampah di Sungai Cilwung...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;oleh: FX PUNIMAN. Wartawam, tinggal di Bogor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Artikel diambil dari: KOMPAS.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-7906335073193847540?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/7906335073193847540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=7906335073193847540' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7906335073193847540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7906335073193847540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2011/12/hapsoro-guru-pemulung-dari-sungai.html' title='Hapsoro, Guru &quot;Pemulung&quot; dari Sungai Ciliwung'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-cANUp3FGvVo/Tton0mKJZ5I/AAAAAAAABZ4/N8ZgoxDDriU/s72-c/Hapsoro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-7446054937498755384</id><published>2011-07-02T07:25:00.000-07:00</published><updated>2011-07-02T07:28:23.988-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studi kasus'/><title type='text'>Penggundulan tak Terkendali, Habitat Rangkok Terancam Punah</title><content type='html'>&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-x-OKsrBSBBY/Tg8qlcvxBEI/AAAAAAAABBU/WZAf48hRABg/s1600/rangkong.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://1.bp.blogspot.com/-x-OKsrBSBBY/Tg8qlcvxBEI/AAAAAAAABBU/WZAf48hRABg/s320/rangkong.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Habitat Rangkong Indonesia terancam hilang akibat eksploitasi hutan yang membuat sumber pakannya menjadi berkurang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;"Kegiatan penggundulan hutan tanpa tebang pilih membuat sumber pakan Rangkong banyak yang rusak. Kondisi ini membuat rangkong semakin terjepit dan mulai kehilangan habitatnya," kata Dwi Mulyawati Bird Conservation Officer Burung Indonesia dalam siaran pers yang dikirim melalui pesan elektroniknya, Sabtu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dwi mengatakan, Rangkong merupakan hidupan liar yang sangat berjasa pada regenerasi hutan. Tanpa Rangkong, diperkirakan hutan akan segera hancur dan potensi yang terkandung didalamnya ikut tergusur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Banyak jenis pohon yang kelanjutan hidupnya bergantung pada hewan pemakan buah dalam penyebaran bijinya. "Menurut para peneliti Rangkong dijuluki sebagai petani hutan karena kehebatannya menebar biji," kata Dwi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Lebih lanjut, Dwi menjelaskan seekor Rangkong dapat terbang dalam radius 100 km persegi. Artinya, burung yang termasuk dalam keluarga Bucerotidae ini dapat menebar biji hingga 100 km jauhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Penelitian yang dilakukan di kawasan hutan produksi menunjukkan, sumber pakan Rangkong menyusut hingga 56 persen karena berkuranganya pohon pakan sebanyak 76 persen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), dari 13 jenis Rangkong yang ada di Indonesia, Julang Sumba (Aceros everetti) merupakan jenis terancam punah yang masuk pada kategori rentan (Vulnerable/VU).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Di Indonesia, Rangkong disebut juga dengan Julang, Enggang, atau Kangkareng "Jenis yang hanya dijumpa di Pulau Sumba ini diperkirakan hanya tersisa kurang dari 4.000 ekor dengan kepadatan rata-rata enam ekor per km persegi," ujar Dwi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dwi menambahkan, Rangkong merupakan jenis burung yang melakukan kegiatan tersebutt. Tanpa peran Rangkong, bisa dipastikan jenis pohon tertentu akan lenyap karena induk pohon yang menua akan mati tanpa pengganti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Buah Ara merupakan salah satu pakan favorit Rangkong yang tersedia hampir sepanjang tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Diperkirakan, ada 200 jenis pohon Ara yang menjadi pakan utama Rangkong. Dan bila dibanding burung lainnya, Rangkong dianggap paling mampu dalam menebarkan biji ara, karena daya jelajahnya yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;"Menurut Margaret F. Kinnaird dan Timothy G. O`Brien, peneliti Rangkong dan hutan tropis, terdapat korelasi erat antara Rangkong dengan hutan yang sehat," kata Dwi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Burung Rangkong termasuk dalam Famili Bucerotidae, kelompok burung berukuran besar yang mudah dikenali, terutama dari cula (casque) pada pangkal paruhnya. Di seluruh dunia terdapat 55 jenis yang tersebar di kawasan tropis Asia dan Afrika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Tercatat ada 13 jenis Rangkong yang ada di Indonesia. Sembilan jenis di Sumatera: Enggang Llihingan, Enggang Jambul, Julang Jambul-Hitam, Julang Emas, Kangkareng hitam, Kangkareng Perut-Putih, Rangkong Badak, Rangkong Gading, dan Rangkong Papan. Empat jenis lagi berada di Sumba (Julang Sumba), Sulawesi (Julang dan Kangkareng Sulawesi), serta Papua (Julang Papua). Kalimantan memiliki jenis Rangkong yang sama seperti Sumatera, kecuali Rangkong Papan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Burung Indonesia adalah organisasi nirlaba dengan nama lengkap Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia (Birdlife Indonesia Association) yang menjalin kemitraan dengan BirdLife International, yang berkedudukan di Inggris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 11px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-7446054937498755384?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/7446054937498755384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=7446054937498755384' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7446054937498755384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7446054937498755384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2011/07/penggundulan-tak-terkendali-habitat.html' title='Penggundulan tak Terkendali, Habitat Rangkok Terancam Punah'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-x-OKsrBSBBY/Tg8qlcvxBEI/AAAAAAAABBU/WZAf48hRABg/s72-c/rangkong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5297743641902211807</id><published>2011-03-20T01:39:00.000-07:00</published><updated>2011-03-20T01:39:42.102-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what we should do'/><title type='text'>EARTH HOUR 2011</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-SSooRFYJdr0/TYW8_JRv_5I/AAAAAAAAA9Y/eoFW2YQ-uzc/s1600/earth+hour+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="274" src="https://lh5.googleusercontent.com/-SSooRFYJdr0/TYW8_JRv_5I/AAAAAAAAA9Y/eoFW2YQ-uzc/s320/earth+hour+2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-aX4IicRXyBs/TYW9BPLAcII/AAAAAAAAA9c/ABkqjVBHvVI/s1600/earth+hour+1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="187" src="https://lh6.googleusercontent.com/-aX4IicRXyBs/TYW9BPLAcII/AAAAAAAAA9c/ABkqjVBHvVI/s320/earth+hour+1.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5297743641902211807?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5297743641902211807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5297743641902211807' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5297743641902211807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5297743641902211807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2011/03/earth-hour-2011.html' title='EARTH HOUR 2011'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-SSooRFYJdr0/TYW8_JRv_5I/AAAAAAAAA9Y/eoFW2YQ-uzc/s72-c/earth+hour+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-1851549051354608695</id><published>2011-03-20T01:31:00.000-07:00</published><updated>2011-03-20T01:31:50.623-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Acara Go Green'/><title type='text'>Trees For Earth Bersama STIKOM LSPR 13 Maret 2011</title><content type='html'>Minggu, 13 Maret 2011 lalu kami mengikuti program Tress For Earth &amp;amp; Kampanye Earth Hour 2011 yang diselenggarakan oleh STIKOM LSPR (&lt;a href="http://twitter.com/LSPR_4C"&gt;LSPR Climate Change)&lt;/a&gt;. Acara ini dimulai dari pukul 08.00 wib sampai dengan selesai.&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tujuan acara ini adalah membagikan 1000 pohon Lidah Mertua gratis ke masyarakat yang pada saat itu juga sedang berlangsungnya Car Free Day di Bunderan HI.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lihat berita ini lebih lengkap di&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/foto/9234/Kampanye-Earth-Hour"&gt;Media Indonesia online&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.tnol.co.id/id/onthespot/8626-mahasiswa-lspr-bagi-bagi-lidah-mertua.html"&gt;TNOL&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://m.inilah.com/read/detail/1322282/detail-berita/"&gt;inilah.com&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.cosmobikers.com/online/cb-news/185-seribu-pohon-untuk-bumi.html"&gt;cosmobikers.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-ieQacpWF2iE/TYW4vY1zQpI/AAAAAAAAA9I/xrrKSFScEWw/s1600/TFE+%252813%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh6.googleusercontent.com/-ieQacpWF2iE/TYW4vY1zQpI/AAAAAAAAA9I/xrrKSFScEWw/s320/TFE+%252813%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-W5yJOYVVROQ/TYW4R_EKv-I/AAAAAAAAA9E/1EmYv-1fVEE/s1600/TFE+%252835%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh3.googleusercontent.com/-W5yJOYVVROQ/TYW4R_EKv-I/AAAAAAAAA9E/1EmYv-1fVEE/s320/TFE+%252835%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-bJC6gkytqJo/TYW7IGcK3vI/AAAAAAAAA9U/LZO4YWROPaU/s1600/trees+for+earth+3+%2528antarafoto.com%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://lh4.googleusercontent.com/-bJC6gkytqJo/TYW7IGcK3vI/AAAAAAAAA9U/LZO4YWROPaU/s320/trees+for+earth+3+%2528antarafoto.com%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;sumber foto 3:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1300002901/earth-hour-2011"&gt;antarafoto.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-1851549051354608695?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/1851549051354608695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=1851549051354608695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1851549051354608695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1851549051354608695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2011/03/trees-for-earth-bersama-stikom-lspr-13.html' title='Trees For Earth Bersama STIKOM LSPR 13 Maret 2011'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-ieQacpWF2iE/TYW4vY1zQpI/AAAAAAAAA9I/xrrKSFScEWw/s72-c/TFE+%252813%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-8614841642318139446</id><published>2011-03-03T10:19:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T10:25:03.178-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what we should do'/><title type='text'>9 Tanaman Terampuh untuk Mencegah Global Warming</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bungur &amp;amp; Mahoni&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-6ks_5jbacDU/TW_Yv5ESooI/AAAAAAAAA84/9JqoCONIlwc/s1600/Bungur%2526Mahoni.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh5.googleusercontent.com/-6ks_5jbacDU/TW_Yv5ESooI/AAAAAAAAA84/9JqoCONIlwc/s320/Bungur%2526Mahoni.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dikenal mampu menyerap polutan seperti timbal.&amp;nbsp; Maka kedua pohon ini sebaiknya ditanam  untuk penghijauan di kota-kota besar, dekat jalan protokol yang padat  lalu lintasnya. Bukan rahasia lagi kalau kendaraan bermotor menjadi  penyumbang timbal terbesar di udara Sebaliknya, pohon seperti akasia sebaiknya jangan dijadikan pohon jalur  hijau. Mengapa? karena akasia menjadi salah satu pencetus asma. Begitu  juga pohon palem yang indah bentuknya, tak begitu besar manfaatnya.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Lumut&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-ZnAJW-Lnv8Y/TW_XpaP3bwI/AAAAAAAAA8k/XhPpQgkflB4/s1600/Lumut.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://lh4.googleusercontent.com/-ZnAJW-Lnv8Y/TW_XpaP3bwI/AAAAAAAAA8k/XhPpQgkflB4/s320/Lumut.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lumut yang menempel di batang pohon  mampu mendeteksi tingkat polusi udara suatu daerah. Semakin banyak lumut  menempel di sebuah pohon berarti semakin baik kualitas udara di tempat  itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Tanaman Sirih Belanda&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-tw7YKiZ32uo/TW_XcYeCpMI/AAAAAAAAA8Y/64o3Hani6x8/s1600/Sirih+Belanda.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh3.googleusercontent.com/-tw7YKiZ32uo/TW_XcYeCpMI/AAAAAAAAA8Y/64o3Hani6x8/s320/Sirih+Belanda.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanaman perdu yang bisa tumbuh dimana  saja, termasuk di dalam pot di halaman rumah ini mampu menyerap  formaldehida dan benzena. Hasilnya rumah pun lebih segar dan lega untuk  bernafas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Kembang Sepatu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/--w0VXvNCgCs/TW_XnZyQrZI/AAAAAAAAA8g/MmG7pkPP6aE/s1600/Kembang+Sepatu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh5.googleusercontent.com/--w0VXvNCgCs/TW_XnZyQrZI/AAAAAAAAA8g/MmG7pkPP6aE/s320/Kembang+Sepatu.jpg" width="272" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mampu menyerap nitrogen sehingga  membuat paru-paru kita jadi lega. Namun jangan sekali-sekali menanam  bunga kembang sepatu di dekat ruang Radiografi. Tanaman ini berfungsi  meneruskan radiasi sehingga berbahaya bagi orang di sekitar tempat  radiografi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sansevieria&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-sZ5jbWk9mWE/TW_XwFtHqUI/AAAAAAAAA80/q5I3fja8Sdw/s1600/Sansevieria.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://lh3.googleusercontent.com/-sZ5jbWk9mWE/TW_XwFtHqUI/AAAAAAAAA80/q5I3fja8Sdw/s320/Sansevieria.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kalau kembang sepatu berfungsi  melanjutkan radiasi, tidak demikian dengan tanaman sansevieria ini.  Sansevieria mampu menyerap 107 jenis racun, termasuk polusi udara, asap  rokok (nikotin), hingga radisi nuklir, sehingga cocok dijadikan  penyegar. Oya, kaktus juga bisa menghambat radiasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pohon Trembesi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-ijVr5zoW6tU/TW_XtFi8LtI/AAAAAAAAA8s/LoVMsBf66ac/s1600/Pohon+Trembesi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://lh4.googleusercontent.com/-ijVr5zoW6tU/TW_XtFi8LtI/AAAAAAAAA8s/LoVMsBf66ac/s320/Pohon+Trembesi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mampu menyerap karbondioksida dalam  jumlah yang besar, sehingga sangat disarankan untuk ditanam sebagai  pohon penghijauan. Namun trembesi membutuhkan lahan yang cukup luas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://kaskus.us/"&gt;Kaskus&lt;/a&gt;, dengan pengeditan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-8614841642318139446?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/8614841642318139446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=8614841642318139446' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/8614841642318139446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/8614841642318139446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2011/03/9-tanaman-terampuh-untuk-mencegah.html' title='9 Tanaman Terampuh untuk Mencegah Global Warming'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-6ks_5jbacDU/TW_Yv5ESooI/AAAAAAAAA84/9JqoCONIlwc/s72-c/Bungur%2526Mahoni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-2716039430567703561</id><published>2011-02-23T01:58:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T10:42:33.670-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studi kasus'/><title type='text'>80% Global Warming disebabkan Hewan Ternak</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, pada November 2006 PBB  telah merilis laporan mengejutkan yang berhasil membuka mata dunia bahwa  ternyata 18% dari emisi gas rumah kaca datang dari aktifitas  pemeliharaan ayam, sapi, babi, dan hewan-hewan ternak lainnya. Di sisi  lain, mobil, sepeda motor, truk-truk besar, pesawat terbang, dan semua  sarana transportasi lainnya yang bisa Anda sebutkan hanya menyumbang 13%  emisi gas rumah kaca. Bayangkanlah kenyataan ini: Ternyata penghasil  utama emisi gas berbahaya yang mengancam kehidupan planet kita saat ini  bukanlah mobil, sepeda motor, ataupun truk dan bus dengan polusinya yang  menjengkelkan Anda. Tetapi emisi berbahaya itu datang dari sesuatu yang  nampak sederhana, tidak berdaya, dan nampak lezat di meja makan Anda.  Yaitu daging!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mungkin bagi Anda hal ini sangat berlebihan. Tetapi ketahuilah bahwa  laporan ini bukan dirilis oleh sekelompok ilmuwan paranoid yang tidak  kompeten, ataupun peneliti dari tingkat universitas lokal. Laporan ini  dirilis langsung oleh PBB melalui FAO (Food and Agriculture  Organization—Organisasi Pangan dan Pertanian). Tentu agak sulit  membayangkan bagaimana mungkin seekor anak ayam yang terlahir dari  telurnya yang begitu rapuh, yang terlihat begitu kecil dibandingkan  luasnya planet ini, bisa memberikan pengaruh yang begitu besar pada  perubahan iklim. Jawabannya adalah pada jumlah mereka mereka yang luar  biasa banyak. Amerika Serikat saja menjagal tidak kurang dari 10 miliar  hewan darat setiap tahunnya (tidak termasuk ikan dan hewan laut  lainnya). Bayangkan berapa banyak jumlahnya bila digabungkan dengan  seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. &lt;b&gt;Pemeliharaan hewan ternak memerlukan energi listrik untuk  lampu-lampu dan peralatan pendukung peternakan, mulai dari penghangat  ruangan, mesin pemotong, dll. Salah satu inefisiensi listrik terbesar  adalah dari mesin-mesin pendingin untuk penyimpanan daging.&lt;/b&gt; Baik yang  ada di peternakan maupun yang ada di titik-titik perhentian  (distributor, pengecer, rumah makan, pasar, dll) sebelum daging tersebut  tiba di rumah/piring makan Anda. Anda tentu tahu bahwa mesin-mesin  pendingin adalah peralatan elektronik yang sangat boros listrik/energi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.&lt;b&gt; Transportasi yang digunakan, baik untuk mengangkut ternak, makanan  ternak, sampai dengan elemen pendukung peternakan lainnya&lt;/b&gt; (obat-obatan  dll) menghasilkan emisi karbon yang signifikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Peternakan menyedot begitu banyak sumber daya pendukung lainnya,  mulai dari pakan ternak hingga obat-obatan dan hormon untuk mempercepat  pertumbuhan. Mungkin sepintas terlihat seperti pendukung pertumbuhan  ekonomi. Tapi dapatkah Anda membayangkan berapa banyak lagi emisi yang  dihasilkan tiap industri pendukung tersebut? Perekonomian yang maju  tidak ada lagi artinya kalau planet kita hancur! Masih banyak  sektor-sektor industri ramah lingkungan yang bisa dikembangkan di dunia  ini. Jadi mengapa harus mengembangkan sektor yang membahayakan kehidupan kita semua?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-v9oVOGmvmbM/TWTYFrz55pI/AAAAAAAAA6E/JBDP8iF2L-Y/s1600/energi-fosil-untuk-daging.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://4.bp.blogspot.com/-v9oVOGmvmbM/TWTYFrz55pI/AAAAAAAAA6E/JBDP8iF2L-Y/s640/energi-fosil-untuk-daging.jpg" width="534" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Peternakan membutuhkan lahan yang tidak sedikit. &lt;b&gt;Demi pembukaan lahan  peternakan, begitu banyak hutan hujan yang dikorbankan. Hal ini masih  diperparah lagi dengan banyaknya hutan yang juga dirusak untuk menanam  pakan ternak tersebut (gandum, rumput, dll).&lt;/b&gt; Padahal akan jauh lebih  efisien bila tanaman tersebut diberikan langsung kepada manusia.  Peternakan sapi saja telah menyedot makanan yang cukup untuk memenuhi  kebutuhan kalori 8,7 miliar orang! Lebih dari jumlah populasi manusia di  dunia.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt; KELAPARAN DUNIA TIDAK AKAN TERJADI JIKA SEMUA ORANG  BERVEGETARIAN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa seorang vegetarian  menyelamatkan hingga setengah hektar pepohonan setiap tahunnya! Hutan  hujan tropis mengalami penggundulan besar-besaran untuk menyediakan  lahan peternakan. Lima puluh lima kaki persegi hutan tropis dihancurkan  hanya untuk menghasilkan satu ons burger! Perusakan hutan sama dengan  memperparah efek pemanasan global karena CO2 yang tersimpan dalam  tanaman akan terlepaskan ke atmosfer bersamaan dengan matinya tanaman  tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Hewan-hewan ternak seperti sapi adalah polutan metana yang  signifikan. &lt;b&gt;Sapi secara alamiah akan melepaskan metana dari dalam  perutnya selama proses mencerna makanan (kita mengenalinya sebagai  bersendawa—glegekan kata orang jawa). Metana adalah gas dengan emisi  rumah kaca yang 23 kali lebih buruk dari CO2&lt;/b&gt;. Dan miliaran hewan-hewan  ternak di seluruh dunia setiap harinya melakukan proses ini yang pada  akhirnya menjadi polutan gas rumah kaca yang signifikan. Tidak kurang  dari 100 milliar ton metana dihasilkan sektor peternakan setiap  tahunnya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Limbah berupa kotoran ternak mengandung senyawa NO (Nitrogen Oksida)  yang notabene 300 kali lebih berbahaya dibandingkan CO2. Pertanyaannya  adalah: Memangnya seberapa banyak kotoran ternak yang ada? Di Amerika  Serikat saja, &lt;b&gt;hewan ternak menghasilkan tidak kurang dari 39,5 ton  kotoran per detik! Bayangkan berapa banyak jumlah tersebut di seluruh  dunia!&lt;/b&gt; Jumlah yang luar biasa besar itu membuat sebagian besar kotoran  tidak dapat di proses lebih lanjut menjadi pupuk atau hal-hal berguna  lainnya, akhirnya yang dilakukan oleh pelaku industri peternakan modern  adalah membuangnya ke sungai atau ke tempat-tempat lain yang akhirnya  meracuni tanah dan sumber-sumber air. Kontribusi gas NO dari sektor  peternakan sangatlah signifikan!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-EXkp1hKsh5M/TWTYIvO9_xI/AAAAAAAAA6I/XPo0hDon1rk/s1600/kotoran-ternak-yang-merusak-lingkungan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://4.bp.blogspot.com/-EXkp1hKsh5M/TWTYIvO9_xI/AAAAAAAAA6I/XPo0hDon1rk/s640/kotoran-ternak-yang-merusak-lingkungan.jpg" width="584" /&gt;&lt;/a&gt;Sumber: &lt;a href="http://kaskus.us/"&gt;Kaskus&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ID: &lt;a href="http://www.kaskus.us/member.php?u=2416312"&gt;dimasanggiharto&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-2716039430567703561?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/2716039430567703561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=2716039430567703561' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2716039430567703561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2716039430567703561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2011/02/80-global-warming-disebabkan-hewan.html' title='80% Global Warming disebabkan Hewan Ternak'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-v9oVOGmvmbM/TWTYFrz55pI/AAAAAAAAA6E/JBDP8iF2L-Y/s72-c/energi-fosil-untuk-daging.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-4377271532474347588</id><published>2010-11-06T09:32:00.000-07:00</published><updated>2010-11-06T09:43:15.280-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='styrofoam'/><title type='text'>Tahukah kamu, Mengapa Styrofoam Berbahaya?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_C3ITnrfR_44/TNWFOdcZ_7I/AAAAAAAAA4M/XeENcGul3yM/s1600/styrofoam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_C3ITnrfR_44/TNWFOdcZ_7I/AAAAAAAAA4M/XeENcGul3yM/s200/styrofoam.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.google.com/"&gt;Om Google&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;Proses Pembuatan Styrofoam Mencemari Lingkungan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;EPA (Enviromental Protection Agency) mengkategorikan proses pembuatan styrofoam sebagai &lt;b&gt;penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;Styrofoam Tidak Ramah Lingkungan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Styrofoam sulit diurai secara biologi dan sulit didaur ulang. Setidaknya dibutuhkan &lt;b&gt;1000 tahun lamanya&lt;/b&gt; agar bumi bisa mendaur styrofoam di tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #38761d;"&gt;Styrofoam mengandung Dioctyl Phtalate (DOP)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adalag yang menyimpan zat Benzena, suatu larutan kimia yang sulit dilumat oleh sistem pencernaan, bila menumpuk dan berbalut lemak, inilah yang bisa memicu munculnya &lt;b&gt;penyakit kanker&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga dunia seperti World Health Organization's International Agency for Research on Cancer mengkategorikan Styrofoam sebagai &lt;b&gt;bahan carsinogen (bahan penyebab kanker)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.tanyadokteranda.com/berita/2010/06/mari-bersama-kurangi-penggunaan-styrofoam"&gt;Mari Kurangi Pemakaian Styrofoam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;sumber: Mal Kelapa Gading&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-4377271532474347588?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/4377271532474347588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=4377271532474347588' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4377271532474347588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4377271532474347588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2010/11/tahukah-kamu-mengapa-styrofoam.html' title='Tahukah kamu, Mengapa Styrofoam Berbahaya?'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_C3ITnrfR_44/TNWFOdcZ_7I/AAAAAAAAA4M/XeENcGul3yM/s72-c/styrofoam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-8522384989105594757</id><published>2010-11-03T04:47:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:35:24.801-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Green Festival 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.femaleradio.com/images/poster%20green%20festival%202010.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-8522384989105594757?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/8522384989105594757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=8522384989105594757' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/8522384989105594757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/8522384989105594757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2010/11/green-festival-2010.html' title='Green Festival 2010'/><author><name>Lalla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04942914125167793374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_I0MNylpmM78/SvpFA7OYx7I/AAAAAAAAAUA/vEBy8zVHejU/S220/IMG000094.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-7301739057202148769</id><published>2010-10-24T00:03:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T05:45:27.944-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studi kasus'/><title type='text'>Plastik, berbahayakah?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;It takes up to 1,000 years for plastic to degrade. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;Less than 1% of all plastic bags get recycled.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;Plastic bags are known to choke drainage system and clog rivers causing flood.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;It is estimated 500 billion plastic bags are sold worldwide every year.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;9-15% of waste in landfills are plastics.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;More than a million birds and 100,000 marine mammals and sea turtles die every year from eating or getting entangled in plastic.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;There are eastimated 46,000 pieces of palstic litter floating in every square mile of ocean.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;It its estimated arround 7 millions tons of plastic litter on Pacific Ocean.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Plastik. Semua orang membutuhkan plastik. Keistimewaan plastik adalah proses produksinya memerlukan energi yang jauh lebuh hemat dibandingkan kantong kertas. Keistimweaan yang kedua adalah plastik memiliki bobot yang ringan, praktis, dan tidak mudah pecah. &lt;b&gt;Dengan demikian, yang dilakukan saat ini adalah tidak memusuhi plastik, tetapi menemukan solusi mempercepat proses penguraian plastik&lt;/b&gt;, yang awalnya membutuhkan ratusan tahun untuk mengurai, menjadi lebih singkat hanya dalam beberapa tahun saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika kita melirik ke belakang, kita akan tahu plastik berasal dari jasad renik (mikroorganisme) dari tumbuhan laut yang mati dan mengendap di dasar bumi. Dan pelapukan tersebut akan bertransformasi jasad-jasad renik tersebut menjadi minyak bumi yang menjadi bahan dasar plastik. Banyak informasi dan mitos keliru yang saat ini diketahui masyarakat. Steven Hetges, pakar kimia plastik dari Amerika menyatakan&lt;b&gt; bahwa plastik sesungguhnya tidak membahayakan&lt;/b&gt;. Kesimpulan itu diperoleh melalui sebuah penelitian yang dilakukan secara hati-hati oleh pemerintah maupun badan-badan peneliti di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di Samudra Pasifik sendiri, kedalaman sampah plastik hampir 150 meter. Kira-kira ada 35 ngeara di sekitar Samudra Pasifik yang mengakhiri sampahnya di Samudra Pasifik. Dan sekitar 90% isi di Samudra Pasifik adalah sampah plastik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;An Inconvenient Truth&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;Manusia membutuhkan plastik, tentunya. Sebenarnya sudah lebih dari 50 tahun yang lalu, mereka sudah sadar bahwa plastik akan menjadi musuh publik. Di Amerika sendiri sejak tahun 80-an sudah menerapkan disiplin 3R. Yaitu &lt;i&gt;Reuse, Reduce, dan Recycle&lt;/i&gt;. Tapi nyatanya, tidak lebih dari 1 % yang berhasil di &lt;i&gt;recycle&lt;/i&gt;. Padahal sebenarnya recycle itu bagus. Itupun negara maju. Bagaimana dengan Indonesia?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kini 5 tahun terkahir, negara mencoba dengan 3R dengan target masyarakat memakai ulang tas tersebut minima; 20 kali. Tapi faktanya, 60% masyarakat tidak memakai lebih dari 1 kali, dan 40% tidak memakai sampai 20 kali. Poinnya, 3R itu tidak &lt;i&gt;solve problem.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #38761d; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kalau plastik adalah organik, mengapa beracun?&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;Plastik sesungguhnya berasal dari bahan organik. Lantas kenapa orang pikir itu racun? Itu disebabkan oleh &lt;i&gt;recycling&lt;/i&gt;, yang memasukkan kontaminasi. Warna hitam itu kemungkinan benar hasil dari &lt;i&gt;recycle&lt;/i&gt;, dan itu sangat beracun karena kontaminasi dari hasil &lt;i&gt;recycle &lt;/i&gt;itu sendiri. Seperti contoh lain, botol bayi. Warna asli dari botol tersebut agak burem, dan siapa sih yang mau pakai botol kusam? Maka dari itu dimasukkanlah zat aditif agar botol terlihat bersih. Dan zat aditif itu dapat menghambat pertumbuhan bayi. Buat ibu-ibu, hati-hati dan lebih seleksi lagi dalam memilih botol bayi. &lt;b&gt;Sekali lagi, plastik itu organik. Zat aditiflah yang membuatnya berbahaya&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #38761d;"&gt;&lt;u&gt;Is there any solution?&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;Kini solusi tersebut telah terealisasikan dengan munculnya OXIUM, yakni aditif yang dapat mempercepat terjadinya proses degredasi plastik dalam waktu kurang dari 2 tahun melalui mekanisme oksidasi, thermal, dan fotodegradasi. Pusat-pusat pertokoan yang telah menggunakan OXIUM sebagai shopping bag antara lain Carrefour, Indomaret, Alfamart, Alfa Express, Alfa Midi, SuperIndo, Hero, Giant, Premium Factory Outlet, Guardian, Century, Kemchicks, Zara, Time Zone, Gramedia, dan beberapa lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;OXIUM sendiri telah mendapat Green Label dari INSWA (Indonesia Solid Waste Association), lembaga yang concer dengan masalah sampah dan lingkungan yang berish. Jadi, jangan musuhi plastik, tapi kita tetap bisa bersahabat dengan plastik, asalkan plastik tersebut ramah lingmkungan dan dapat terurai dengan cepat. Dan berkontribusi dalam menciptakan kehidupan yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;OXIUM 100% Degradable Plastic. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;16 Oktober 2010. Tirtane Cafe, FX&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-7301739057202148769?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/7301739057202148769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=7301739057202148769' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7301739057202148769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7301739057202148769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2010/10/plastik-berbahayakah.html' title='Plastik, berbahayakah?'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-7899707779071809770</id><published>2010-10-06T02:42:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:36:14.961-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Global Work Party</title><content type='html'>&lt;img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs748.snc4/64826_449604672421_136503257421_5316119_1713326_n.jpg" style="width: 500px;" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-7899707779071809770?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/7899707779071809770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=7899707779071809770' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7899707779071809770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7899707779071809770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2010/10/global-work-party.html' title='Global Work Party'/><author><name>Lalla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04942914125167793374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_I0MNylpmM78/SvpFA7OYx7I/AAAAAAAAAUA/vEBy8zVHejU/S220/IMG000094.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-3751136653574085548</id><published>2010-04-22T07:39:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T05:47:56.842-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studi kasus'/><title type='text'>Beginilah Modus Mafia Kehutanan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #181818; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seperti mafia hukum, mafia kehutanan juga memiliki modus tersendiri. Namun dari banyak modus, ada dua modus yang paling sering dipakai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #181818; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;"Menyuap pejabat daerah untuk menerbitkan izin dan alih fungsi hutan," kata peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah kepada detikcom, Kamis (22/4/2010).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #181818; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Febri mengatakan, penyuapan itu biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kayu. Perusahaan-perusahaan memberi pejabat daerah sejumlah uang agar mau menerbitkan izin hutan tanaman industri (HTI) di areal terlarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #181818; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;"Areal itu sebenarnya tidak boleh untuk HTI, tapi karena disuap, akhirnya pemerintah daerah mengeluarkan izinnya. Kasus semacam itu sudah ada yang ditangani KPK, hari ini kan ada salah satu bupati di Riau yang diperiksa KPK," kata Febri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #181818; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Selain itu, perusahaan-perusahaan itu juga meminta izin untuk alih fungsi hutan. Hutan tersebut akan ditanami pohon kelapa sawit. Namun hutan yang dipilih adalah hutan yang masih produktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #181818; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;"Jadi setelah izinnya keluar, mereka tebang kayunya, diambil. Tapi sawitnya nggak ditanam. Jadi itu modus untuk ambil kayu," kata Febri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #181818; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Praktek-praktek itu, kata Febri, telah merugikan negara hingga triliunan rupiah. Untuk kasus 14 perusahaan di Riau yang akan dilaporkan ICW ke Satgas Pemberantasan Mafia Hukum saja, negara telah merugi hingga Rp 2,8 triliun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #181818; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #181818; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sumber&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/04/22/125801/1343327/10/beginilah-modus-mafia-kehutanan?utm_source=eksplore.blogspot.com&amp;amp;utm_medium=twitter&amp;amp;utm_campaign=free"&gt;Detik News&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #181818; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #181818; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-3751136653574085548?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/3751136653574085548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=3751136653574085548' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3751136653574085548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3751136653574085548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2010/04/beginilah-modus-mafia-kehutanan.html' title='Beginilah Modus Mafia Kehutanan'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-6876900697535272442</id><published>2010-03-26T21:22:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:36:55.112-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what we should do'/><title type='text'>Earth Hour 2010</title><content type='html'>teman-teman,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;Jangan lupa Earth Hour 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Maret 2010&lt;br /&gt;8.30 p.m - 9.30 p.m waktu setempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu jam untuk selamanya :)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-6876900697535272442?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/6876900697535272442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=6876900697535272442' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6876900697535272442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6876900697535272442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2010/03/earth-hour-2010.html' title='Earth Hour 2010'/><author><name>Lalla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04942914125167793374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_I0MNylpmM78/SvpFA7OYx7I/AAAAAAAAAUA/vEBy8zVHejU/S220/IMG000094.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-960229799209372224</id><published>2010-03-24T01:35:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T05:50:42.652-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jason mraz'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='water'/><title type='text'>Save the water!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada 22 Maret yang lalu adalah Hari Air Sedunia. Jason Mraz, penyanyi sekaligus pencipta lagu menulis tentang Hari Air Sedunia di blognya, 2 kali. Kita bisa belajar kepeduliannya dengan masalah air ini, lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 29px; font-weight: bold;"&gt;Wet's the Deal, Yo!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Water. It really is the kind of thing we as Americans sometimes take for granted. I mean, the average American uses between 80 to 100 gallons of water each day.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Can you imagine not having access to clean drinking water, or clean water to bathe with, wash with or even cook with? Instead of simply walking to the faucet and turning it on…imagine having to walk two or more hours to get to a source of clean water.&lt;br /&gt;Nearly 900 million people in the world do not have access to safe, clean water,—and nearly half of those people are children. This is a stark reality.&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="&amp;quot;" style="text-align: justify;"&gt;In fact 24,000 children die every day from preventable causes—and nearly 4,100 of those children die as a result of diseases from dirty water. UNICEF’s goal is to reduce the number of needless deaths to zero. &lt;/div&gt;&lt;div face="&amp;quot;" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="&amp;quot;" style="text-align: justify;"&gt;The UNICEF Tap Project is a grassroots initiative built around World Water Day, March 22. From March 21st through March 27th funds will be raised to help UNICEF provide clean water to children around the world. The campaign invites individuals to donate $1 or more for the tap water they usually enjoy for free at participating restaurants, to host a fundraising event, or to make a donation at tapproject.org.&lt;/div&gt;&lt;div face="&amp;quot;" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="&amp;quot;" style="text-align: justify;"&gt;Thousands of volunteers have mobilized for the UNICEF Tap Project, along with restaurants coast to coast, community leaders, ad agencies, corporations and celebrities, all joining in this effort to make sure that zero children die due to a lack of access to clean water.&lt;/div&gt;&lt;div face="&amp;quot;" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="&amp;quot;" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;HOW TO HELP:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Easy. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://tapproject.org/"&gt;tapproject.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;has all the info you need to donate your dollar or to find a local participating restaurant where you can donate, OR text “TAP” to “UNICEF” (864233) to make a $5 donation. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;With $1 UNICEF can provide safe water to one child for 40 days, or forty children safe water for one day.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Through UNICEF your money will go to improving access to safe water and sanitation facilities in schools and communities, and to promoting safe hygiene practices. UNICEF's goal is to reduce by half the proportion of people without sustainable access to safe water and basic sanitation by 2015.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: small;"&gt;If you're in Los Angeles this Wet Wednesday, stop by the Roxy in West Hollywood for the Tapproject Event.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Thank you for caring about health.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;And thank you for sharing the wealth.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_cibC_5s9O08/S6m-MF04Z4I/AAAAAAAABFU/cTGyqPYXYU4/s640/mraz.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://freshnessfactorfivethousand.blogspot.com/2010/03/wets-deal-yo.html"&gt;Jason Mraz's blog&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-960229799209372224?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/960229799209372224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=960229799209372224' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/960229799209372224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/960229799209372224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2010/03/save-water.html' title='Save the water!'/><author><name>Lalla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04942914125167793374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_I0MNylpmM78/SvpFA7OYx7I/AAAAAAAAAUA/vEBy8zVHejU/S220/IMG000094.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cibC_5s9O08/S6m-MF04Z4I/AAAAAAAABFU/cTGyqPYXYU4/s72-c/mraz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5759233699065850769</id><published>2009-12-21T21:34:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T07:37:25.568-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Festival 2009'/><title type='text'>Green Festival 2009!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Happy Greenfest 2009!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Green Festival 2009 kemarin diadakan tanggal 5 dan 6 Desember, di Parkir Timur Senayan. Awalnya saya tau dari teman dan liat di iklan, dan langsung tertarik. Saya pun mengajak Lala, dan dia juga mau, tapi masih ragu-ragu karena harus berhadapan dengan sebuah deadline tugas. Maka akhirnya, saya pergi sendiri tanpa ditemani seorang Lala.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kesimpulan dari tampilan yang ada dari Green Festival tahun ini, kurang memuaskan dibanding Green Festival tahun lalu, tanggal 19 April 2008. Mulai dari atribut yang ada, sampai pendingin ruangan. Kalau di tahun ini pendingin ruangan yang dipakai lebih sedikit, mungkin karena pada tahun lalu ada pertanyaan dari pengunjung yang mengeluhkan karenapemakaian pendingin ruangan yang berlebihan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara keseluruhan, semuanya sama diikuti dengan tujuan. Tidak sedikit anak-anak usia dini yang datang, dimana mereka diajari langsung oleh orang tua mereka mengenai dampak dari Global Warmingyang sedang terjadi. Di mulai hal kecil seperti membuang sampah sembarangan. Juga ibu-ibu yang datang untuk mempelajari memanfaatkan industri rumah yang bisa di daur ulang kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di Green Festical 2009 ini juga diadakan bagi-bagi pohon gratis untuk setiap pengunjung. Sayangnya saya datang sore hari dan pastinya tidak kebagian :(&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Acara ini sangat bermanfaat terntunya, dan pastinya diadakan setiap tahun. Mudah-mudahan acara ini memberika dampak besar kepada kita, manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berikut beberapa foto yang saya ambil, tapi tidak sesempurna fotografer profesional, karena saya hanya menggunakan kamera digital biasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417951437282238098" src="http://1.bp.blogspot.com/_C3ITnrfR_44/SzBuIG2GXpI/AAAAAAAAAuY/7nk-3IyQjxk/s400/untitled.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 106px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417937406420297810" src="http://3.bp.blogspot.com/_C3ITnrfR_44/SzBhXZz7qFI/AAAAAAAAAtg/rayI-cmTuWE/s320/PB290311.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 274px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417939196256120786" src="http://3.bp.blogspot.com/_C3ITnrfR_44/SzBi_leC79I/AAAAAAAAAto/HK4glkFPFek/s320/PB290330.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417952049035164450" src="http://4.bp.blogspot.com/_C3ITnrfR_44/SzBurtzXOyI/AAAAAAAAAug/unZyrFD-J1g/s320/PB290344.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;ada program cat sendiri loh untuk anak usia dini :)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417941526501418002" src="http://3.bp.blogspot.com/_C3ITnrfR_44/SzBlHOT0ZBI/AAAAAAAAAuA/XWxoD-5flQA/s320/PB290341.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;salah satu karya dari Beny&amp;amp;Mice&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Let's do what you can do now!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5759233699065850769?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5759233699065850769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5759233699065850769' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5759233699065850769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5759233699065850769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/12/green-festival-2009.html' title='Green Festival 2009!'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_C3ITnrfR_44/SzBuIG2GXpI/AAAAAAAAAuY/7nk-3IyQjxk/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-472008641683962321</id><published>2009-11-13T04:53:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T04:55:39.835-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what we should do'/><title type='text'>Green World equals Healthy Body</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini adalah beberapa cara menyelamatkan bumi yang tidak hanya berpengaruh pada kelesterian hidup semata,tetapi juga memiliki manfaat yang baik untuk badan kita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Bercocok Tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain untuk penghijauan,kegiatan berikut ini juga sangat baik untuk kesehatan badan. Jiwa yang tenang seimbang dengan tubuh yang ideal. Gerakan menyiram,menanan dan memberi pupuk selama 5 menit bisa merampingkan tangan lho girls!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Menyuci Piring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan bingung dulu saat membaca ini bukan web household, tetapi percaya atau tidak kegiatan yg satu ini sangat bermanfaat untuk bumi kita. Gunakan peralatan makan yg tidak sekali pakai,dengan begini kita sudah mengurangi limbah plastik yang sulit dicerna.Jangan langsung bilang tidak praktis dan merepotkan ,karena gerakan mencuci piring bermanfaat untuk mengurangi lebih dari 50 kalori didalam tubuh.Dengan mencuci piring 3x sehari dalam sebulan dijamin deh badanmu langsung lebih ramping!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-I wanna ride my bike!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Choose bike rather than motoric vehicles! Selain tidak memproduksi poluttan,bersepeda juga bermanfaat untuk tubuh kita.Jantung sehat dan.. (ehem) badan yang lebih proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Kurangi penggunaan Microwave&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain memberikan kesempatan bernafas untuk bumi kita, microwave juga tidak baik untuk badan kita.Makanan yang sering dipanaskan dengan microwave memang tidak membuat kita menunggu lebih lama,tetapi hal ini membahayakan tubuh dikarenakan ultraviolet yang ikut terkonsumsi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-No Plastic at My house!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ayo,ayo sebarkan info ini.Kurangi penggunaan plastik dan cari produk yang lebih ramah lingkungan.Green product is so rock!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh: &lt;a href="http://twitter.com/karinherbyanti"&gt;Karina Nurherbyanti&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-472008641683962321?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/472008641683962321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=472008641683962321' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/472008641683962321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/472008641683962321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/11/green-world-equals-healthy-body.html' title='Green World equals Healthy Body'/><author><name>Lalla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04942914125167793374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_I0MNylpmM78/SvpFA7OYx7I/AAAAAAAAAUA/vEBy8zVHejU/S220/IMG000094.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-3974024609691858056</id><published>2009-09-27T06:52:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T05:58:02.889-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what we should do'/><title type='text'>(Jangan) Gunakan Teknologi Untuk Selamatkan Bumi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;Kita telah menghancurkan bumi kita. Benar. Bumi kita sakit, dan disebabkan perilaku manusia yang menyalahgunakan teknologi secara berangsur-angsur, dengan tujuan menciptakan kehidupan yang lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #006600;"&gt;&lt;b&gt;Daur ulang, Penggunaan kembali, Perbaharui lagi, Kembali Semuanya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Berhematlah. Selalu gunakan kedua sisi dari kertas lembar. Setelah kertas tersebut penuh, jika memungkinkan, gunakan kertas bekas untuk mendaur ulang ala kamu sendiri. Proses sedikit bau, tetapi hasilnya sepadan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;Sangat sangat sangat berhematlah. Mencoba untuk tidak mengikuti barang terbaru tetapi gunakanlah milikmu yang terakhir dengan sebaik-baiknya. Mencoba untuk membeli barang-barang daur ulang atau barang yang telah diperbaharui. Hal ini lebih murah dan lebih sedikit barang tidak jelas yang terbuang. Jika kamu harus membeli produk baru, cobalah yang ramah lingkungan. Mungkin kamu bisa mencari dengan kemasan berlogo hijau. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #006600;"&gt;&lt;b&gt;Perpanjang Sumber Energi.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dimulai dari mengisi ulang baterai/aki. Ini sedikit lebih mahal dari yang biasa tetapi kamu bisa menggunakannya lebih lama, lebih, dan lebih, demikian menghemat pengeluaranmu dalam jangka pendek. Di samping itu, elemen-elemen dari baterai tersebut mengandung racun untuk lingkungan. Semakin berkurangnya limbah, semakin sehat lingkungan kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;Dengan teknologi saat ini, panel surya adalah satu-satunya pilihan umum, meskipun masih mahal bagi kebanyakan orang. Tapi di masa depan, setiap orang akan dapat memanfaatkan energi terbaru selain sumber sinar matahari seperti angin, arus sungai, dan gelombang laut. Terdapat juga diskusi mengenai "energi coklat", dengan bahan bakar air.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #38761d;"&gt;Lakukan Dokumen Digital&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Cobalah untuk tetap dengan dokumen digital yang bukan dicetak. Ini lebih banyak menghemat kertas. Format yang populer untuk digital adalah "dicetak" media PDF.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;Jangan mencetak email jika tidak diperlukan, baca ebooks, membaca digital versi media seperti Kompas Digital (http://epaper.kompas.com), atau mengikuti berita dan cerita secara online, cukup dengan Google.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #006600;"&gt;&lt;b&gt;Tinggal dirumah, Mengurangi Polusi.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tindakan utama yang dapat anda lakukan untuk membantu bumi adalah tinggal dirumah. Jika tidak penting-penting amat untuk keluar lebih baik tidak usah. Seperti contoh anak remaja yang hobi menghabiskan waktu jalan-jalan dengan mobil pribadi tanpa tujuan jelas. Dengan tinggal dirumah, kamu akan menggunakan lebih sedikit dan lebih sedikit menghasilkan kabut (asap). Sementara, emisi karbon transportasi adalah penyumbang terbesar pemanasan global.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;Disamping itu, tinggal dirumah bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Sekarang ini komunikasi dan teknologi sudah memungkinkan manusia untuk berkomunikasi, bekerja untuk perusahaan dari mana saja, biasanya dari rumah. Internet juga menyediakan hampir apapun yang anda inginkan. Lebih banyak ada hal di internet daripada tidak ada yang bisa menghabiskan membaca tentang masa hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;Internet juga penuh dengan informasi tentang hidup hijau dan teknologi hijau. Cek beberapa situs ini :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Global Footprint Network&lt;/b&gt; (http://www.fotprintnetwork.org/)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;MyFootprin&lt;/b&gt;t (http://www.myfootprint.org/)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;WikiHow&lt;/b&gt; (http://www.wikihow.com/Save-the-Environment-at-Home)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sustainable Environment for Quality of Life&lt;/b&gt; (http://www.seql.org/100ways.cfm)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;TreeH&lt;/b&gt;&lt;b&gt;ugger&lt;/b&gt; (http://www.treehugger.com/)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;NewScientist - Environment&lt;/b&gt; (http://www.newscientist.com/section/environtment)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ways to Save Energy&lt;/b&gt; (http://www.waystosaveenergy.net/)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;WALHI&lt;/b&gt; (http://www.eng.walhi.or.id/)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;Lakukanlah apa yang dapat anda lakukan, bijak dengan pemakaian teknologi, berpartisipasilah dalam melestarikan lingkungan. Now, paint your life green!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;CnS Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-3974024609691858056?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/3974024609691858056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=3974024609691858056' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3974024609691858056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3974024609691858056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/09/jangan-gunakan-teknologi-untuk.html' title='(Jangan) Gunakan Teknologi Untuk Selamatkan Bumi'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-4771758838292790371</id><published>2009-09-09T10:14:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:39:12.476-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Twitter</title><content type='html'>We are now officially on twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;follow us guys on &lt;a href="http://twitter.com/GoGreenIndo"&gt;HTTP://TWITTER.COM/GOGREENINDO&lt;/a&gt; :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-4771758838292790371?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/4771758838292790371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=4771758838292790371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4771758838292790371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4771758838292790371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/09/twitter.html' title='Twitter'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-2090726081732394325</id><published>2009-06-07T07:05:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T07:07:55.470-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Stop illegal logging, buddies!</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(129, 129, 129);   white-space: pre; font-family:verdana;font-size:11px;"&gt;&lt;a href="http://caymanisland.stripgenerator.com/2009/06/07/stop-illegal-logging-buddies.html"&gt;&lt;img style="border: none;" src="http://static.stripgenerator.com/generated/caymanisland/strip/2009/06/07/stop-illegal-logging-buddies_embed.png" alt="Stop illegal logging buddies!" title="Stop illegal logging buddies!" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;would you?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-2090726081732394325?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/2090726081732394325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=2090726081732394325' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2090726081732394325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2090726081732394325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/06/stop-illegal-logging-buddies.html' title='Stop illegal logging, buddies!'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-2943567716105419466</id><published>2009-05-30T22:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T22:53:43.460-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Eco Friendly Travel Style!</title><content type='html'>Masa liburan segera tiba. Tapi bukan berarti kita menghentikan 'aksi' peduli lingkungan. Selama berlibur, kita tetap harus menjalankannya dengan kegiatan yang fun dan tentunya eco friendly. And hows? Check this out :&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;PACK LIGHTLY&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kurangi barang bawaan kamu karena hal tersebut akan mengurangi pemakaian bahan bakar, entah itu pesawat atau mobil yang kamu tumpangi. Cukup membawa satu tas saja kalau bisa dan cukup.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;ITS MY PLACE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dimanapun kamu menginap, anggap tempat tersebut sebagai 'rumah' kamu. Tentu dengan demikian kamu akan menghemat setiap pemakaian air dan listriknya, bukan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;WALKING DOWN THE STREET&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nikmati setiap jengkal tempat kamu berlibur dengan berjalan kaki. Selain olahraga, kamu juga akan menikmati langsung suasana di  tempat itu. Kalau ingin naik kendaraan, gunakanlah sarana transportasi umum, seperti bis dan kereta api.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;NO MORE PLASTIC, PLEASE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk menyegarkan olahraga kala berkeliling tempat liburan, bawalah air minum dalam botol yang reusable milik kamu sendiri. Hindari membeli air minum dalam kemasan karena akan menambah sampah di tempat kamu berlibur. Jangan lupa pula untuk menyiapkan tas tambahan guna dipakai waktu kamu berbelanja. Jadi, nggak perlu lagi kan menggunakan kantung plastik yang berlebihan yang akan merusak lingkungan kan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin kamu sudah sering mendengar larangan utnuk tidak membuang sampah sembarangan. Untuk itu, usahakan tidak membuang sampah sekecil apapun. Selama masih mampu, simpan saja sampah tersebut sampai kamu menemukan tempat pembuangan sampah terdekat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;LET THEM SAVE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oleh-oleh merupakan bagian tak terpisahkan dari liburan. Namun ingatlah ini. Hindarilah membeli suvenir yang berasal dari  habitat hewan maupun tumbuhan yang hampir punah. Sebab kamu tidak ingin mempercepat kepunahan mereka kan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;from : Shout! young-urban-connected&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Melinda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-2943567716105419466?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/2943567716105419466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=2943567716105419466' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2943567716105419466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2943567716105419466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/05/eco-friendly-travel-style.html' title='Eco Friendly Travel Style!'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-2106214238547671647</id><published>2009-04-26T01:52:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:39:24.524-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Perikanan - Perubahan Iklim Ancam Nelayan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehancuran lingkungan dan penjarahan sumber daya alam telah meningkatkan ancaman krisis ekologis yang bermuara pada perubahan iklim. Persoalan itu menimbulkan kerentanan terhadap masyarakat, termasuk nelayan dan masyarakat pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian salah satu isu yang mengemuka dalam aksi peringatan Hari Bumi (22/4) di Jakarta. Sekertaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Prikanan Riza Damanik mengatakan, derajat eksploatasi sumber daya alam yang berlebihan oleh Negara industri tanpa mengindahkan keberlansungan lingkungan hidup telah memicuh laju perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak terbesar perubahan iklim, ujar Rizal, paling dirasakan Nelayan, diantaranya perubahan cuaca perairan dan gelombang tinggi yang tidak menentu. Hasil tangkapan semakin tak pasti. Koodinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Siti Maemuna mengatakan, salah satu akar persoalan kelautan dunia adalah praktik pertambangan di kawasan pesisir dan pembuangan limbah tambang  di laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan eksratksi pertambangan di darat, seperti penambangan logam, batu bara, dan migas, juga menyebabkan sedimentasi laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data Jatam, buangan limbah (tailing) dari tambang emas PT Newmont dan PT Freeport mencapai 340.000 ton setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza menyatakan, kemauan dan kemampuan diplomasi pemerintah untuk menyelamatkan laut dan nelayan tradisional diuji sepenuhnya dalam penyelenggaraan World Ocean conference (WOC) di Manado, Sulawesi Utara, 11-15 Mei 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompas, 23 April 2009&lt;br /&gt;Rusman Rachman&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-2106214238547671647?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/2106214238547671647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=2106214238547671647' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2106214238547671647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2106214238547671647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/04/perikanan-perubahan-iklim-ancam-nelayan.html' title='Perikanan - Perubahan Iklim Ancam Nelayan'/><author><name>Go Green Indonesia !</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01089668989006135645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_v1IF1BG6HcA/R8rUOhUso9I/AAAAAAAAABQ/v6V_HSQ-qh8/S220/S.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-2609441741476206758</id><published>2009-04-23T08:14:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T09:04:35.724-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Big thanks for their outstanding contributions</title><content type='html'>If you were to choose people to receive an award for something they have done for their fellow human being, who should they be?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let check who they are, to receive awards based on their jobs and achievements.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;For their outstanding contributions in making our life easier.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. STREET CLEANERS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Karena tanpa mereka, jalanan kota akan terlihat kotor. Mereka bekerja mulai dari pagi hari jauh sebelum orang-orang bangun, hujan maupun panas, mereka tetap menjaga kota agar terlihat bersih. Tidak banyak dari kita mau melakukan pekerjaan yang tidak nyaman ini. Dan kita pun belum menghargai yang dilakukan oleh tukang sapu jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. GARBAGE MEN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Bisakah kamu bayangkan bagaimana sekeliling kita tanpa mereka? Akan banyak sampah disekitar kita, tidak bisa disebutkan betapa baunya. Kota dengan penuh sampah akan terlihat membosankan, miris, bahkan membuat para penghuninya enggan untuk tinggal di kota tersebut. Untuk kebersihan kota, kita dapat memberi penghargaan kepada pemungut sampah atau yang biasa disebut 'pemulung'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  OFFICE BOYS/GIRLS AND MAIDS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Pelayan kantor membersihkan ruangan, memberikan bermacam pesanan untuk para karyawan, membuatkan minum, dan membelikan makan siang. Pelayan rumah menolong keluarga dengan membersihkan rumah, mencuci, memasak, dan menjaga anak-anak. Perusahaan dan rumah tangga akan tak tertolong tanpa mereka, jadi kita harus menghargai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;For their outstanding contributions in preserving our environment.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. THE GREENEST HOUSE.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Kebanyakan orang tidak menyadari untuk menjaga bumi dimana kita tinggal. Mungkin kita bisa memberi penghargaan untuk rumah dimana mempunyai banyak sekali pohon, agar masyarakat lebih memperhatikan lingkungan mereka. Bukan dengan menebang pohon di hutan sembarangan kemudian membangun rumah, tetapi menanam pohon disekitar rumah kita. It will be great!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;For their outstanding contributions in making our life safer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUBLIC TRANSPORTATION DRIVERS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Setiap hari mereka harus menghadapi bahaya polusi dan kadang-kadang harus menghadapi beberapa penumpang yang berkelakuan buruk. Kita perlu memotivasi para pekerja ini dengan memberikan penghargaan untuk pengemudi yang mematuhi peraturan lalu lintas dan untuk membuat penumpang aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. FIREFIGHTERS AND SECURITY GUARDS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Kita telah melihat para pemadam kebakaran mempertaruhkan nyawa mereka untuk memadamkan api, menyelamatkan para korban. Mereka membahayakan hidup mereka untuk tetap menyelamatkan korban, dan untuk mereka, patut untuk dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melinda.&lt;br /&gt;-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-2609441741476206758?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/2609441741476206758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=2609441741476206758' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2609441741476206758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2609441741476206758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/04/big-thanks-for-their-outstanding.html' title='Big thanks for their outstanding contributions'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-3675451330481680326</id><published>2009-04-17T07:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T07:45:16.870-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Acara Go Green'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kementerian Lingkungan Hidup'/><title type='text'>Undangan dari Kementrian Lingkungan Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemarin saya mendapat Email dari Bapak Agus Rusly dari Kementerian Lingkungan Hidup, dan barusan mendapat balasannya tentang gambaran dari acara tersebut. Berikut emailnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih sudah membalas email kami.&lt;br /&gt;Rencana Kegiatan Bersih Pesisir dan Laut akan diadakan pada Hari Sabtu, tanggal 30 Mei 2009 di Jakarta Utara.  Untuk lokasi pastinya, masih menunggu masukan dari teman-teman di pesisir utara Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknisnya,&lt;br /&gt;A. Event Center Point&lt;br /&gt;Tempat pencanangan dimulainya Gerakan Bersih Pantai dan Laut (Coastal Clean Up). Rencananya Bapak Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kelautan dan Perikanan serta Gubernur DKI Jakarta akan meresmikan dimulainya gerakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Panitia akan membagi segmen Clean Up menjadi bagian-bagian sepanjang sekitar 200an meter. setiap bagian akan dibersihkan oleh satu kelompok yang terdiri dari sekitar 25 orang. Setiap bagian dibawah koordinator yang bertanggung jawab terhadap :&lt;br /&gt;  - Kantong plastik, timbangan, sarung tangan&lt;br /&gt;  - Catatan rekap data hasil sampah yang berhasil dikumpulkan&lt;br /&gt;  - Suplai akomodasi (minuman dan makan siang) anggota bagian segmen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Peserta yang diharapkan ikut ambil bagian pada Clean Up adalah:&lt;br /&gt;  - Masyarakat pesisir&lt;br /&gt;  - Aparat pemerintah lokal (Kecamatan dan Kota)&lt;br /&gt;  - Dinas terkait (Dinas Kebersihan, Dinas Pekerjaan Umum)&lt;br /&gt;  - Lembaga Swadaya Masyarakat&lt;br /&gt;  - Masyarakat Peduli Lingkungan (Go Green Indonesia, Aksi Peduli&lt;br /&gt;    Lingkungan)&lt;br /&gt;  - Mahasiswa, Perhimpunan Pecinta Alam&lt;br /&gt;  - Pelajar SMP dan SMA di sekitar lokasi kegiatan&lt;br /&gt;  - Dharma Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Mbak, rencananya nanti data yang terkumpul dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kelompok seperti plastik pembungkus (kg?), kaleng bekas (kg), botol air kemasan (kg), besi (kg), alumunium bekas (kg), bahkan sampai puntung rokok dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya data akan dimasukkan kedalam website International Coastal Clean Up sebagai data concern masyarakat pesisir Indonesia dalam mengatasi permasalahan sampah di kawasan pesisirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Go Green Indonesia yang bersedia untuk hadir bagaimana bisa dapat informasinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berminat untuk ikut? yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pasti ikut&lt;/span&gt; silakan email ke &lt;a href="mailto:lalla.pratami@gmail.com"&gt;lalla.pratami@gmail.com&lt;/a&gt; dengan subjek Daftar Acara Kementrian Lingkungan Hidup. Kami tunggu partisipasinya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xx&lt;br /&gt;Lala&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-3675451330481680326?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/3675451330481680326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=3675451330481680326' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3675451330481680326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3675451330481680326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/04/undangan-dari-kementrian-lingkungan.html' title='Undangan dari Kementrian Lingkungan Hidup'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-1298913380284249962</id><published>2009-03-26T06:09:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:39:41.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what we should do'/><title type='text'>Earth Hour 2009!</title><content type='html'>&lt;object height="265" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/SEx_fL5vlpI&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;color1=0x234900&amp;amp;color2=0x4e9e00"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/SEx_fL5vlpI&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;color1=0x234900&amp;amp;color2=0x4e9e00" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="320" height="265"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa itu Earth Hour?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Earth Hour merupakan kampanye perubahan iklim global WWF. Individu, pelaku bisnis, pemerintah akan mematikan lampu selama 1 jam dalam rangka menunjukkan dukungan terhadap penanggulangan perubahan iklim. Tahun 2009, Earth Hour menargetkan dapat menjangkau 1 milyar orang di 1000 kota.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;Sabtu, 28 Maret 2009 pukul 20.30 – 21.30 (waktu setempat).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenapa ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi karbon menunjukkan ancaman besar pada kehidupan manusia di bumi. Hanya dengan mengubah sikap masyarakat dunia secara global dalam penggunaan sumber energi yang menghasilkan emisi karbon, kita dapat  mengurangi ancaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earth Hour merupakan sebuah seruan global dari berbagai pihak baik individu, pelaku bisnis, politisi maupun pemerintah di seluruh dunia bahwa upaya untuk menekan laju perubahan iklim merupakan tanggung jawab bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang akan dicapai?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari Earth Hour 2009 adalah menjangkau sebanyak mungkin individu, rumah tangga dan pelaku bisnis untuk mematikan lampu mereka serta peralatan elektronik selama 1 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earth Hour bertujuan untuk mendidik masyarakat dunia tentang ancaman perubahan iklim dan begitu mudahnya bagi individu dan pelaku bisnis untuk melakukan perubahan kecil yang dapat menciptakan perubahan besar dalam keseharian mereka dan operasi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earth Hour 2009, diharapkan dapat memberikan mandat kepada pemimpin dunia yang akan menghadiri Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Desember 2009 untuk melakukan reformasi lingkungan, yakni dengan menghasilkan kesepakatan baru tentang perubahan iklim menggantikan Protokol Kyoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah Earth Hour&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kampanye Earth Hour ini dimulai di Sydney pada 31 Maret 2007 dimana lebih dari 2 juta orang dan 2000 pelaku bisnis di seluruh kota mematikan lampu dan peralatan elektronik mereka selama 1 jam. Sejak dimulainya kampanye ini, pesan Earth Hour telah mendunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2008, 50 juta orang di 35 negara mematikan lampu mereka sebagai dukungan terhadap Earth Hour yang menyampaikan pesan ke seluruh dunia bahwa aksi individu yang dilakukan secara bersama sesungguhnya dapat mengubah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Earth Hour 2009 targetkan jangkau 1 milyar orang di 1.000 kota seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ayo ikut berpartisipasi dengan Earth Hour. Satu jam untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.wwf.or.id/index.php?fuseaction=news.detail&amp;amp;id=NWS1230023395&amp;amp;language=i"&gt;WWF Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-1298913380284249962?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/1298913380284249962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=1298913380284249962' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1298913380284249962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1298913380284249962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/03/earth-hour-2009.html' title='Earth Hour 2009!'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-6490334262157156695</id><published>2009-03-24T03:22:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T06:19:49.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Catatan di Akhir Minggu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.hikayatpotpecah.deviantart.com/"&gt;Dicky&lt;/a&gt;, teman saya, menulis ini di notes facebooknya. Satu lagi cerita lain dari sudut pandang berbeda tentang global warming. Saya post di sini sekedar untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;share&lt;/span&gt; kepada semua bahwa ternyata memang banyak peduli dan ingin melakukan sesuatu untuk mengurangi dampak pemanasan global. Kalau bukan kita, siapa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah...&lt;br /&gt;nulis lg ah...dtemani sebuah laptop yg setia d dpn saya, secangkir kopi hitam dan alunan lagu merdu, suara jangkrik, suara burung hantu, suara tonggeret, suara mendesah jg ada...(hahaha, ga,ga, suara aneh tu mah mulai lebay...)&lt;br /&gt;drpda bosen ga ada kerjaan...lgian d kosan sepi amat pda prgi malmingan (kta abg mah gt) hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skg tu sabtu malam, coba klian liat deh d jalanan, pasti penuh sesak ma yg namanya kendaraan bermotor, ya yg roda 2 atopun rda 4, ato yg ga ada rodanya lah....hahahahha&lt;br /&gt;Skg klian liat da tu, mreka cm kliling" doank ga da krjaan jg sebenernya mah...&lt;br /&gt;cma kliling" ga jelas yg cma nambah kadar emisi gas buang doank...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, qta smw pda brkoar-koar untuk green peace, untuk meminimalisasi akan global warming yg skg sedang heboh ntuk d bicarakan....&lt;br /&gt;Bkannya saya ingin menang sendiri, karena saya jg sadar, msh k kmpus naek motor, ya gila aja,kmpus saya tu jalannya nanjak msa harus naek speda ya aaaammmmpppuuunnn...!!!!&lt;br /&gt;hahahhaha&lt;br /&gt;cukup klo sore" aja deh kliling simpang lima...hahahhahaha&lt;br /&gt;ya tapi minimal, sy ga kluar mlm minggu ni untuk menambah kadar emisi gas buang...(padahal mah emank mw kluar,tp ma sapa...pacar ga ada,tmen ya pda pacaran) hahahhaha....&lt;br /&gt;ga usah blang "cari donk", mles, msh mw yg "itu" aja....uhuyyyy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga salah klo salah satu band favorit saya Efek Rumah Kaca meciptakan lagu berjudul "Banyak Asap Disana"...ya memang benar, d kota" besar banyak asap, mulai asap knalpot, asap pabrik, asap" lainnya yg ga enak lah...&lt;br /&gt;Tp skg bkan cma d kota aja yg ky gt...skg d desa" jg dah mulai banyak kgiatan ky gtu...&lt;br /&gt;Contohnya, sy jg berasal dr kampung, sebuah desa kecil SEDONG namanya daerah sindang lat gt deh...&lt;br /&gt;Kta saudara yg dah brumur sktar 10 taun lbh tw dr sy,(inget,umur sy bru 19) yg tinggal d sana, "dlu mah d dieu teh teu aya anu hebring pda kbut"an d jalan teh,ayana pada arulin d bale desa" artinya "dulu d sni mah ga ada yg pda heboh kbut"an d jalan tu,adanya pada maen d bale desa" dan skg bsa d liat, klo mlm minggu beeeuuuhh, ternyata bnyk juga anak" yg pda pgi naek mtor yg bkin macet lg....wktu tu sy pernah jalan" naek speda ma tu sodara sy,dan trnyata sy jg ikutan macet, mana bnyaknya mtor 2 tak pula...&lt;br /&gt;asapnya bnyak piisssaaaannnn...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klo d pkir", d kota asap dah banyak d tambah lagi d desa jg dah mulai ky d kota...saingan da tu asap...hahahahahaha&lt;br /&gt;klo d desa mending, msh bnyk pohon, klo d kota, phon d tebangin...ya ga salah jg c,brangkali tu phon klo kna angin ntar malah roboh...&lt;br /&gt;sy ska tu ma nak" lowride, klo mlm minggu ska naek speda...&lt;br /&gt;kyanya asik tu...pgn c...gmna klo qta smw gabung jd ank lowrider..??hahhaha&lt;br /&gt;tp mahal harganya...haduuhh&lt;br /&gt;ada saran niy, gmna klo qta pas mlm minggu naek speda aja..??klo yg mw pacaran ya naek speda boncengan, d kasih kuda" ato tmpat duduk d blakangnya gt...kan retro tu kren...VINTAGE...hahaha&lt;br /&gt;ya minimal kluar naek mtor c bleh lah,tp nongkrong aja dmna ke' gt, yg penting jgn terlalu bnyk buang CO...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ato ad pendapat laen..??!&lt;br /&gt;ato mungkin boker aja sebanyak-banyaknya....&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/awartikel-648-AW_Corner-Kotoran_Manusia_Cegah_Global_Warming"&gt;http://www.andriewongso.com/awartikel-648-AW_Corner-Kotoran_Manusia_Cegah_Global_Warming&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;crita laennya &lt;a href="http://organisasi.org/gambaran-umum-global-warming-efek-dan-cara-untuk-mencegah-pemanasan-global-dunia"&gt;http://organisasi.org/gambaran-umum-global-warming-efek-dan-cara-untuk-mencegah-pemanasan-global-dunia&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;love our world...&lt;br /&gt;hahhaa...just for fun ah...&lt;br /&gt;ga serius...( maav bung alam,klo tulisannya hampir sama..)&lt;br /&gt;hehehehe&lt;br /&gt;tarian jari bodoh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : &lt;a href="http://www.hikayatpotpecah.deviantart.com/"&gt;Dicky Maulana&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-6490334262157156695?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/6490334262157156695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=6490334262157156695' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6490334262157156695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6490334262157156695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/03/catatan-di-akhir-minggu.html' title='Catatan di Akhir Minggu'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-6774122048942835377</id><published>2009-02-08T03:42:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T07:39:51.911-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Setahun Go Green Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" src="http://i23.photobucket.com/albums/b382/soakzzz/gogreenlogo2.gif" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="padding-left: 30px; text-align: justify;"&gt;Setahun yang lalu, saya dan &lt;a href="http://mellovegoodyakan.blogspot.com/"&gt;Melinda&lt;/a&gt; membuat &lt;a href="http://gogreenindonesia.blogspot.com/"&gt;Go Green Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya, saya begitu stress dengan berita-berita tentang global warming yang semakin lama semakin menggila dan menyeramkan, yang sangat ingin saya bagi kepada semua orang sehingga bumi ini bisa sempat diselamatkan. Hingga suatu kali saya melihat tulisan di &lt;em&gt;friendster&lt;/em&gt; Melinda, dia menulis sesuatu tentang 'Go Green' yang membuat saya tertarik untuk mengirim komen;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Jeng Mel, bikin blog tentang global warming gitu yuk?&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melinda menyambut ajakan saya dengan baik, kita pun melanjutkan obrolan lewat chatting. Dari mencari nama, membuat email, membuat blog, mencari artikel, blablabla hingga akhirnya tercetus nama &lt;span style="color: green;"&gt;Go Green Indonesia&lt;/span&gt; sesuai dengan tujuan kami sejak awal : menjadikan Indonesia lebih hijau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah beberapa artikel diposting dan blog &lt;span style="color: green;"&gt;Go Green Indonesia&lt;/span&gt; resmi diluncurkan, kami segera mempromosikan blog itu ke teman-teman kami yang sialnya, dicuekin. Hanya beberapa yang merespon dengan baik, bahkan salah satu teman saya, &lt;a href="http://oktaa.deviantart.com/"&gt;Okta&lt;/a&gt;, mengirimkan artikel global warming untuk kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa bulan berjalan, blog mulai dikunjungi para blogger. Kebanyakan dari mereka mendukung blog kami dengan memasang banner yang sudah kami siapkan. Semakin lama, alhamdulillah semakin banyak yang datang dan bertanya, &lt;em&gt;"Gimana caranya gabung di Go Green Indonesia?"&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena yang semakin banyak yang bertanya akhirnya saya mengobrol dengan Melinda untuk membuat semacam &lt;em&gt;member of Go Green Indonesia&lt;/em&gt; gitu. Saat itu Melinda hanya menjawab, "Lah terus membernya buat apaan jeng?" Saya jadi kembali mikir, iya juga ya. &lt;em&gt;Since&lt;/em&gt; kita juga &lt;em&gt;cuma&lt;/em&gt; posting di blog, belum ada dana buat acara apapun.. Tapi kemudian saya menjawab, "Biarin lah, biar blognya tersebar. Ini bukti bahwa orang-orang juga peduli sama bumi." Hingga saat ini, &lt;em&gt;friend of Go Green Indonesia&lt;/em&gt; (saya menyebutnya begitu, berhubung 'fungsi'nya juga sebagai 'teman' kami) mencapai 300 lebih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang paling fantastis menurut saya adalah &lt;a href="http://www.causes.com/gogreenindonesia"&gt;Cause Go Green Indonesia di facebook&lt;/a&gt;. Dari hanya sekitar 100 orang selama beberapa bulan, sekarang mencapai lebih dari 17.000 orang. Banyaknya orang yang ingin berpartisipasi membuat kami semakin bersemangat untuk menyuarakan stop global warming di sini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, dari banyaknya dukungan kepada kami, banyak juga yang tidak menyukai kami. Ada yang mengatakan kami ikut-ikutan, &lt;em&gt;useless&lt;/em&gt;, terlalu terlambat, sampai ada yang bilang "ngapain sok-sok ngurusin lingkungan, mending gue ngurusin---(cause milik dia)". Untungnya, yang sering mendapat serangan seperti itu adalah Melinda mehehe yang biasanya saya hanya bilang, "Sabar aja jeng.." Yang pasti kami mencoba sebaik mungkin untuk tidak terpancing emosi, toh niat awal kami di sini baik kok.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai detik ini, kami memang belum ada acara yang telah dibuat karena, sekali lagi, terhambat oleh dana. Beberapa kali kami pernah diajak acara, yang sayangnya selalu ditolak (kecuali acara &lt;strong&gt;Greenpeace&lt;/strong&gt; kemarin) karena bentrok dengan jadwal sekolah dan kuliah. Sempat di-email oleh &lt;strong&gt;Planet Remaja Antv&lt;/strong&gt;, yang anehnya setelah saya balas malah gak ada kabar hahaha. Kami juga pernah dua kali ikut &lt;strong&gt;lomba blog dengan tema lingkungan&lt;/strong&gt;, tapi sayangnya kalah semua (aib kok diumbar haha).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sangat berterimakasih kepada semua yang sudah me-link Go Green Indonesia di blognya atau memasang banner Go Green Indonesia, ikut menjadi &lt;em&gt;friend of Go Green Indonesia&lt;/em&gt;, mengajak untuk berpartisipasi dalam acaranya, mengajak berafiliasi, dan juga yang telah mengirimkan artikel.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga saja aksi kami di Go Green Indonesia ini bisa ikut membantu menyadarkan masyarakat Indonesia khususnya dalam masalah global warming. Karena bumi ini cuma satu, dan kita harus menjaganya baik-baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;xoxo,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://syalalla.wordpress.com/"&gt;Lala&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-6774122048942835377?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/6774122048942835377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=6774122048942835377' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6774122048942835377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6774122048942835377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/02/setahun-go-green-indonesia.html' title='Setahun Go Green Indonesia'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-4413641792556982830</id><published>2009-01-20T02:20:00.000-08:00</published><updated>2011-06-27T06:28:10.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Menjadi Sahabat Bumi yang Baik - Kompetisi Website Kompas Muda - im3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini bumi, tempat tinggal kita satu-satunya di dunia ini, sudah menjadi teman—bahkan sahabat yang sangat baik bagi kita. Dia selalu menyediakan apapun yang kita butuhkan; saat kita lapar dia menyediakan tumbuhan dan binatang untuk kita, saat kita haus dia sudah menyiapkan air untuk kita semua, dan yang pasti dia menyediakan oksigen untuk kita tetap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah terlalu banyak—sangat-sangat banyak yang bumi lakukan untuk kita. Lalu apa balasan kita –yang mengaku sebagai sahabat bumi—untuknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mocca, di salah satu lagunya yang berjudul friend, mengatakan, it’s you a friend in need is a friend indeed. Bumi memang selalu ada saat kita butuhkan, tapi apa kita selalu ada saat bumi membutuhkan pertolongan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita lihat apa yang telah dilakukan manusia kepada bumi, sejauh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #009900; font-weight: bold;"&gt;1. Penebangan Hutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bumi dengan baik hati memberikan ‘bonus’ kepada kita agar kita bisa bernafas lebih mudah. Dia menyediakan pohon-pohon di hutan sana, agar produksi oksigen lebih lancar. Tapi apa yang terjadi? Manusia menebangnya sembarangan, merusaknya, bahkan membakarnya. Tanpa rasa berterimakasih manusia malah menghancurkan apa yang bumi telah berikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #009900; font-weight: bold;"&gt;2. Penggunaan Barang Tambang Berlebihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Demi mencapai dunia industri dan peradaban serba modern dengan pesat, manusia menggunakan barang tambang dengan berlebihan. Contohnya, minyak bumi, batu bara, nikel, emas, pasir, tembaga, dan perak. Ingat, barang tambang seperti itu tidak bisa diperbaharui, dengan kata lain akan habis, suatu hari nanti. Mungkin saat ini kita bisa senang karena barang-barang tambang itu melimpah sehingga kita menggunakannya dengan sepuasnya. Tapi nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang paling mudah dilihat mungkin minyak bumi. Kita bisa lihat sendiri berapa banyak kendaraan yang membutuhkan bensin setiap harinya. Berapa banyak kendaraan yang bertambah di bumi ini setiap harinya. Sayangnya, pertambahan kendaraan itu berbanding terbalik dengan banyaknya minyak di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan Energy Information Administration .USA, setiap harinya penduduk bumi menghabiskan minyak sekitar 80 juta barel. Alias hampir 30 miliar barel per tahun. Kalau kita jumlahkan dalam kurun waktu seabad, maka manusia telah menghabiskan minyak sebanyak sekitar 3 triliun barel. Setara dengan 450 triliun liter. Atau lebih dari 300 triliun ton. Artinya, dalam 100 tahun terakhir ini isi perut Bumi telah kehilangan cairan minyak sebanyak 300 triliun ton. Atau, bervolume 450 triliun liter. Kalau sebuah kapal tangker isinya 100.000 liter, maka ini sama dengan 4,5 miliar kapal tanker.&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan kan, betapa ’kosongnya’ perut bumi? Itu hanya diakibatkan oleh minyak bumi loh, belum yang lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #009900; font-weight: bold;"&gt;3. Membangun Gedung-gedung tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://th00.deviantart.com/fs35/300W/f/2008/301/f/1/f1fbff50c3552a17cbc68306fcbc3664.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Manusia memang berrevolusi, semakin lama semakin modern. Salah satunya dengan membangun banyak gedung tinggi di kota-kota besar. Efek dari membangun gedung-gedung tinggi ini sangat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik tanah di sekitarnya akan berubah, sirkulasi angin terhambat dengan adanya gedung-gedung menjulang tinggi itu, dan yang paling parah, adalah perubahan iklim. Pembangunan gedung-gedung yang berdinding kaca juga akan mengakibatkan peningkatan panas, karena kaca-kaca itu memantulkan langsung radiasi panas matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #009900; font-weight: bold;"&gt;4. Perusakan ekosistem laut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Laut adalah tempat yang bumi berikan untuk kita, di dalamnya berisi berbagai macam hal. Dan manusia, lagi-lagi, dengan seenaknya merusak laut. Terumbu karang, pengambilan fauna dengan seenaknya sehingga mengakibatkan fauna itu akan punah, perusakan hutan mangrove.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru beberapa, masih banyak sekali hal-hal lain yang kita lakukan. Tidakkah kita terlihat sebagai teman yang jahat? Teman yang hanya ingin mengambil keuntungan, dan membalasnya dengan perbuatan yang merusaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sekarang bumi ’marah’, wajar gak? Coba lihat beberapa ’kemarahan’ bumi akibat ulah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Contoh yang paling sering diomongkan adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pemanasan global&lt;/span&gt;. Pemanasan global a.k.a global warming adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan. &lt;/span&gt;(http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dari posting kami sebelumnya sudah banyak diceritakan efek-efek dari pemanasan global ini, berbagai akibat, bahaya-bahaya yang terjadi, yang semuanya mengerikan. Air laut pasang, es di kutub mencair, bumi semakin panas, polar bear kehilangan tempat tinggal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tahu, pemanasan global ini tidak bisa dicegah, tapi kita masih bisa memperlambat efek dari pemanasan global ini. Ada beberapa tindakan yang sangat mudah yang dapat kita lakukan. Tidak usah menyuruh orang lain untuk melakukan, cukup menyuruh diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://fc16.deviantart.com/fs25/i/2008/107/0/a/global_warming_by_syalalla.jpg" style="height: 265px; width: 473px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-weight: bold;"&gt;1. Switch Off&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Matikan sumber listrik yang tidak dibutuhkan. Saat televisi tidak ditonton, laptop tidak digunakan, AC yang terus-menerus menyala,, kita cukup memencet tombol off dan mencabut listrik. Yakinkan bahwa sambungan benar-benar terputus sehingga listrik tidak mengalir. Bahkan MTV dengan program switch-nya juga meminta kaum muda untuk me-switch alat listrik yang tidak digunakan J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-weight: bold;"&gt;2. Membuang sampah pada tempatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang terlalu sering kita dengar tetapi cukup susah untuk dilakukan. Apa susahnya sih, membuang sampah di tempat sampah? Atau kalau tidak ada tempat sampah terdekat, menyimpannya dahulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-weight: bold;"&gt;3. Meminimalisasi penggunaan plastik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekarang semakin banyak tas belanja yang dapat kita gunakan sebagai pengganti plastik. Yang termudah bisa didapat di carefour hanya dengan sepuluh ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-weight: bold;"&gt;4. Menggunakan kendaraan umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghemat bahan bakar yang semakin lama semakin berkurang, kita bisa menggunakan kendaraan umum. Selain lebih murah, memakai kendaraan umum juga dapat mengurangi polusi, jika dibandingkan kita semua memakai kendaraan sendiri. Tapi, kalau jarak yang ingin ditempuh masih kurang dari 5 km, ada baiknya kita berjalan kaki, atau dengan sepeda. Selain sehat, juga dapat mengurangi polusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-weight: bold;"&gt;5. Mengurangi makan daging&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan lingkungan yang diterbitkan pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa, "industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). " Hampir seperlima (20 persen) dari emisi karbon berasal dari peternakan. Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari semua kendaraan di dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh memperbanyak sayuran juga membuat pola konsumsi kita lebih sehat, atau mungkin untuk yang lagi diet bisa cepat kurus! :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-weight: bold;"&gt;6. Menanam satu buah pohon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan menanam satu buah pohon, jika dilakukan oleh setiap orang pasti akan berakibat sangat baik. Semakin hijau, semakin damai lingkungan kita, hati pun ikut tentram melihat hijau-nya lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan selain hal-hal ’klise’ di atas. Di posting-posting sebelumnya mungkin kami juga pernah mengingatkan. Tapi sekarang, apakah kita semua sudah melakukannya? Apakah saya sudah melakukannya? Kamu? Dia? Mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi ini milik kita, sahabat kita, bagian dari hidup kita. Kita yang ingin mendapatkan isinya, kita juga yang harus merawatnya. Kalau bukan kita, siapa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xoxo,&lt;br /&gt;Lala &amp;amp; Melinda&lt;br /&gt;Go Green Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk mengikuti : &lt;a class="contentpagetitle" href="http://www.mudaers.com/news/update-hut-muda/88-muda-blog-competition" style="color: #009900;"&gt;Kompetisi Desain dan Penulisan Web / Blog &lt;/a&gt;di &lt;a href="http://www.mudaers.com/"&gt;Mudaers&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;'kompetisi website kompas muda - im3'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mudaers.com/"&gt;&lt;img src="http://www.mudaers.com/images/stories/hutmuda2/kupon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;span id="formatbar_Buttons" style="display: block;"&gt;&lt;span class="" id="formatbar_JustifyFull" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseup="" style="display: block;" title="Rata Penuh"&gt;&lt;img alt="Rata Penuh" border="0" class="gl_align_full" src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-4413641792556982830?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/4413641792556982830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=4413641792556982830' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4413641792556982830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4413641792556982830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/01/menjadi-sahabat-bumi-yang-baik_20.html' title='Menjadi Sahabat Bumi yang Baik - Kompetisi Website Kompas Muda - im3'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5511886876808584031</id><published>2009-01-13T19:59:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T20:01:29.274-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what we should do'/><title type='text'>Menjadi Sahabat Bumi yang Baik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Klo ditanya: Apa sih arti dari sebuah persahabatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing orang pasti punya pendapat yang berbeda, nah klo saya ditanya arti dari sahabat, maka saya menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sahabat adalah orang yang bisa menemani dan menjaga kita, di saat kita susah atau senang. Sahabat adalah dia yang tidak membuat kita kecewa, tidak menyakiti kita, dan selalu saling menghargai".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, bagaimana cara kita menjadi sahabat bumi yang baik?? Di sini saya tidak akan membahas apa saja yang harus kita lakukan untuk menjaga bumi ini, karena sudah banyak sekali artikel yang bertebaran di internet. Tapi di sini saya hanya ingin mengubah pola pikir teman-teman bagaimana seharusnya kita dalam menjaga bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan memulainya dengan sebuah cerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Suatu hari seorang raja menyuruh seluruh rakyatnya membawa 1 sendok madu. Ada satu orang yang berpikir "ah, saya bawa 1 sendok air saja, tidak akan keliatan bila bercampur dengan banyak madu dari orang lain".. Sang raja terus menyuruh rakyatnya mengumpulkan madu yang mereka bawa ke dalam satu tong.. Ah, betapa terkejutnya sang raja, ternyata isi tong bukan madu, tetapi berisi air semua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klo kata-kata dalam cerita di atas diterjemahkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Ah, &lt;strong&gt;hanya saya&lt;/strong&gt; yang membawa satu sendok air, orang lain tidak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini yang terus saya ingat, jangan pernah berpikir "hanya saya". Karena diluar sana banyak sekali orang yang berpikir seperti teman-teman. Jadi seharusnya kita berpikir "Bukan hanya saya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kecil saja, "hanya saya" yang membuang sampah sembarangan. Klo semua orang berpikir seperti ini, Apa yang bakal terjadi? Mungkin bumi ini akan dipenuhi dengan sampah yang bertebaran di sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mulailah berpikir "Bukan hanya saya", mulailah sesuatu dengan "Saya melakukan ini semua untuk kepentingan banyak orang, untuk orang-orang yang saya cintai, untuk &lt;strong&gt;Sahabat-ku Bumi&lt;/strong&gt; yang saya cintai", dan lain sebagainya. Untuk semua yang mendatangkan kebaikan bagi diri saya, orang lain, dan lingkungan, karena kita tidak hidup sendiri dan kita hidup di bumi. &lt;strong&gt;Jadilah sahabat yang baik bagi-nya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dikirim oleh : &lt;a href="http://menjaga-bumi.blogspot.com/"&gt;wahyu sya'ban&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5511886876808584031?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5511886876808584031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5511886876808584031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5511886876808584031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5511886876808584031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/01/menjadi-sahabat-bumi-yang-baik.html' title='Menjadi Sahabat Bumi yang Baik'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-7110893434494934067</id><published>2009-01-13T19:54:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T07:40:31.995-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Pemanasan Global Ancam Negara Kepulauan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pemanasan Global Ancam Negara Kepulauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 1 Desember 2008 | 18:08 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEDAN, SENIN - Pemanasan global yang mengakibatkan kenaikan suhu diatas permukaan bumi mengancam keberadaan negara-negara kepulauan seperti Indonesia, Filipina dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan Ketua Program Doktor dan Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Alvi Syahrin, saat sosialisasi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim, di Medan, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, pemanasan global yang terjadi diramalkan juga akan mencairkan lapisan es Greendland hingga menyebabkan naiknya permukaan laut menuju tujuh meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ini sampai terjadi, maka pulau-pulau kecil dibelahan dunia akan tenggelam oleh air laut. Indonesia sendiri dalam dua tahun belakangan ini sudah kehilangan 24 pulau-pulau kecil akibat naiknya permukaan laut,"katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pada kesempatan yang sama Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sumatera, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Ir.Sabar Ginting MBA, mengatakan, rata-rata tahunan es lautan artik telah menciut sebesar 2,7 persen perdekade, dengan penurunan lebih besar pada saat musim panas sebesar 7,4 persen per dekade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan glacier dan tutupan es juga berkontribusi terhadap kenaikan permukaan air laut sebesar 0,5 mm per tahun dari tahun 1961 hingga 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat pemanasan global, kata dia, pada pertengahan abad rata-rata run off sungai dan ketersediaan air diproyeksikan akan meningkat 10-40 persen didaerah lintang tinggi dan dibeberapa wilayah tropis basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara diwilayah daerah lintang menengah dan daerah tropis kering ketersediaan air akan menurun sekitar 10-30 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh : d.wiiey_rd@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-7110893434494934067?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/7110893434494934067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=7110893434494934067' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7110893434494934067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7110893434494934067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2009/01/pemanasan-global-ancam-negara-kepulauan.html' title='Pemanasan Global Ancam Negara Kepulauan'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5226585502014366892</id><published>2008-12-24T07:18:00.001-08:00</published><updated>2010-11-07T07:40:38.810-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Es Kutub Utara Mencair Lebih Cepat</title><content type='html'>Washington.&lt;br /&gt;Lapisan es di Kutub Utara terus mencair lebih cepat dari sebelumnya akibat pengaruh pemanasan global. Pantauan lapisan es di Kutub Utara yang dilakukan satelit dalam 30 tahun ini memperlihatkan lapisan es disana mencapai tingkat terendah pada Agustus tahun 2008 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti Amerika Serikat dari Pusat Data Nasional Salju dan Es (NSIDC) menyebutkan, pada pengukuran 26 Agustus, luas permukaan es di Kutub Utara menyusut hingga 5,26 juta kolometer persegi, berkurang dibandingkan dengan 21 September 2005 yang seluas 5,32 juta kilometer persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal Agustus, menurut Boulder, badan pemantauan Kutub Utara yang berbasis di Colorado, AS, permukaan es disana menyusut sebanyak 0.006 juta kilometer persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencairnya es di Kutub Utara, menurut NSIDC, berlangsung sangat cepat dan ekstensif. Ini memungkinkan luas permukaan es akan menyusut hingga dibawah 4,25 juta kilometer persegi. Angka 4,25 juta kilometer persegi, berdasarkan pantauan satelit, merupakan angka terendah luas permukaan es di Kutub Utara, yang tercatat pada musim panas tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata luas permukaan es di Kutub Utara, menurut pantauan, selama tahun 1979-2000 adalah 7,23 juta kilometer persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Intinya adalah tren negatif es pada musim panas memperpanjang berlanjutnya kecenderungan yang telah berlangsung beberapa dekade," demikian tulis NSIDC dalam laporannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glasiologis NSIDC, Mark Serreze memperingatkan, Kutub Utara bahkan bisa tidak berlapiskan es lagi pada bulan September untuk pertama kalinya dalam sejarah modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hiii serem banget kaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;sumber : Kompas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5226585502014366892?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5226585502014366892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5226585502014366892' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5226585502014366892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5226585502014366892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/12/es-kutub-utara-mencair-lebih-cepat.html' title='Es Kutub Utara Mencair Lebih Cepat'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-8920307356957102199</id><published>2008-12-13T08:56:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T07:40:45.485-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>HOAX</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;walau ini HOAX, gak ada salahnya dibaca, untuk semakin mengingatkan kita tentang bahaya Global Warming dan terus melakukan sesuatu yang lebih baik untuk bumi kita tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ramalan Jucelino juga menyebutkan kedatangan jaman es&lt;br /&gt;Ia juga meramalkan dengan tepat tentang anomali cuaca, salah&lt;br /&gt;satunya, pada tahun 2003 terjadi suhu panas di Eropa, di dalam surat&lt;br /&gt;peringatan tanggal 29 Oktober 2001 Jucelino meramalkan: “Alam akan&lt;br /&gt;menyerang balik bumi, kenaikan temperatur di Perancis, Jerman dan&lt;br /&gt;Portugal menimbulkan puluhan ribu korban tewas, bencana ini bisa&lt;br /&gt;terjadi pada tahun 2003 dan 2004.” Realitanya, suhu musim panas di&lt;br /&gt;Eropa pada tahun 2003 mencapai puncaknya, terdapat sekitar 35 ribu&lt;br /&gt;orang mati kepanasan. Diantaranya di Perancis dan Jerman yang paling&lt;br /&gt;hebat, korban tewas di Perancis sebanyak 14.000 jiwa, di Jerman&lt;br /&gt;sekitar 7.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disimak dari ramalan Jucelino, pemanasan global semakin lama semakin&lt;br /&gt;naik, sampai tahun 2012 suhu di negara Afrika barangkali bisa&lt;br /&gt;mencapai 58° Celcius yang meresahkan orang, bersamaan dengan itu&lt;br /&gt;juga bisa terjadi kekurangan air yang parah, sesudah itu suhu juga&lt;br /&gt;akan sema-kin naik, hingga tahun 2015 suhu rata-rata bumi bisa&lt;br /&gt;mencapai 59° Celcius, banyak orang akan mati kepanasan, ketakutan&lt;br /&gt;besar umat manusia akan semakin menggl-bal. Apabila betul-betul&lt;br /&gt;terjadi seperti itu, tentu saja bisa berakibat kekeringan dan&lt;br /&gt;kekurangan pasokan pangan dan menimbulkan ketegangan antar negara,&lt;br /&gt;Ju-celino juga meramalkan tahun 2011 bisa jadi kekurangan air maka&lt;br /&gt;menimbulkan meletusnya perang baru, tentang perang ini ia tidak&lt;br /&gt;meramalkan secara rinci, namun dirasakan itu bukannya perang&lt;br /&gt;perbatasan yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun gejala pemanasan yang terjadi sekarang ini bukannya&lt;br /&gt;seperti yang dianggap para pakar cuaca bahwa “kecepatan pemanasan&lt;br /&gt;sangat lamban”, melainkan melonjak dengan drastis. Akan tetapi&lt;br /&gt;pemanasan seolah-olah juga mutlak tidak berlangsung terus menerus,&lt;br /&gt;sesudah pemanasan global, telah menanti gejala berbalik menjadi&lt;br /&gt;ekstrim dingin. Asalkan suhu bumi sedemikian meningkat drastis,&lt;br /&gt;pulau Greenland dan kutub selatan akan ada es dalam jumlah cukup&lt;br /&gt;besar yang meleleh, hal mutlak yang tak dapat dihindari, alhasil&lt;br /&gt;sirkulasi besar samudra menjadi lemah sehingga berubah menjadi efek&lt;br /&gt;pendinginan, meluncur secepat kilat, yang me-nandakan akan terjadi&lt;br /&gt;sebuah kelahiran jaman es baru. Dalam ramalan Jucelino sepertinya&lt;br /&gt;juga dibuktikan bahwa pada tahun 2027 sesudah terjadi keadaan&lt;br /&gt;pendinginan global, masih lagi akan menghadapi sebuah jaman es yang&lt;br /&gt;baru. Isi detail ramalan tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gunung berapi Yellow Stone Park di Amerika mulai meletus, oleh&lt;br /&gt;karena semburan api begitu besar sehingga menga-kibatkan lahar dan&lt;br /&gt;asap akan meluas ke segala penjuru hingga sejauh 1.600 km, seperti&lt;br /&gt;Kansas, Nebraska dan Montana dan lain sebagainya, bakal mengalami&lt;br /&gt;bencana besar, sesudah gunung api ini meletus bisa terlahir lagi&lt;br /&gt;jaman es baru. Letusan gunung berapi bukan hanya terjadi di Yellow&lt;br /&gt;Stone Park , di seluruh tempat di dunia bisa juga terjadi, oleh&lt;br /&gt;karena semburan asap telah menutupi matahari, lebih-lebih lagi arus&lt;br /&gt;sirkulasi besar dari samudera terhenti maka telah merangsang&lt;br /&gt;pembentukan gejala pendinginan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-8920307356957102199?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/8920307356957102199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=8920307356957102199' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/8920307356957102199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/8920307356957102199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/12/hoax.html' title='HOAX'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-4508646304064045506</id><published>2008-12-10T09:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T19:32:04.269-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Report : Global Day Action</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 517px; height: 344px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3052/3085806959_3e765348b3_b.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Acara Greenpeace yang diadakan pada 6 Desember 2008 lalu. yang kami lakukan :&lt;br /&gt;- face painting&lt;br /&gt;- long march&lt;br /&gt;- making human banner&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUCFJvf97lI/AAAAAAAAAo4/hqWIFNSxr_s/s1600-h/CIMG0984.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; cursor: pointer; width: 242px; height: 167px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUCFJvf97lI/AAAAAAAAAo4/hqWIFNSxr_s/s320/CIMG0984.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278365165694086738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUACcE_3SdI/AAAAAAAAAno/90_aku49A8Q/s1600-h/CIMG1032.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 222px; height: 167px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUACcE_3SdI/AAAAAAAAAno/90_aku49A8Q/s320/CIMG1032.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278221444679420370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUADrvzsmwI/AAAAAAAAAoI/ZJmlWRb7d7g/s1600-h/CIMG1027.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; cursor: pointer; width: 224px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUADrvzsmwI/AAAAAAAAAoI/ZJmlWRb7d7g/s320/CIMG1027.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278222813380778754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUACb_IBWvI/AAAAAAAAAng/yokSnHBPWSE/s1600-h/CIMG1024.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 167px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUACb_IBWvI/AAAAAAAAAng/yokSnHBPWSE/s320/CIMG1024.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278221443103021810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUACbrWwPiI/AAAAAAAAAnY/MIFI3aqHQHY/s1600-h/CIMG0989.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 223px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUACbrWwPiI/AAAAAAAAAnY/MIFI3aqHQHY/s320/CIMG0989.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278221437796105762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUADr8EybQI/AAAAAAAAAoQ/KYIddhNpiDE/s1600-h/CIMG1022.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 223px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUADr8EybQI/AAAAAAAAAoQ/KYIddhNpiDE/s320/CIMG1022.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278222816673688834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUADr873DgI/AAAAAAAAAoY/reqV2HjWwBM/s1600-h/CIMG1015.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 222px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUADr873DgI/AAAAAAAAAoY/reqV2HjWwBM/s320/CIMG1015.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278222816904678914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUADrb52Z0I/AAAAAAAAAoA/vWjzDNkh0eQ/s1600-h/CIMG1030.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 167px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUADrb52Z0I/AAAAAAAAAoA/vWjzDNkh0eQ/s320/CIMG1030.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278222808037877570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1024/182/89/667676434/n667676434_1017761_3035.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 223px; height: 167px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1024/182/89/667676434/n667676434_1017761_3035.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUADsdpglCI/AAAAAAAAAog/tP25Sl4IazE/s1600-h/CIMG1013.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUADsdpglCI/AAAAAAAAAog/tP25Sl4IazE/s320/CIMG1013.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278222825686078498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUCFHuUMtCI/AAAAAAAAAoo/C17BR_KQmoM/s1600-h/CIMG0992.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUCFHuUMtCI/AAAAAAAAAoo/C17BR_KQmoM/s320/CIMG0992.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278365131016549410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUCFJDsqPmI/AAAAAAAAAow/SqCAjRvbWvo/s1600-h/CIMG0985.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUCFJDsqPmI/AAAAAAAAAow/SqCAjRvbWvo/s320/CIMG0985.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278365153936162402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUACcsixErI/AAAAAAAAAnw/pZFYf19vV4A/s1600-h/CIMG1052.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 167px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUACcsixErI/AAAAAAAAAnw/pZFYf19vV4A/s320/CIMG1052.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278221455294796466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUACcoOMVZI/AAAAAAAAAn4/FXxl6gWCIxE/s1600-h/CIMG1033.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 477px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SUACcoOMVZI/AAAAAAAAAn4/FXxl6gWCIxE/s320/CIMG1033.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278221454134760850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-4508646304064045506?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/4508646304064045506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=4508646304064045506' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4508646304064045506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4508646304064045506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/12/report-global-day-action.html' title='Report : Global Day Action'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm4.static.flickr.com/3052/3085806959_3e765348b3_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-969961609998223496</id><published>2008-12-01T08:01:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T07:41:30.317-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Global Warning of Global Warming</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan di bawah berikut ini mungkin akan membuat kita tersentak sekaligus terbelalak. Ia berbunyi: “Pernyataan pemanasan global itu sungguh nyata cuma omong kosong. Pernyataan itu diulang-ulang oleh para aktivis guna meyakinkan sekaligus menakut-nakuti publik bahwa iklim akan berubah menjadi malapetaka, dan aktivitas manusialah penyebab utamanya.” Kalimat itu diucapkan senator AS dari Partai Republik, James Inhofe, yang juga merupakan Ketua Environment and Public Works Committee Senat AS, setahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu diperkuat lagi dengan pernyataan Direktur NASA Michael Griffin dalam wawancara dengan sebuah radio lokal di AS belum lama ini, yang menunjukkan keraguan sang direktur bahwa pemanasan global adalah tantangan terbesar yang harus diatasi manusia. Dalam wawancara tersebut, salah satu petikan pernyataan Griffin yang kemudian banyak dikutip adalah, “Iklim bumi saat ini adalah iklim yang terbaik yang pernah kita punyai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah pemanasan global sungguh-sungguh merupakan akibat dari ulah manusia yang terlalu rakus mengeksploitasi bumi dan ceroboh menjaga keseimbangan alam? Apakah pemanasan global dan perubahan iklim adalah hal terpenting yang harus diatasi manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inhofe memaparkan beragam fakta dan kutipan yang mendukung argumennya. Menurutnya, media memainkan peranan penting dalam menggelorakan isu yang tidak benar ini. Ia pun mengungkapkan penelusurannya terhadap laporan beberapa media terkemuka seperti Newsweek, Majalah Time, Harian New York Times, Chicago Tribune, dan juga Jurnal Science News. Didapatinya, media-media tersebut pada era tahun 1900-an justru melaporkan kekhawatiran akan datangnya abad es, bukan pemanasan atau melelehnya es. Hingga periode 1920-1930-an sampai menjelang akhir tahun 1970-an, media-media terkemuka di AS itu masih sangat gencar memberitakan dan melaporkan bahaya perubahan bumi menjadi bola es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun melecehkan Protokol Kyoto, sebuah protokol yang ditandatangani oleh sebagian besar negara di kolong bumi ini guna mengurangi emisi gas-gas pembentuk rumah kaca di mana AS menolak menandatanganinya, sebagai kesepakatan dan solusi yang tidak ada artinya dalam rangka mengurangi emisi gas-gas berbahaya ke atmosfir bumi. Menurutnya, cara paling efektif untuk mengurangi gas-gas tersebut adalah penggunaan alat pembersih gas dan teknologi yang lebih efisien untuk menekan gas tersebut bertebaran ke angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pernyataan Inhofe berbau politis itu tak menyurutkan gerakan global di seluruh dunia bahwa ancaman pemanasan bumi sungguh-sungguh nyata dan harus diperangi dari sekarang oleh semua pihak. Inhofe, politisi dari Partai Republik, sebagaimana halnya Presiden AS George W. Bush yang juga dari Partai Republik, jelas tidak mau kepentingan mereka terusik terusik gara-gara harus menekan emisi gas rumah kaca yang di AS sebagian besar dihasilkan dari pembangkit listrik berenergi fosil (BBM, batubara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Inhofe dan Bush yang bersikap “bebal” terhadap perubahan iklim. Lebih dari 17 ribu ilmuwan -- dua ribu lebih di antaranya adalah fisikawan, geofisikawan, ahli iklim, ahli meteorologi, dan pakar lingkungan- menandatangani petisi yang diedarkan oleh Oregon Institut of Science and Medicine di AS. Salah satu kalimat dalam petisi itu menyatakan, “Tidak ada bukti-bukti ilmiah bahwa pelepasan gas karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan gas-gas rumah kaca lainnya yang mengakibatkan pemanasan akut terhadap temperatur bumi dan kerusakan pada iklim bumi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kenyataan dan pernyataan politik yang diungkapkan di atas, fakta-fakta berikut ini berbicara jauh lebih kuat dan nyata, memperlihatkan ke mana arah perubahan iklim di bumi ini akan menuju dan bermuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fakta-fakta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai dari yang jauh dengan kita, Laut Arktik. Lautan ini sebagian besar dikenali sebagai samudera es. Ilmuwan yang mengamati perubahan pada lautan es ini mencatat terjadinya peningkatan panas dua kali lebih cepat dibandingkan pemanasan di tingkat global. Sejak tahun 1980, samudera es yang terletak Arktik yang berada di wilayah Eropa telah mencair antara 20-30 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di Eropa, pegunungan Alpens yang tadinya sebagian besar diselubungi salju mengalami kemerosotan deposit salju yang parah. Delapan dari sembilan area gletser/glacier menunjukkan derajat kerusakan yang signifikan dan dalam kurun waktu satu abad sudah kehilangan sepertiga dari wilayah es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di Eropa, seluruh dataran tinggi di dunia yang selama ini dikenal memiliki puncak gunung es juga lumer. Salju di puncak gunung tertinggi di Afrika, Kilimanjaro, setiap bulannya meleleh tak kurang dari 300 meter kubik. Gunung yang terletak di Tanzania ini menderita kebotakan salju parah bilamana membandingkan foto udara yang diambil pada tahun 1974, 1990, dan 2001. Dalam periode satu abad pengamatan, salju di puncak gunung itu meleleh hingga mencapai 82%. Bila salju tak lagi betah hinggap di puncak gunung itu, nama gunung itu boleh jadi harus diubah, karena Kilimanjaro dalam bahasa setempat berarti gunung yang putih atau gunung yang bercahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari beralih ke kawasan yang melahirkan banyak seniman bola, Amerika Selatan. Salju di negeri-negeri seperti berdataran tinggi seperti Argentina, Peru, Chili juga menurun drastis. Pegunungan Andes, salah satu surga salju di dunia, mengalami pelelehan salju ke arah puncak gunung yang sangat signifikan. Antara tahun 1963 hingga 1978, salju mencair rata-rata 4 meter per tahun, dan sejak tahun 1995 hingga sekarang, pelelehan salju mencapai kecepatan 30,1 meter per tahun di seluruh kawasan yang mengandung glacier. Sementara di Venezuela, negeri penghasil Miss World terbanyak, dari 6 glacier yang dimiliki negeri tersebut pada tahun 1972, kini hanya tersisa dua lagi, dan akan hilang paling lambat 10 tahun sejak sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dari melelehnya salju adalah meningkatnya permukaan air laut, pertama-tama di kawasan tersebut. Di negeri bola Brasil, garis pantai yang hilang menjadi lautan rata-rata berkisar 1,8 meter per tahun pada kurun waktu antara 1915 hingga 1950 dan meningkat menjadi 2,4 meter per tahun pada kurun waktu sepuluh tahun antara 1985-1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di Asia, juga di Indonesia, akibat pemanasan global? Sama dengan yang terjadi di benua lain, salju-salju di dataran tinggi Asia mengalami pelelehan yang drastis sekaligus dramatis. Himalaya, gunung tertinggi di dunia yang menjadi kantong air beku di “atap langit” terus kehilangan saljunya secara konsisten. Glacier-glacier di Pegunungan Himalaya yang tersebar di negara-negara seperti India, Tibet, Bhutan, China, terdegradasi dengan amat cepat. Tujuh sungai besar di Asia yang bermata air dari Himalaya yakni Gangga, Indus, Brahmaputra, Mekong, Thanlwin, Yangtze, dan Sungai Kuning terancam eksistensinya yang berakibat pada ratusan juta umat manusia di kawasan sepanjang aliran sungai-sungai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya di kawasan Asia Selatan, salju di Asia Tengah yang juga terus lenyap satu per satu. Itu terjadi pula di Puncak Jaya, Papua, satu-satunya daerah pegunungan tinggi di Indonesia yang memiliki salju. Bila foto udara pada tahun 1972 memperlihatkan puncak gunung yang hampir seluruhnya diselimuti salju, sekarang puncak gunung itu hanyalah berisi bebatuan dan pepohonan belaka. Artinya, tidak ada lagi salju di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelelehan es yang diungkap di atas baru merupakan sebagian dari yang sebenarnya terjadi. Berdasarkan laporan terakhir Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) terakhir yang dirilis tahun 2007 ini, 30 salju di pegunungan di seluruh dunia kehilangan ketebalan hingga lebih dari setengah meter hingga tahun 2005 saja. Dua tahun yang terakhir belum masuk dalam laporan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsekuensi dan Risiko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena energi bersifat kekal, salju-salju tadi dengan sendirinya tidak hilang dan hanya berubah bentuk. Ibarat es yang ada dalam sebuah gelas, ketika ia terkena panas dan mencair, volume air itu tidak berkurang atau bertambah, melainkan hanya berubah. Maka, konsekuensi pertama dari meningkatnya suhu bumi yang melelehkan salju dan deposit-deposit air tadi adalah kian bertambahnya air di permukaan bumi. Peningkatan tersebut dapat dideteksi di seluruh penjuru bumi dan dibuktikan melalui sejumlah foto udara yang membandingkan suatu kawasan pada puluhan tahun silam dengan kondisi kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, konsekuensi meningkatnya suhu bumi tidaklah sesederhana itu. Perubahan-perubahan ekologis yang terjadi pada lingkungan di mana manusia dan makhluk hidup lainnya hidup membawa dampak yang mengerikan bagi umat manusia. Hukum fisika menyatakan, angin bergerak dari tempat yang dingin ke tempat yang lebih panas. Nah, perbedaan temperatur suatu kawasan dengan kawasan lain yang sangat ekstrem pada waktu bersamaan telah memicu munculnya angin topan, badai, dan tornado menjadi lebih sering dibandingkan beberapa tahun silam. Negara-negara di kawasan Amerika Utara, Tengah, Selatan dan Karibia, Eropa, juga Asia Selatan dan Timur sudah merasakan dampak yang ditimbulkan dari topan badai ini. Topan yang memiliki nama-nama nan indah menerpa warga di seluruh bumi secara memilukan dan sekaligus mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus pergerakan air tidak hanya membawa musibah banjir bandang, tetapi juga disertai tanah longsor akibat penggundulan hutan yang berlangsung setiap menit. Dalam waktu bersamaan, belahan dunia yang satu terancam kekeringan dan kebakaran, tempat lainnya dilanda topan badai, banjir dan tanah longsor yang menyengsarakan ratusan juta umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsekuensi di Tingkat Lokal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekeringan di daerah Gunung Kidul misalnya, mungkin saja sudah menjadi fakta jamak yang berlangsung setiap tahun dan sudah sejak puluhan tahun hal itu terjadi. Akan tetapi, kesulitan air yang dialami oleh warga di lereng Gunung Merapi lima tahun terakhir ini misalnya, tentu sebuah fakta baru yang menunjukkan betapa air makin sulit didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan para petani sayuran di lereng Gunung Merbabu misalnya, juga sesuatu yang masih terdengar asing. Grojogan Sewu memang masih menumpahkan airnya. Tetapi dibandingkan lima belas tahun silam misalnya, grojogan itu sekarang telah berubah menjadi tak lebih dari pancuran. Beberapa puluh tahun yang akan datang, boleh jadi ia tinggal menjadi tetesan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru dari sisi kelangkaan air. Dari sisi perubahan iklim, semua kota dan wilayah di Indonesia menjadi korbannya. Di Jawa bagian tengah misalnya, Kaliurang di Jogjakarta, Tawangmangu di Karanganyar, atau Bandungan di Semarang, sekarang bukan lagi didatangi wisatawan karena udaranya yang sejuk dan dingin, tetapi karena kelatahan dan cap yang terlanjut melekat sebagai daerah wisata. Itu saja. Dahulu, di daerah-daerah tersebut kabut dingin senantiasa turun setiap pagi sepanjang tahun. Sekarang, ia hanya bisa dijumpai beberapa kali sepanjang tahun, itupun sangat tergantung dari musim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Puncak Jaya, Papua, salju tidak lagi hinggap di puncaknya sejak beberapa tahun silam. Ini menandai era berakhirnya eksistensi satu-satunya kawasan bersalju di Indonesia. Dan ini sekaligus membuktikan, bahwa bumi yang makin panas bukanlah fakta gombal melainkan kenyataan aktual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, dalam situasi udara yang makin panas, orang lalu mencari cara untuk mendinginkannya, tetapi hanya untuk diri mereka sendiri. Pendingin udara adalah pilihan pragmatis untuk ini, tetapi alat inipun hanya bisa dijangkau oleh lapisan masyarakat golongan menengah ke atas. Masyarakat miskin jelas tak bisa mengelak dari kegerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, penggunaan pendingin udara yang makin masif dan intensif pada sebagian besar rumah tangga di perkotaan secara akumulatif justru mendorong terciptanya bumi yang makin panas akibat gas-gas yang dihasilkan oleh pendingin udara tersebut tidak ramah lingkungan. Sudah begitu, penggunaan pendingin udara yang intensif itu juga memicu meningkatnya kebutuhan listrik yang terus membesar –yang lagi-lagi ironisnya— sementara listrik tersebut diproduksi dengan menggunakan bahan bakar fosil yang tak ramah terhadap lingkungan dan memberi kontribusi terbesar pada pemanasan secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkaran setan ini jelas menggiring masyarakat yang paling miskin dan tak memiliki akses terhadap sumber daya ekonomi yang memadai menjadi korban. Jumlah masyarakat yang kian tersisih dari lingkaran ini niscaya akan terus membesar karena perseteruan dan kata sepakat tentang upaya kongkret memerangi perubahan iklim ini mengalami kebuntuan yang akut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh : &lt;a href="http://www.blogger.com/simplyadorableme.wordpress.com"&gt;Asri Fairuz Febriantami&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-969961609998223496?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/969961609998223496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=969961609998223496' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/969961609998223496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/969961609998223496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/12/global-warning-of-global-warming.html' title='Global Warning of Global Warming'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-6478778254469368889</id><published>2008-12-01T07:53:00.000-08:00</published><updated>2011-06-27T06:46:08.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Masalah Kemasan Plastik Terkait Dengan Kelestarian Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengemasan adalah salah satu hal yang sangat penting dalam industri pangan. Dalam industri pangan, pengemasan berkaitan langsung dengan keamanan produk disamping pada aspek lainnya. Kemasan memiliki fungsi utama untuk melindungi produk dari kerusakan yang ditimbulkan oleh lingkungan. Hal ini sangat jelas mengingat produk-produk pertanian dan industri pertanian kebanyakan sangat rentan mengalami kerusakan yang berakibat pada turunnya kualitas produk.Selain untuk menjaga kualitas produk, kemasan juga berfungsi sebagai media informasi produk kepada konsumen. Dalam kemasan dapat dicantumkan segala macam informasi tentang produk seperti komposisi, kandungan nilai gizi dan standard mutu yang digunakan. Selain itu, kemasan juga memiliki nilai penting dalam bidang pemasaran. Karena itu, selain mempertimbangkan aspek keamanan produk juga harus diperhatikan aspek estetika dan preferensi konsumen yang berhubungan dengan kemasan produk.Salah satu bahan pengemas yang paling populer digunakan adalah plastik. Plastik merupakan salah satu bahan yang paling umum kita lihat dan gunakan. Bahan plastik secara bertahap mulai menggantikan gelas, kayu dan logam. Hal ini disebabkan bahan plastik mempunyai beberapa keunggulan, yaitu ringan, kuat dan mudah dibentuk, anti karat dan tahan terhadap bahan kimia, mempunyai sifat isolasi listrik yang tinggi, dan dapat dibuat berwarna maupun transparan dan biaya proses yang lebih murah. Salah satu contoh kemasan plastik yang sering digunakan adalah kemasan botol. Popularitas botolplastik telah menggeser popularitas botol gelas karena lebih murah, lebih ringan dan lebih fleksibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plastik adalah suatu polimer yang mempunyai sifat-sifat unik dan luar biasa. Polimer adalah suatu bahan yang terdiri dari unit molekul yang disebut monomer. Jika monomernya sejenis disebut homopolimer, dan jika monomernya berbeda akanmenghasilkan kopolimer. Secara garis besar, plastik dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu :plastik thermoplast dan plastik thermoset. Plastik thermoplast adalah plastik yang dapat dicetak berulang-ulang dengan adanya panas. Yang termasuk plastikthermoplast antara lain : PE, PP, PS, ABS, SAN, nylon, PET, BPT, Polyacetal (POM), PC dll. Sedangkan palstik thermoset adalah plastik yang apabila telah mengalami kondisitertentu tidak dapat dicetak kembali karena bangun polimernya berbentuk jaringan tiga dimensi. Yang termasuk plastic thermoset adalah : PU (Poly Urethene), UF (Urea Formaldehyde), MF (Melamine Formaldehyde), polyester, dan epoksi (Mujiarto, 2008).Plastik adalah salah satu polimer yang paling sukar terurai secara alami. Beberapa sumber menyatakan rata-rata plastik memerlukan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami. Sehingga masalah terbesar yang ditimbulkan dari kemasan plastik adalah masalah sampah. Sampah plastik menjadi salah satu polutan yang sangat mengancam kelestarian lingkungan. Sebagai contoh menurut www.reusablebags.com fakta mengenai permasalahan botol plastik antara lain adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Orang amerika membeli rata-rata 25 milyar minuman botol plastik per tahun dan 22 milyar botol akan berakhir di tempat sampah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembotolan air adalah pemborosan. Konsumen membayar $ 7 milyar untuk air botolan di amerika tiap tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2,7, juta ton plastik dunia digunakan untuk pembotolan air tiap tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1,5 juta barrel minyak digunakan untuk memproduksi botol plastik untuk amerika. Hal ini sama dengan bahan bakar untuk 100.000 mobil amerika untuk satu tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Botol air minum dapat menjadi karsinogenik jika digunakan lebih dari satu kali karena mengandung polyethylene terephthalate.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seperti semua plastik, botol akan terus bersama kita selamanya karena tidak dapat terurai secara biologis (non biodegradable). Botol akan terpecah menjadi serpihan kecil yang meracuni tanah dan air.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sampah botol akan menjadi polutan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sedangkan menurut sumber dari www.coolcitibag.com permasalahan utama plastik yang terkait dengan kelestarian lingkungan antara lain adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tas plastik dibuat dari sumber daya alam yang langka yaitu minyak dan menciptakan polusi mulai dari pembuatan sampai pembuangannya. 120 juta barel minyak mentah , sumber alam yang tidak dapat diperbaharui, diperlukan untk produksi satu trilion kantong plastik setiap tahun diseluruh dunia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Plastik menimbulkan masalah sampah di jalan-jalan , sungai dan saluran air, pantai dan lingkungan kelautan. 47% sampah yang terbawa angin dari tempat pembuangan akhir, sebagian besar adalah kantong plastik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekitar 80% sampah dilautan berasal dari daratan, dan hampir 90% adalah plastik. Dalam bulan Juni 2006 program lingkungan PBB memperkirakan setiap mil persegi ada 46,000 sampah plastik mengambang dilautan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suatu laporan. Sampah Plastik Dilaut Dunia, oleh Greenpeace, menyatakan bahwa sedikitnya 267 jenis biota laut telah menderita dari jeratan atau mencerna sampah laut. Diperkirakan 1 juta burung laut menelan atau terjerat jaring plastik atau sampah lainnya setiap tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kantong plastik dianggap sebagai produk yang dapat dibuang dan tidak hancur ditempat pembuangan. Diperlukan 1,000 tahun bagi plastik untuk terurai dan hancur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hanya 0.6% s/d 1% kantong plastik yang dapat didaur ulang diseluruh dunia, sisanya tetap mengendap ditanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sampah plastik yang dibuang sem barangan menyumbat sa luran air dan menyebab kan banjir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sampah tas plastik yang dibuang ke saluran air mengakibat kan genangan air yang menjadi sarang pembiak an nyamuk penyebab pe nyakit demam berdarah.9. Negara dan kota-kota yang telah melarang atau mengu rangi penggunaan kan tong plastik adalah San Francisco, Hong Kong, Singapura, Australia, Irelandia,Taiwan, Mumbai Scotlandia, Perancis, Tanzania, Switzerland, Denmark, Jerman, Afrika Selatan, Philippina.10. Pengenaan cukai sebesar 15 sen atas tas belanja plastik di Republik Irlandia telah menurunkan pemakaian nya sampai dengan 90%.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;PermasalahanSampai saat ini, belum ada solusi yang benar-benar efektif dan efisien untuk menyelesaikan masalah polusi akibat sampah plastik. Usaha yang paling populer dilakukan adalah 3 R yaitu reduce, reuse, dan recycle. Reduce atau pengurangan merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk menekan penggunaan penggunaan plastik yang tidak ramah lingkungan. Hal ini telah banyak dilakukan dengan berbagai cara antara lain membawa tas sendiri saat berbelanja, mengganti kantong plastik dengan kertas. Selain itu juga dilakukan usaha-usaha untuk mecari bahan pengganti plastik yang lebih ramah lingkungan. Reuse atau penggunaan kembali merupakan langkah yang dilakukan untuk menekan penggunaan plastik yang merupakan sebuah pemborosan. Karena produk plastik merupakan sebuah produk yang awet dan tahan lama, produk plastik dapat digunakan secara berulang-ulang. Recycle atau daur ulang adalah sebuah langkah yang dapat diimplementasikan dalam skala besar. Daur ulang terbukti adalah sebuah langkah yang paling efektif dalam menekan sampah plastik saat ini. Tetapi daur ulang sampah plastik tidak begitu saja menyelesaikan masalah karena tidak 100% dari sampah plastik dunia berhasil melalui proses daur ulang.Selain 3 R, solusi penanganan sampah plastik adalah seperti kebanyakan sampah lainnya. Di negara maju proses pengolahan sampah dilakukan dengan incinerator yang dapat menghasilkan energi (listrik). Sedangkan di negara berkembang seperti Indonesia, kebanyakan pengolahan sampah masih menggunakan metode landfill tidak peduli apakah itu sampah organik atau sampah anorganik termasuk juga plastik. Tetapi proses pengolahan sampah dengan incinerator tidak dapat dikatakan ideal. Meskipun dapat menghasilkan energi listrik, incinerator juga menghasilkan emisi gas yang berasal dari pembakaran sampah yang dapat menyebabkan polusi udara. Sedangkan metode landfill terbukti sangat tidak efektif untuk mengurai sampah plastik.Untuk mereduksi penggunaan minyak dan gas sebagai bahan baku plastik, dalam perkembangannya plastik dibuat dari bahan-bahan sintetis. Tetapi hal ini tidak dapat mereduksi masalah sampah yang ditimbulkan oleh plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan plastik sebagai bahan kemasan produk pangan berdampak besar bagi kelestarian lingkungan. Masalah terbesar yang ditimbulkan adalah masalah sampah plastik yang tidak dapat terurai secara alami dan dapat menjadi polutan bagi tanah dan air.Solusi masalah sampah plastik terbaik untuk saat ini adalah dengan metode 3 R, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Karena pengolahan sampah menggunakan incinerator dapat menimbulkan masalah pencemaran udara.Perlu dilakukan upaya-upaya untuk mecari pengganti plastik sebagai bahan kemasan produk pangan yang lebih ramah lingkungan. Sebuah keputusan yang sangat logis mengingat produk industri pertanian memiliki shelf life yang sangat pendek jika dibandingkan dengan kemasan plastik yang dapat bertahan selama ratusan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Referensi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Mujiarto, Iman, 2008, Sifat Karakteristik Material Plastik, &lt;a href="http://mesinunimus.files.wordpress.com/2008/02/sifat-karakteristik-material-plastik.pdf"&gt;http://mesinunimus.files.wordpress.com/2008/02/sifat-karakteristik-material-plastik.pdf&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.coolcitibags.com"&gt;www.coolcitibags.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.reusablebags.com"&gt;www.reusablebags.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh : ardian zzz (ardianzzz@gmail.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-6478778254469368889?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/6478778254469368889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=6478778254469368889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6478778254469368889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6478778254469368889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/12/masalah-kemasan-plastik-terkait-dengan.html' title='Masalah Kemasan Plastik Terkait Dengan Kelestarian Lingkungan'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5561437196153782522</id><published>2008-11-23T06:40:00.000-08:00</published><updated>2011-06-27T06:49:06.015-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Global Day Action</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PROLOG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Global Day Of Action merupakan bentuk aksi kreatif untuk lingkungan. Aksi ini pertama kali dilakukan pada tahun 2005 di Montreal, Kanada. Aksi yang dilakukan ini bersamaan dengan dilaksanakannya konferensi untuk perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC/COP-MOP) dan menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya di bulan Desember. Aktivitas&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tersebut bertujuan untuk menekan negara-negara peserta konferensi UNFCCC agar segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi dunia yang terancam dampak perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut sebagai Global Day of Action atau hari aksi global, karena saat itu seluruh masyarakat diberbagai negara melakukan berbagai aktivitas dengan cara-cara kreatif dan damai secara serentak untuk menuntut lingkungan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini pertemuan Conference Of Party (COP) UNFCCC dilaksanakan pada tanggal 1 - 12 Desember 2008 di Poznan, Polandia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, kami dari Solar Generation Indonesia yang merupakan organisasi anak muda di Bawah Kampanye Iklim dan energi Greenpeace, bermaksud mengajak teman-teman semua untuk berpartisipasi dalam kegiatan Global Day of Action yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Bandung. Aksi ini bertemakan :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;SAVE THE CLIMATE, SAVE OUR FUTURE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;GET SERIOUS : THIS OUR FUTURE !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;YOUTH ACT NOW !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BENTUK KEGIATAN :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aksi ini mengambil bentuk parade/karnaval yang terdiri dari siswa/i sekolah, kampus dan komunitas anak muda dari berbagai wilayah di kota Jakarta dan Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 1000 Face characters&lt;br /&gt;2. 1000 Red costumes&lt;br /&gt;3. 1000 Creative Messages&lt;br /&gt;4. 1000 Energy Saving lamps&lt;br /&gt;5. 1000 young people&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, what are you waiting guys? lets JoiN wiTh Us,,,!!! in GLobaL Dayof ActioN,,,&lt;br /&gt;DeceMber 6th 2008,,&lt;br /&gt;JAKARTA &amp;amp; BANDUNG&lt;br /&gt;@ BUNDARAN H.I - MONAS (JAKARTA)&lt;br /&gt;@ Monumen Perjuangan (BANDUNG)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WITH 1000 YOUTH PEOPLE IN JAKARTA &amp;amp; BANDUNG&lt;br /&gt;Let make the street is red and summer&lt;br /&gt;YOUTH now the time for us to make action!!!&lt;br /&gt;The Climate is Change, lets Change!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR &lt;/span&gt;&lt;a href="http://spreadsheets.google.com/viewform?key=pWkQYsVDvH2lKr2XKAPjVFw" style="font-weight: bold;"&gt;DI SINI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;info tambahan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;acaranya jam 8 pagi,,&lt;br /&gt;pakai baju merah temanya summer,,dan bawa message masing2 tentang climate change dengan tema :&lt;br /&gt;ZERO deforestation,,&lt;br /&gt;STOP COAL,,,&lt;br /&gt;Renewable Energy...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk formnya klik submit ajah..&lt;br /&gt;atau klo mw daftar via sms kirim nama+hp+dari mana(mis :go green)+message tentang climate change,,,&lt;br /&gt;kirim ke :&lt;br /&gt;Ajeng 0856-97098447&lt;br /&gt;Milanda 0856-9700518&lt;br /&gt;Tika 0856-97119167&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5561437196153782522?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5561437196153782522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5561437196153782522' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5561437196153782522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5561437196153782522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/11/global-day-action.html' title='Global Day Action'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-1826115481060358298</id><published>2008-11-10T07:56:00.001-08:00</published><updated>2011-06-27T07:04:25.661-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studi kasus'/><title type='text'>Stop Global Warming! Help Us… Help You!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DO YOU KNOW THAT …..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ngga menancapkan colokan listrik walopun ketika alat elektronik itu dimatikan = menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan&amp;nbsp;tiap bulannya..&amp;nbsp;&lt;em&gt;Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik yang merembet ke pemanasan global.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA(tempat pembuangan akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat2 yang tidak semestinya.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan 10kg kertas koran yang siap di jual loakan itu membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10 tahun untuk menjadi besar. Bayangkan yang terjadi dengan ilegal logging. &lt;i&gt;H&lt;/i&gt;&lt;em&gt;ow many trees has been cutdown for you? Imagine how they make the world hotter?&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika kamu membeli 1 liter air mineral di supermarket = beli 5 liter air. Tanya kenapa?&amp;nbsp;&lt;em&gt;Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak, membutuhkan 5 liter air.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kode botol apa yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda dibawah botol, cari nomor 2,3 atau 4. S&lt;em&gt;elain nomor2 itu they're not safe, karena sama aja kamu makan plastik!!!!&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tisue yang uda di pakai itu ngga bisa di recycle. Begitu juga karton2 yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman. &lt;i&gt;They're only a waste&lt;/i&gt;. Yang mau ngga mau tanahlah yang harus me&lt;i&gt;recycle&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Perkiraan orang memakai tisue 6 biji sehari. 2.200 biji setaun. Berarti kira2 44 MILIAR biji seluruh Indonesia setahun. Kalau kita menghemat 1 lembar saja tiap hari, berarti kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7 MILIIAR biji setahun. HEBAT KAN?&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Be Green on ATM? Kalau di BCA kan ada yang ambil duit ngga pake &lt;i&gt;receipt, &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;be smart dong,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Transfer lewat &lt;i&gt;internet banking&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;mobile banking&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap taun adalah salah satu sumber sampah terbesar di dunia.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Kalau selama setahun orang transaksi ngga pake kertas receipt,&lt;br /&gt;itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari&lt;br /&gt;garis equator sampe 15 kali.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Minimal punya 2 macam tempat sampah dirumah, membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan sampah kering ( botol, plastik, kertas, kaca)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih baik lagi untuk memisahkan sampah menurut 4 kelas :&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Plastik ( pembungkus makanan, kantong kresek, kantong belanjaan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rumah tangga ( tulang ayam, sisa capcay, makanan basi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kertas (Pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang sudah dipakai)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buku bekas catatan, kertas2 tagihan, koran, kertas iklan… disendirikan untuk dijual&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;9. Polar Bear / Beruang kutub ngga bisa berenang… tapi karena global warming di Kutub Utara, mereka harus berenang 30km untuk mencari es tempat berteduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Watch DISCOVERY CHANNEL : PLANET EARTH. Pasti nangis deh ngeliat perjuangan seekor beruang kutub yang akhirnya mati karena kelelahan mencari daratan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Is that the world you will leave for your children?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;taken from : &lt;a href="http://totalfeedback.com/tfwp/?p=94" target="_blank"&gt;http://totalfeedback.com/&lt;/a&gt; &lt;i&gt;(this post is old and rare article)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dikirim oleh : &lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4739605042289917915&amp;amp;postID=1826115481060358298"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.funeralcorner.wordpress.com/"&gt;Berly&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-1826115481060358298?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/1826115481060358298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=1826115481060358298' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1826115481060358298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1826115481060358298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/11/stop-global-warming-help-us-help-you.html' title='Stop Global Warming! Help Us… Help You!'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-6522290855187357028</id><published>2008-10-25T09:03:00.000-07:00</published><updated>2008-10-25T09:13:55.962-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Riset Green Produk</title><content type='html'>Hallo teman-teman semua :)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;salah satu teman kita di Go Green Indonesia sedang menyelesaikan Thesisnya di Binus Business School, dan beliau mengharapkan bantuan dari kita semua &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hanya untuk menjawab kuisioner&lt;/span&gt; yang telah dibuat (yang bisa diliat di bawah) untuk risetnya yang kebetulan mengenai green produk. setelah diisi langsung dikirim lewat emailnya di &lt;a href="mailto:jss_love_laura@yahoo.com"&gt;jss_love_laura@yahoo.com&lt;/a&gt; atau bisa juga lewat email kita di gogreenindonesia@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih ya atas kerjasamanya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;object codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" id="doc_491707755239254" name="doc_491707755239254" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="100%" align="middle" height="500"&gt;        &lt;param name="movie" value="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=7527762&amp;amp;access_key=key-2b7eun3jpgwdx1ptcd2s&amp;amp;page=&amp;amp;version=1&amp;amp;auto_size=true&amp;amp;viewMode="&gt;         &lt;param name="quality" value="high"&gt;         &lt;param name="play" value="true"&gt;        &lt;param name="loop" value="true"&gt;         &lt;param name="scale" value="showall"&gt;        &lt;param name="wmode" value="opaque"&gt;         &lt;param name="devicefont" value="false"&gt;        &lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;         &lt;param name="menu" value="true"&gt;        &lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;         &lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;         &lt;param name="salign" value=""&gt;            &lt;embed src="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=7527762&amp;amp;access_key=key-2b7eun3jpgwdx1ptcd2s&amp;amp;page=&amp;amp;version=1&amp;amp;auto_size=true&amp;amp;viewMode=" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" name="doc_491707755239254_object" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" width="100%" align="middle" height="500"&gt;&lt;/embed&gt;    &lt;/object&gt;&lt;div style="font-size: 10px; text-align: center; width: 100%;"&gt;&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/7527762/Kuesioner-Tesis"&gt;Kuesioner Tesis&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.scribd.com/upload"&gt;Upload a Document to Scribd&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-6522290855187357028?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/6522290855187357028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=6522290855187357028' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6522290855187357028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6522290855187357028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/10/riset-green-produk.html' title='Riset Green Produk'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-3948047031354493277</id><published>2008-10-17T10:35:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T07:12:01.143-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Pemanasan di Greenland</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Global warming ini disebabkan Tahun 2006, Greenland mengalami pencairan salju pada ketinggian yang lebih tinggi dibanding ketinggian rata-rata selama tahun tahun yang lalu. Hasil pengamatan harian menunjukkan mencairnya salju di lapisan es Greenland mengalami peningkatan setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengawasan pelelehan saju di lapisan es Greenland secara harian dilakukan dengan Special Sensor Microwave Imaging radiometer (SSM/I) yang berada di pesawat ruang angkasa Defense Meteorological Satellite Program. Sensornya akan mengukur sinyal yang dipancarkan lapisan es dan mendeteksi lelehan salju yang terjadi lebih dari 10 hari lebih lama dari rata-rata yang terjadi pada area tertentu di Greenland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya hasil pengamatan satelit secara periodik memberikan data dan informasi yang akan membantu para peneliti untuk mengetahui kecepatan pelelehan es dan banyaknya air dari salju yang mencair dan bergabung dengan lautan disekitarnya, juga untuk mengetahui seberapa banyak radiasi Matahari yang akan dipantulkan kembali ke atmosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan data ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang derastis selama beberapa tahun ini. Karena lapisan ozon yang melapisi bumi ini semakin tipis dan sudah menghasilkan lubang ozon yang ada di kutub utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencairnya salju di Greenland memberi pengaruh yang sangat besar terhadap luas lapisan es yang terus berkurang dan terhadap tinggi dan dalam lautan diseluruh dunia. Sebagian air yang dihasilkan dari salju yang mencair juga akan mengalir kedalam glaser melalui patahan-patahan dan alur lubang vertikal (moulin), kemudian mencapai lapisan batuan dibawahnya dan mencairkan lapisan es diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan dan studi yang dilakukan sebelumnya oleh Jay Zwally dan Waleed Abdalati dari NASA Goddard menunjukkan, air yang mencair pada musim panas pada dasar lapisan es bisa meningkatkan gerak es dan menyebabkan terjadinya peningkatan level lautan (tinggi dan dalamnya) dengan sangat cepat. Fenomena ini akan mempercepat terjadinya pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dikirim oleh :&lt;/span&gt; &lt;a href="http://yumelyr.wordpress.com/"&gt;estu pujiastuti&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-3948047031354493277?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/3948047031354493277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=3948047031354493277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3948047031354493277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3948047031354493277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/10/pemanasan-di-greenland.html' title='Pemanasan di Greenland'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-262813550091357098</id><published>2008-09-24T03:46:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:45:47.232-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>P : Dont read if you dont care about our earth</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;tahu Pevita Pearce? pemeran Tita dalam film Lost in Love ini ternyata selain cantik, ia juga mencintai bumi dan peduli dengan lingkungan. seperti yang saya baca dan copy-paste dari &lt;a href="http://dizaandpevita.blogspot.com/"&gt;blognya&lt;/a&gt; ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drop some comment so we know who cares bout our earth : )&lt;br /&gt;btw my birthday is comming soon ! yeeeaaayy  ( 6th oct )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc4Nkq2VI/AAAAAAAAAmc/epw-ADFGKAQ/s1600-h/Global_Warming.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249540067695450450" src="http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc4Nkq2VI/AAAAAAAAAmc/epw-ADFGKAQ/s320/Global_Warming.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hello Guys !&lt;br /&gt;P is here . For this post i want to talk 'bout Global Warming ! I know most of you will just close this site and back to your facebook site couse you dont care bout our earth !! hey world ! wake up ! pleaseeeeeee ... ini semua juga untuk kita : )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesterday (22/09/08) i was shooting at Pelabuhan Sunda Coconut (sunda kelapa) and the shooting start at 12.30 pm can you imagine how HOT it is ? and i heard everybody is complaining bcs it was so hot ! setiap 10 menit gw denger orang orang pada bilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sumpah panas banget !" / "Yampun panas banget !" / "Ihhhh gerah deh pengen mandi !" / "Its so hot in here !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur gw sendiri juga menyebut salah satu dari options di atas :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya gw pengen tau deh , kalo setiap orang orang complaining tentang panas,banjir,dll mereka sebenernya mikir ngga sih kalo itu semua berasal dari kita juga ? kaya misalkan banjir di daerah kita . Pasti kita nyalahin pak RT ngga siapin untuk persiapan ujan . Dari pada kita cuma bisa complaint aja kenapa kita ngga bertindak aja dari dalam diri masing masing dengan tulus kita bikin indonesia semakin indah : )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama tama mari kita coba dari hal kecil banget deh , yaitu BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA .&lt;br /&gt;Sekarang ayo kita mulai untuk coba buang sampah pada tempatnya. Misalkan kita abis ngemil di mobil , ngga ada salahnya kan kalo sampahnya kita simpen trus baru kita buang setelah kita sampai ke tujuan ? nah mari kita mulai dari hal kecil itu dulu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pas shooting di sunda kelapa ,shootingnya itu di atas boat dan waktu sambil nunggu take gw jalan jalan keliling boat sambil liat liat air nya and guess what i found 'ngambang' in the water ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc4OSZ4SI/AAAAAAAAAmk/2Z_-vRckzPg/s1600-h/2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249540067887276322" src="http://2.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc4OSZ4SI/AAAAAAAAAmk/2Z_-vRckzPg/s320/2.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc4ZxyzcI/AAAAAAAAAms/nsM1HjZ_Do4/s1600-h/3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249540070971723202" src="http://4.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc4ZxyzcI/AAAAAAAAAms/nsM1HjZ_Do4/s320/3.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Haha kalian bisa liat sendiri kan ? di gambar satu itu adalah Botol2 plastik dan Sendal jepit ngambang dan di gambar kedua hmmm its a human shit . hahahah sorry to say it but its the truth guys !&lt;br /&gt;Jadi kebayang ngga ? kalo semua seafood yang kita makan berasal dari laut yang kotor seperti foto foto diatas dan itu masih contoh kecilnya . zzzzzzzzzzzzzz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;btw orang indonesia emang Kreatif banget ya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc4f6yhrI/AAAAAAAAAm0/bhlrPMScneQ/s1600-h/4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249540072620066482" src="http://4.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc4f6yhrI/AAAAAAAAAm0/bhlrPMScneQ/s320/4.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc4jb_W0I/AAAAAAAAAm8/Fc_EU05JFvE/s1600-h/5.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249540073564625730" src="http://2.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc4jb_W0I/AAAAAAAAAm8/Fc_EU05JFvE/s320/5.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc-nLwuVI/AAAAAAAAAnE/vFZihojSXo4/s1600-h/6.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249540177649514834" src="http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc-nLwuVI/AAAAAAAAAnE/vFZihojSXo4/s320/6.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;Ok , i think its enough for now .&lt;br /&gt;Jadi semuanya yang terjadi di bumi itu karna kita juga !&lt;br /&gt;inget ! hal kecil yang kita lakukan berpengaruh besar .&lt;br /&gt;Semoga post ini bisa menginspirasikan kalian : )&lt;br /&gt;dan gw akuin gw juga masih harus meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingukungan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;take care guys ! love ya xoxo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-262813550091357098?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/262813550091357098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=262813550091357098' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/262813550091357098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/262813550091357098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/09/p-dont-read-if-you-dont-care-about-our.html' title='P : Dont read if you dont care about our earth'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/SNoc4Nkq2VI/AAAAAAAAAmc/epw-ADFGKAQ/s72-c/Global_Warming.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-1082267462452353178</id><published>2008-09-21T02:15:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T02:19:23.918-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Dua editan untuk Go Green</title><content type='html'>kami mendapat dua editan dari Eka Setiawan (thomasjfo@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img218.imageshack.us/img218/4280/gif10di8.gif" alt="Go Green indonesia" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img218.imageshack.us/img218/4471/gif9fb7.gif" alt="Go Green Indonesia" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-1082267462452353178?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/1082267462452353178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=1082267462452353178' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1082267462452353178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1082267462452353178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/09/dua-editan-untuk-go-green.html' title='Dua editan untuk Go Green'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-1385749267743841321</id><published>2008-09-21T01:59:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:43:14.535-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Artikel Global Warming</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Penyebab pemanasan global&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Efek rumah kaca&lt;br /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: Efek rumah kaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dengan efek rumah kaca (tanpanya suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi). Akan tetapi sebaliknya, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Efek umpan balik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).[3] Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek-efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.[4] Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.[5]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Variasi Matahari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir.&lt;br /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: Variasi Matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini.[6] Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960,[7] yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.[8][9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuan dari Duke University mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000.[10] Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh.[11] Walaupun demikian, mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat, Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat "keterangan" dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat "keterangannya" selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global.[12][13] Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis.[14]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold;"&gt;Mengukur pemanasan global&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;Hasil pengukuran konsentrasi CO2 di Mauna Loa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal 1896, para ilmuan beranggapan bahwa membakar bahan bakar fosil akan mengubah komposisi atmosfer dan dapat meningkatkan temperatur rata-rata global. Hipotesis ini dikonfirmasi tahun 1957 ketika para peneliti yang bekerja pada program penelitian global yaitu International Geophysical Year, mengambil sampel atmosfer dari puncak gunung Mauna Loa di Hawai. Hasil pengukurannya menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. Setelah itu, komposisi dari atmosfer terus diukur dengan cermat. Data-data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa memang terjadi peningkatan konsentrasi dari gas-gas rumah kaca di atmosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuan juga telah lama menduga bahwa iklim global semakin menghangat, tetapi mereka tidak mampu memberikan bukti-bukti yang tepat. Temperatur terus bervariasi dari waktu ke waktu dan dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya. Perlu bertahun-tahun pengamatan iklim untuk memperoleh data-data yang menunjukkan suatu kecenderungan (trend) yang jelas. Catatan pada akhir 1980-an agak memperlihatkan kecenderungan penghangatan ini, akan tetapi data statistik ini hanya sedikit dan tidak dapat dipercaya. Stasiun cuaca pada awalnya, terletak dekat dengan daerah perkotaan sehingga pengukuran temperatur akan dipengaruhi oleh panas yang dipancarkan oleh bangunan dan kendaraan dan juga panas yang disimpan oleh material bangunan dan jalan. Sejak 1957, data-data diperoleh dari stasiun cuaca yang terpercaya (terletak jauh dari perkotaan), serta dari satelit. Data-data ini memberikan pengukuran yang lebih akurat, terutama pada 70 persen permukaan planet yang tertutup lautan. Data-data yang lebih akurat ini menunjukkan bahwa kecenderungan menghangatnya permukaan Bumi benar-benar terjadi. Jika dilihat pada akhir abad ke-20, tercatat bahwa sepuluh tahun terhangat selama seratus tahun terakhir terjadi setelah tahun 1980, dan tiga tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990, dengan 1998 menjadi yang paling panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan yang dikeluarkannya tahun 2001, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa temperatur udara global telah meningkat 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit) sejak 1861. Panel setuju bahwa pemanasan tersebut terutama disebabkan oleh aktifitas manusia yang menambah gas-gas rumah kaca ke atmosfer. IPCC memprediksi peningkatan temperatur rata-rata global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPCC panel juga memperingatkan, bahwa meskipun konsentrasi gas di atmosfer tidak bertambah lagi sejak tahun 2100, iklim tetap terus menghangat selama periode tertentu akibat emisi yang telah dilepaskan sebelumnya. karbon dioksida akan tetap berada di atmosfer selama seratus tahun atau lebih sebelum alam mampu menyerapnya kembali. Jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, para ahli memprediksi, konsentrasi karbondioksioda di atmosfer dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada awal abad ke-22 bila dibandingkan masa sebelum era industri. Akibatnya, akan terjadi perubahan iklim secara dramatis. Walaupun sebenarnya peristiwa perubahan iklim ini telah terjadi beberapa kali sepanjang sejarah Bumi, manusia akan menghadapi masalah ini dengan resiko populasi yang sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold;"&gt;Model iklim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;Prakiraan peningkatan temperature terhadap beberapa skenario kestabilan (pita berwarna) berdasarkan Laporan Pandangan IPCC ke Empat. Garis hitam menunjukkan prakiraan terbaik; garis merah dan biru menunjukkan batas-batas kemungkinan yang dapat terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan pemanasan global pada tahun 2001 dari beberapa model iklim berdasarkan scenario SRES A2, yang mengasumsikan tidak ada tindakan yang dilakukan untuk mengurangi emisi.&lt;br /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: Model iklim global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuan telah mempelajari pemanasan global berdasarkan model-model computer berdasarkan prinsip-prinsip dasar dinamikan fluida, transfer radiasi, dan proses-proses lainya, dengan beberapa penyederhanaan disebabkan keterbatasan kemampuan komputer. Model-model ini memprediksikan bahwa penambahan gas-gas rumah kaca berefek pada iklim yang lebih hangat.[15] Walaupun digunakan asumsi-asumsi yang sama terhadap konsentrasi gas rumah kaca di masa depan, sensitivitas iklimnya masih akan berada pada suatu rentang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memasukkan unsur-unsur ketidakpastian terhadap konsentrasi gas rumah kaca dan pemodelan iklim, IPCC memperkirakan pemanasan sekitar 1.1 °C hingga 6.4 °C (2.0 °F hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Model-model iklim juga digunakan untuk menyelidiki penyebab-penyebab perubahan iklim yang terjadi saat ini dengan membandingkan perubahan yang teramati dengan hasil prediksi model terhadap berbagai penyebab, baik alami maupun aktivitas manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model iklim saat ini menghasilkan kemiripan yang cukup baik dengan perubahan temperature global hasil pengamatan selama seratus tahun terakhir, tetapi tidak mensimulasi semua aspek dari iklim.[16] Model-model ini tidak secara pasti menyatakan bahwa pemanasan yang terjadi antara tahun 1910 hingga 1945 disebabkan oleh proses alami atau aktivitas manusia; akan tetapi; mereka menunjukkan bahwa pemanasan sejak tahun 1975 didominasi oleh emisi gas-gas yang dihasilkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar model-model iklim, ketika menghitung iklim di masa depan, dilakukan berdasarkan skenario-skenario gas rumah kaca, biasanya dari Laporan Khusus terhadap Skenario Emisi (Special Report on Emissions Scenarios / SRES) IPCC. Yang jarang dilakukan, model menghitung dengan menambahkan simulasi terhadap siklus karbon; yang biasanya menghasilkan umpan balik yang positif, walaupun responnya masih belum pasti (untuk skenario A2 SRES, respon bervariasi antara penambahan 20 dan 200 ppm CO2). Beberapa studi-studi juga menunjukkan beberapa umpan balik positif.[17][18][19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh awan juga merupakan salah satu sumber yang menimbulkan ketidakpastian terhadap model-model yang dihasilkan saat ini, walaupun sekarang telah ada kemajuan dalam menyelesaikan masalah ini. [20] Saat ini juga terjadi diskusi-diskusi yang masih berlanjut mengenai apakah model-model iklim mengesampingkan efek-efek umpan balik dan tak langsung dari variasi Matahari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dampak pemanasan global&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cuaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini)[21]. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tinggi muka laut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kenaikan permukaan laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hewan dan tumbuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Kesehatan manusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.[22]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perdebatan tentang pemanasan global&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Tidak semua ilmuwan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global. Beberapa pengamat masih mempertanyakan apakah temperatur benar-benar meningkat. Yang lainnya mengakui perubahan yang telah terjadi tetapi tetap membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang keadaan di masa depan. Kritikan seperti ini juga dapat membantah bukti-bukti yang menunjukkan kontribusi manusia terhadap pemanasan global dengan berargumen bahwa siklus alami dapat juga meningkatkan temperatur. Mereka juga menunjukkan fakta-fakta bahwa pemanasan berkelanjutan dapat menguntungkan di beberapa daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan yang mempertanyakan pemanasan global cenderung menunjukkan tiga perbedaan yang masih dipertanyakan antara prediksi model pemanasan global dengan perilaku sebenarnya yang terjadi pada iklim. Pertama, pemanasan cenderung berhenti selama tiga dekade pada pertengahan abad ke-20; bahkan ada masa pendinginan sebelum naik kembali pada tahun 1970-an. Kedua, jumlah total pemanasan selama abad ke-20 hanya separuh dari yang diprediksi oleh model. Ketiga, troposfer, lapisan atmosfer terendah, tidak memanas secepat prediksi model. Akan tetapi, pendukung adanya pemanasan global yakin dapat menjawab dua dari tiga pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya pemanasan pada pertengahan abad disebabkan oleh besarnya polusi udara yang menyebarkan partikulat-partikulat, terutama sulfat, ke atmosfer. Partikulat ini, juga dikenal sebagai aerosol, memantulkan sebagian sinar matahari kembali ke angkasa luar. Pemanasan berkelanjutan akhirnya mengatasi efek ini, sebagian lagi karena adanya kontrol terhadap polusi yang menyebabkan udara menjadi lebih bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan pemanasan global sejak 1900 yang ternyata tidak seperti yang diprediksi disebabkan penyerapan panas secara besar oleh lautan. Para ilmuan telah lama memprediksi hal ini tetapi tidak memiliki cukup data untuk membuktikannya. Pada tahun 2000, U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memberikan hasil analisa baru tentang temperatur air yang diukur oleh para pengamat di seluruh dunia selama 50 tahun terakhir. Hasil pengukuran tersebut memperlihatkan adanya kecenderungan pemanasan: temperatur laut dunia pada tahun 1998 lebih tinggi 0,2 derajat Celsius (0,3 derajat Fahrenheit) daripada temperatur rata-rata 50 tahun terakhir, ada sedikit perubahan tetapi cukup berarti.[21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ketiga masih membingungkan. Satelit mendeteksi lebih sedikit pemanasan di troposfer dibandingkan prediksi model. Menurut beberapa kritikus, pembacaan atmosfer tersebut benar, sedangkan pengukuran atmosfer dari permukaan Bumi tidak dapat dipercaya. Pada bulan Januari 2000, sebuah panel yang ditunjuk oleh National Academy of Sciences untuk membahas masalah ini mengakui bahwa pemanasan permukaan Bumi tidak dapat diragukan lagi. Akan tetapi, pengukuran troposfer yang lebih rendah dari prediksi model tidak dapat dijelaskan secara jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengendalian pemanasan global&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan yang parah dapat diatasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menghilangkan karbon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persetujuan internasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: Protokol Kyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat 5 persen di bawah emisi tahun 1990. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. Pada mulanya, Amerika Serikat mengajukan diri untuk melakukan pemotongan yang lebih ambisius, menjanjikan pengurangan emisi hingga 7 persen di bawah tingkat 1990; Uni Eropa, yang menginginkan perjanjian yang lebih keras, berkomitmen 8 persen; dan Jepang 6 persen. Sisa 122 negara lainnya, sebagian besar negara berkembang, tidak diminta untuk berkomitmen dalam pengurangan emisi gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, pada tahun 2001, Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, George W. Bush mengumumkan bahwa perjanjian untuk pengurangan karbon dioksida tersebut menelan biaya yang sangat besar. Ia juga menyangkal dengan menyatakan bahwa negara-negara berkembang tidak dibebani dengan persyaratan pengurangan karbon dioksida ini. Kyoto Protokol tidak berpengaruh apa-apa bila negara-negara industri yang bertanggung jawab menyumbang 55 persen dari emisi gas rumah kaca pada tahun 1990 tidak meratifikasinya. Persyaratan itu berhasil dipenuhi ketika tahun 2004, Presiden Rusia Vladimir Putin meratifikasi perjanjian ini, memberikan jalan untuk berlakunya perjanjian ini mulai 16 Februari 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengkritik Protokol Kyoto terlalu lemah. Bahkan jika perjanjian ini dilaksanakan segera, ia hanya akan sedikit mengurangi bertambahnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer. Suatu tindakan yang keras akan diperlukan nanti, terutama karena negara-negara berkembang yang dikecualikan dari perjanjian ini akan menghasilkan separuh dari emisi gas rumah kaca pada 2035. Penentang protokol ini memiliki posisi yang sangat kuat. Penolakan terhadap perjanjian ini di Amerika Serikat terutama dikemukakan oleh industri minyak, industri batubara dan perusahaan-perusahaan lainnya yang produksinya tergantung pada bahan bakar fosil. Para penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan untuk melaksanakan Protokol Kyoto dapat menjapai 300 milyar dollar AS, terutama disebabkan oleh biaya energi. Sebaliknya pendukung Protokol Kyoto percaya bahwa biaya yang diperlukan hanya sebesar 88 milyar dollar AS dan dapat lebih kurang lagi serta dikembalikan dalam bentuk penghematan uang setelah mengubah ke peralatan, kendaraan, dan proses industri yang lebih effisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu negara dengan kebijakan lingkungan yang ketat, ekonominya dapat terus tumbuh walaupun berbagai macam polusi telah dikurangi. Akan tetapi membatasi emisi karbon dioksida terbukti sulit dilakukan. Sebagai contoh, Belanda, negara industrialis besar yang juga pelopor lingkungan, telah berhasil mengatasi berbagai macam polusi tetapi gagal untuk memenuhi targetnya dalam mengurangi produksi karbon dioksida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahun 1997, para perwakilan dari penandatangan Protokol Kyoto bertemu secara reguler untuk menegoisasikan isu-isu yang belum terselesaikan seperti peraturan, metode dan pinalti yang wajib diterapkan pada setiap negara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca. Para negoisator merancang sistem di mana suatu negara yang memiliki program pembersihan yang sukses dapat mengambil keuntungan dengan menjual hak polusi yang tidak digunakan ke negara lain. Sistem ini disebut perdagangan karbon. Sebagai contoh, negara yang sulit meningkatkan lagi hasilnya, seperti Belanda, dapat membeli kredit polusi di pasar, yang dapat diperoleh dengan biaya yang lebih rendah. Rusia, merupakan negara yang memperoleh keuntungan bila sistem ini diterapkan. Pada tahun 1990, ekonomi Rusia sangat payah dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi. Karena kemudian Rusia berhasil memotong emisinya lebih dari 5 persen di bawah tingkat 1990, ia berada dalam posisi untuk menjual kredit emisi ke negara-negara industri lainnya, terutama mereka yang ada di Uni Eropa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh : Dini Ainudiva (dini.ainudiva@gmail.com)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-1385749267743841321?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/1385749267743841321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=1385749267743841321' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1385749267743841321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1385749267743841321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/09/artikel-global-warming.html' title='Artikel Global Warming'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-7789082032894819257</id><published>2008-09-21T01:47:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:43:26.395-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Global Warming and the Pollution of Our Planet</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: Rockwell;"&gt;Global Warming and the Pollution of Our Planet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: Rockwell;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://prairiemusings.com/images/Global-Warming-glaciers-melting.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: Rockwell;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;A very brief comment on Global Warming and about the Pollution of our Planet &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;Regarding Global Warming and/or its absence&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;[Whatever happens will not likely affect me one way or the other. However, it is difficult to shut off my "logic machine" after a lifetime of mathematics and logics all of the time. So here are some things gathered together by me.}&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;There is absolutely no doubt that the glaciers in our part of the world are very rapidly disappearing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;If there is a debate about global warming, the problem is to determine if the ice in &lt;st1:place st="on"&gt;Greenland&lt;/st1:place&gt; and in the Antarctic is also melting faster than one would expect.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;It used to be that George Bush and those around him made "official" statements to the effect that global warming had not been demonstrated scientifically enough to be "certain"... In recent times, no such "official" pronouncements are being made. Those connected to the Bush and Cheney families and fortunes have a vested interest in NOT accepting the idea of global warming -- AND they have a huge amount of money to hire people to "prove" their point of view ... the fact they have become silent would seem to have SOME significance.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;In the next while, I will put together a serious file on the topic -- the pros and cons ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;-- It won't be hard to show that the Pacific Ocean is warming up -- warmer waters move to higher and higher latitudes off BC and &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Alaska&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; year by year (the salmon are seriously affection).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;-- It is easy to show that the ice in the &lt;st1:place st="on"&gt;Arctic&lt;/st1:place&gt; is rapidly melting (regular ships sailed through there this year for the first time ever)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;-- It is easy to show that glaciers in our part of the world are rapidly melting&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;-- Nasa's satellite designed to carefully measure the "edges" of the ice-pack areas of &lt;st1:place st="on"&gt;Greenland&lt;/st1:place&gt;, the Antarctic etc. didn't get into orbit so we do not have measurements that are as ACCURATE as we would like&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;-- Computer models predict that, with global warming, comes also somewhat higher levels of evaporation AND THEREFORE somewhat higher levels of precipitation in certain parts of the world, for example over the Greenland Icepack AND DOUBTLESS over Antarctica&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;-- For that reason we would expect INCREASED snow and ice depth in the centre of those icepacks -- in the first instance, accompanied by FASTER MELTING of the edges -- and THAT is what is happening. The result that a net INCREASE OF several billion tons of water were produced last year from melting in the &lt;st1:place st="on"&gt;Greenland&lt;/st1:place&gt; area ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;-- Now the Antarctic ice sheets are collapsing -- one by one -- and even Fox News, a strong supporter for a long time of those who claimed that global warming was NOT taking place has put out the following news story with reference to the Wilkins Shelf&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;'And finally -- a logical comment from one who spent nearly 40 years working in mathematics and logic:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;Even if global warming cannot be with absolute certainty attributed to human intervention and atmospheric pollution, it would seem logical to clean up the air we breathe simply because that IS the air we breathe, and we seem to have no other source&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;... and at the same time REDUCE pollution created by our automobiles and coal plants&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;... Logically speaking.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;Every time a very important anti-global warming announcement has been made over the past five years, the scientific community comes up with some important independent "event" or with the results of one more long-term study and says once more:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;"It was not at all expected that THIS would occur so quickly.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;News Announcement: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;Huge Antarctic Ice Sheet Collapsing&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt; – Wednesday, March 26, 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;British Antarctic Survey researcher David Vaughan blames global warming for the Wilkins Ice Shelf collapse &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;Satellite images reveal that a large chunk of the Wilkins ice shelf fell into the ocean sometime around the end of February, suggesting that climate change could be causing it to disintegrate faster than scientists had predicted.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;The 160-square-mile piece, about seven times the size of &lt;st1:city st="on"&gt;Manhattan&lt;/st1:city&gt;, had been attached to &lt;st1:place st="on"&gt;Antarctica&lt;/st1:place&gt; for hundreds, or maybe even 1,500 years.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;Scientists fear that the entire Wilkins shelf, more than 6,000 square miles, could be next.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;British Antarctic Survey researcher David Vaughan blamed global warming for the smaller piece's disintegration.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black;"&gt;It seems as if the process is accelerating at an unexpected rate. So it has become a dangerous pastime for political people to make public statements contradicting the idea of global warming.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;dikirim oleh : Upi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;source : &lt;a href="http://prairiemusings.com/global-warming-and-pollution.shtml"&gt;http://prairiemusings.com/global-warming-and-pollution.shtml&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-7789082032894819257?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/7789082032894819257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=7789082032894819257' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7789082032894819257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7789082032894819257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/09/global-warming-and-pollution-of-our.html' title='Global Warming and the Pollution of Our Planet'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-4383451928141139980</id><published>2008-09-01T08:59:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:43:32.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Es Kutub Utara Mencair Lebih Cepat</title><content type='html'>Lapisan es di Kutub Utara terus mencair lebih cepat dari sebelumnya akibat pengaruh pemanasan global. Pantauan lapisan es di Kutub Utara yang dilakukan lewat satelit dalam 30 tahun ini memperlihatkan lapisan es disana mencapai tingkat terendah pada Agustus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti Amerika Serikat dan Pusat Data Nasional Salju dan Es (NSIDC), menyebutkan pada pengukuran 26 Agustus, luas permukaan es di Kutub Utara menyusut hingga 5,26 juta kilometer persegi, berkurang dibandingkan dengan 21 September 2005 yang seluas 5,,32 juta kilometer persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal Agustus, menurut Boulder, badan pemantauan Kutub Utara yang berbasis di Colorado, AS, permukaan es disana menyusut hingga di bawah 4,25 juta kiometer persegi. Angkatan 4,25 juta kilometer persegi, bedasarkan pantauan satelit, merupakan angka terendah luas permukaan es di Kutub Utara, yang tercatat pada musim panas  tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata luas permukaan es di Kutub Utara, menurut pantauan, selama tahun 1979-2000 adalah 7,23 juta kilometer persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Intiya adalah tren negatif es oada musim panas memperpanjang berlanjutnya kecenderungan yang telah berlangsung beberapa dekade", demikian tulis NSIDC dalam laporannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glasiolgis NSIDC, Mark Sereze memperingatkan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kutub Utara bahkan bisa tidak berlapis es lagi pada bulan September untuk pertama kalinya dalam sejarah modern.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiii serem kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;sumber : Kompas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-4383451928141139980?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/4383451928141139980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=4383451928141139980' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4383451928141139980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4383451928141139980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/09/es-kutub-utara-mencair-lebih-cepat.html' title='Es Kutub Utara Mencair Lebih Cepat'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-6067384875083895810</id><published>2008-08-29T06:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T07:15:19.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what we should do'/><title type='text'>More ways to save the Earth</title><content type='html'>Taking real action to save the Earth is a never ending issue and it is our responsibility to keep up the good work. We have to stay commited to our planet, to save it from the worsening effects of global warming. These are the things you can also do to save Mother Earth :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1&lt;/span&gt;. Stop using waribashi (disposable chopsticks made of wood) and buy some washable chopstick (usually made of plastic), so that you can bring them anywhere you want to eat and use them over and over again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2&lt;/span&gt;. Plant more trees. But if this is not possible, you can adopt some. Now there are many organizations offering this kind of program. Two of them are WWF Indonesia and The Nature Conservancy. You can check them out for details at www.wwf.or.id/newtrees and www.plantabillion.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3&lt;/span&gt;. Bring your own drink bottle and meal box wherever you go. It can minimize the amount of plastic waste and also minimize your expenses, so that you can save more money. More to save for you, more to save the Earth as well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4&lt;/span&gt;. Buy electronic reload voucher instead of printed ones. It saves more paper and is cheaper too. It can be both ecofriendly and economical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5&lt;/span&gt;. Stop consuming imported food products. The process of bringing them here results in higher  pollution created by the transportation systems used. Besides, they also contain a large number of preservatives to kep them fresh during the trip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lets, act now! starting with the simple things, with ourselves, because we only have one Earth to live on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;from; C'nS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-6067384875083895810?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/6067384875083895810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=6067384875083895810' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6067384875083895810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6067384875083895810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/08/more-ways-to-save-earth.html' title='More ways to save the Earth'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-1005091382330158677</id><published>2008-06-21T02:36:00.000-07:00</published><updated>2008-06-21T02:53:19.241-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Apa hubungan hari Bumi dan Kompos?</title><content type='html'>Slamat hari Bumi :)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka hari Bumi, gw jadi smangat nulis lagi. Kali ini tentunya seputar kegiatan yg lagi asik gw lakukan belakangan ini.&lt;br /&gt;Tp bukan kegiatan ini loh penyebab males updet, melainkan karena susah sekali mau updet foto kemarin-kemarin(alah alesyan!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 3 bulan ini, gw mulai memilah sampah dirumah. Permulaannya hanya karena sebel liat tumpukan sampah menggunung(melebihi drum penampungan sampah) bila lebih dr 2 hari tidak diambil. Padahal truk sampah bisa 3 hari tuw ga ngambil sampah, terutama sabtu minggu. Arghhhhh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat isi drum tsb, kebanyakan daun2 kering &amp;amp; potongan rumput dari halaman rumah. Secara emang ada 3 pohon mangga(1 pohon sudah produktif, 1 pohon blajar berbuah, 1 pohon blm pernah berbunga samsek), 1 pohon mahoni, 3 pohon cemara dan puluhan bunga euphorbia dalam pot. Weleh... pantesan tu drum sampah cepet penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah beberapa kali mencari referensi. Kaya'nya pengolahan sampah skala rumah tangga harus mulai dijalankan.&lt;br /&gt;1. Memilah sampah organik dan anorganik.&lt;br /&gt;2. Belajar mengolah sampah organik.&lt;br /&gt;3. Niat dan smangat yg membara :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengolah sampah organik(daun2, potongan sayur, dll) ternyata gampang. Ada 2 cara yg udah gw coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SFzON7ebjcI/AAAAAAAAAW0/1ZSYOd6PG14/s1600-h/image001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 89px; height: 115px;" src="http://bp0.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SFzON7ebjcI/AAAAAAAAAW0/1ZSYOd6PG14/s320/image001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214269207287139778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1. Pakai Pot Bunga yg besar(Rp9000/bh)&lt;br /&gt;Alas pot di beri kompos jadi (beli di penjual bunga/pupuk Rp 5000/3sak), lalu dimasukkan sampah2 organik, dicampur lagi dengan kompos jadi, dituangi air + MOL buatan sendiri (atau Em4 beli di toko2 pertanian Rp 15000/liter). Aduk rata, tutup kembali dengan kompos jadi. Tiap hari bisa ditambah sampah lagi, diulang pemberian air &amp;amp; MOL(atau EM4), diaduk, sampai penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SFzON5sy9fI/AAAAAAAAAW8/4ltiMaqDvSM/s1600-h/image002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 97px;" src="http://bp3.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SFzON5sy9fI/AAAAAAAAAW8/4ltiMaqDvSM/s320/image002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214269206810523122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;2. Pakai Karung (gak beli, bekas pembelian kompos jadi) Langkah2nya sama dengan pemakaian POT, hanya saja sampah + air + MOL(atau EM4) diaduk diluar karung(dalam pot besar), baru kemudian dimasukkan kedalam karung, karung diikat, dan tiap hari(kalo inget dan kalo ga' gi males hehehe) karung di tusuk2 dengan obeng yg agak panjang, sambil karung dibalik2. Kalau lagi nyiram kembang, karung suka gw siram juga :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SFzON42_-nI/AAAAAAAAAXE/Px20Y2d10RI/s1600-h/image003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 106px; height: 142px;" src="http://bp0.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SFzON42_-nI/AAAAAAAAAXE/Px20Y2d10RI/s320/image003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214269206584883826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengisian kedalam karung terkadang baru aku lakukan setelah 2 pot besar penuh(3hari), biar ngaduknya sekalin gitu huekekeke... Padahal untuk mencegah bau sampah menyebar siy bagusnya tiap hari ya.&lt;br /&gt;Ini karung yg udah diikat, makin lama isinya menyusut loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SFzON_S84SI/AAAAAAAAAXM/j0RKwfv5FsU/s1600-h/image004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 148px;" src="http://bp1.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SFzON_S84SI/AAAAAAAAAXM/j0RKwfv5FsU/s320/image004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214269208312733986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;MOL = Mikro Organisme Lokal, ini sejenis aktifator kompos buatan sendiri. Membaca dari Blog &lt;a href="http://www.clearwaste.blogspot.com/"&gt;Pak Sobirin&lt;/a&gt;, gw bikin MOL dr peyeum(atau tape singkong) + air gula(pasir). Takaran: 1 ons peyeum + air 1ltr + 5 sdm gula pasir. Aduk dan diamkan 4-5 hari dalam wadah tebuka. Dalam tulisan selanjutnya akan gw jelasin cara memperbanyak MOL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EM4 = EM4 (Effective Microorganism 4), ini aktifator siap pakai. Banyak juga merek2 lain, cuman blm pernah coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya?&lt;br /&gt;Udah beberapa kali panen Pupuk kompos buatan sendiri. Awalnya memang lebih enak pakai pot besar, lama2 kok ya pot besar banyakan jadi tempat pengomposan ketimbang ditanami :P&lt;br /&gt;Akhirnya pakai karung sajah, praktis. Pot besar jadi tempat penampungan &amp;amp; pengadukan sajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ow iya, kalau punya ternak, kotorannya juga bs dimasukkan loh. Malahan memperkaya kandungan dalam Kompos katanyah(dr beberapa sumber yg aku baca). Gw siy ga punya ternak huekekekeke...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SFzOOCEUsNI/AAAAAAAAAXU/djJEmKcZk0Q/s1600-h/image005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SFzOOCEUsNI/AAAAAAAAAXU/djJEmKcZk0Q/s320/image005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214269209056686290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ciri-ciri kompos yg sudah matang: gak panas(saat proses pengomposan suhu naik), sampah2 menjadi seperti tanah hitam &amp;amp; gembur, berbau tanah(bukan bau sampah).&lt;br /&gt;Kompos uatan sendiri + sekam, ternyata jadi media tanam yg bagus untuk euphorbia2ku. Kemarin euphorbiaku sempet ga berbunga-berbunga padahal hujan udah jarang turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diganti media-nya(ada yg cuma ditambah aja medianya) pada rajin berbunga tuw... Ini buktinya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo coba dunk dirumah masing2, terutama yg hobi tanaman. Lumayan drpd bli kompos atau pupuk terus-terusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamat mencoba, tetap semangat daaaaaan slamatkan Bumi kita :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program selanjutnya? Mau eksperimen membuat Kompos di lubang galian tanah &amp;amp; membuat Kompos Kascing(bekas cacing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labels: Kompos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh : &lt;a href="http://hotmamembaca.blogspot.com/"&gt;Hotma Silaen&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-1005091382330158677?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/1005091382330158677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=1005091382330158677' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1005091382330158677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1005091382330158677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/06/apa-hubungan-hari-bumi-dan-kompos.html' title='Apa hubungan hari Bumi dan Kompos?'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SFzON7ebjcI/AAAAAAAAAW0/1ZSYOd6PG14/s72-c/image001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-1713481786331081923</id><published>2008-06-08T02:41:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:43:40.227-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Surat dari Teman di Tahun 2070</title><content type='html'>sebuah slide, tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kemungkinan yang terjadi pada tahun 2070&lt;/span&gt;, yang mungkin akan terus menyadarkan kita untuk mengatisipasi Global Warming, terutama untuk penghematan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="__ss_145043" style="text-align: left; width: 425px;"&gt;&lt;object height="355" style="margin: 0px;" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=surat-dari-teman-di-tahun-2070-1193287252812703-5"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=surat-dari-teman-di-tahun-2070-1193287252812703-5" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: tahoma,arial; font-size: 11px; height: 26px; padding-top: 2px;"&gt;&lt;a href="http://www.slideshare.net/?src=embed"&gt;&lt;img alt="SlideShare" src="http://static.slideshare.net/swf/logo_embd.png" style="border: 0px none; margin-bottom: -5px;" /&gt;&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.slideshare.net/np216/surat-dari-teman-di-tahun-2070?src=embed" title="View Surat Dari Teman Di Tahun 2070 on SlideShare"&gt;View&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.slideshare.net/upload?src=embed"&gt;Upload your own&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diberitahu oleh : &lt;a href="http://diveerow.blogspot.com/"&gt;Farah Maulia&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-1713481786331081923?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/1713481786331081923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=1713481786331081923' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1713481786331081923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1713481786331081923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/06/surat-dari-teman-di-tahun-2070.html' title='Surat dari Teman di Tahun 2070'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-2366318487715406087</id><published>2008-05-31T06:44:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:44:05.136-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what we should do'/><title type='text'>vote Indonesia now!</title><content type='html'>berawal dari ajakan&lt;a href="http://bajaymetropolitan.blogspot.com/"&gt; Bajay dan membaca beritanya dari blognya&lt;/a&gt;, mari kita sama-sama vote Indonesia di&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;new7wonders: Vote for the New 7 Wonders of Nature nominees&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;kita dikasih kesempatan untuk vote 7 nominasi. dan Indonesia masuk menjadi nominasinya. yang masuk itu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold;"&gt;- Lake Toba&lt;br /&gt;- Krakatau, Volcanic Islands&lt;br /&gt;- Komodo National Park, National Park&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, kalo kamu ngaku cinta Indonesia, buru sekarang klik ke&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://new7wonders.com/" style="font-weight: bold;"&gt;http://www.new7wonders.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; terus vote ketiga dari nominasi itu, dan 4 nya boleh milih sendiri hihihi. jangan lupa klik email yang dari new7wondersnya ya, biar vote kamu dihitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo Vote for Indonesia !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-2366318487715406087?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/2366318487715406087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=2366318487715406087' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2366318487715406087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2366318487715406087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/05/vote-indonesia-now.html' title='vote Indonesia now!'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-3300610163723423290</id><published>2008-05-27T04:39:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T04:40:39.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Sesuatu</title><content type='html'>Left unchanged,global warming is also self-reinforcing phenomenon.&lt;br /&gt;when the sun ray's hit snow or ice,95 percent of the energy bounces off&lt;br /&gt;and is reflected back into space.&lt;br /&gt;But as the Arctic ice melt and the sunlight hits less ice&lt;br /&gt;and more water or land,95 percent of the warmth is absorbed.&lt;br /&gt;the water temperature rises;the ice recedes even farther;the cycle accelerates.&lt;br /&gt;That is one key reason that global warming will not be evenly distributed;the temperature&lt;br /&gt;rise is much greater at the poles than at the equator.A one-degree rise at the equator&lt;br /&gt;can be matched by an eight-degree rise at the pole.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;........"we can believe in that future and work to achieve it and preserve it or we can&lt;br /&gt;         whirl blindly on,behaving as if one day there will be no children to inherit our legacy."&lt;br /&gt;(al gore dalam  kata pengantar earth in the balance cetakan tahun1999)&lt;br /&gt;earth in the balance.(1992).albert gore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bumi telah berubah.kehidupan tidak lagi seindah apa yang kita rasakan di masa kecil kita.bahkan mungkin dimasa yang&lt;br /&gt;hanya sekitar dekade saja,kita telah dapat melihat perbedaan yang sangat nyata.Udara yang kita hirup,air yang kita minum,matahari yang kita nikmati kehangatannya dipagi hari,semakin menampakkan perubahannya yang konstan dan tentu saja signifikan.&lt;br /&gt;Apa yang dipaparkan oleh Al Gore diatas bukanlah isapan jempol.Kenyataan inilah yang sedang terjadi dan "akan" kita alami&lt;br /&gt;dalam tahun-tahun dan dekade-dekade berikutnya dalam peningkatan toleransi yang memadai untuk setiap perubahan alami.&lt;br /&gt;  Seperti yang di uraikan Al,di baris pertama,global warming adalah sekaligus merupakan penguatan diri (atau meminjam istilah&lt;br /&gt;dari fisikawan fritjof capra sebagai umpan balik positif) bagi bumi itu sendiri.Dalam bab-bab berikutnya Al memaparkan istilah termostat alami.Termostat alami ialah keadaan saat bumi mencapai derajat panas yang cukup tinggi sehingga memaksa bumi untuk mendinginkan&lt;br /&gt;kembali atau dengan kata lain bumi bumi selalu berusaha untuk tetap berada dalam keadaan keseimbangan alaminya dengan menambah awan-awan hujan.Baik kapasitas maupun intensitasnya sudah dapat ditebak bila keadaan keseimbangan alaminya terganggu.Awan-awan tersebut akan berfungsi sebagai termostat(pengendali termal) alami bagi bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 tahun menuju benua salju raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Beberapa riset mutakhir telah memaklumkan suatu kesepakatan baru bagi para pecinta alam dan juga gogreen lovers tentunya.&lt;br /&gt;Bahwa daratan eropa diperkirakan dalam 20 tahun kedepan akan diselimuti oleh salju.&lt;br /&gt;Kita tentu akan bertanya-tanya...mengapa dan bagaimana hal itu dapat terjadi?&lt;br /&gt;Saat ini kita dapat melihat daratan Inggris raya yang aman dan damai itu,mengapa tidak seperti saudara-saudaranya yang juga berada&lt;br /&gt;dalam posisi yang sama dalam garis globe.&lt;br /&gt;Kanada,Rusia,dan bahkan yang lebih dekat lagi yaitu daratan skandinavia;norwegia,denmark dan islandia.&lt;br /&gt;Mengapa Britania Raya beriklim tropis?&lt;br /&gt;dan Kanada,Rusia,dan lainnya bersalju.&lt;br /&gt;Hal ini terjadi akibat adanya perputaran(cycle) aliran air hangat menuju ke aliran air dingin yang ada dibawahnya.&lt;br /&gt;Perputaran ini berkelok-kelok dan bermuara didekat daratan Inggris.&lt;br /&gt;Telah maklum didalam ilmu fisika,bahwa energi yang dikeluarkan untuk perubahan temperatur lebih besar dibanding energi yang dikeluarkan untuk suara ataupun gerak(kinetik).&lt;br /&gt;Kita bisa lihat dari apa yang kita alami sehari-hari.suhu tubuh normal kita berkisar diantara 37 derajat celcius dan ini sudah menjadi "trademark" bagi spesies manusia dimanapun.Lalu coba lihat apa yang terjadi jika suhu tersebut bertambah satu atau berkurang satu derajat.Yang terjadi kemudian adalah kita SAKIT!!!.&lt;br /&gt;Itu pula yang "akan" dirasakan oleh bumi kita tercinta ini.&lt;br /&gt;Jika pembuangan gas co2 masih terus berlanjut,penggundulan hutan masih terus berlanjut,pembakaran ladang,penimbunan metana dan cfc,hfc dan sejenisnya di atmofer masih berlanjut ditambah lagi dengan siklus sebelas tahunan "solarstorm" yang baru saja bermulai diawal tahun ini dan diperkirakan mencapai peak(puncak) solar maksimum pada 2011 nanti.&lt;br /&gt;Demikian hanya akan menambah daftar panjang penyebab global warming yang telah terpampang demikian jelas didepan mata.&lt;br /&gt;Hasil akhir dari semua itu adalah mencairnya es baik dikutub utara maupun dikutub selatan yang akan menghambat laju aliran dari cycle aliran air hangat menuju kealiran air dingin,yang notabene adalah air asin,seperti yang telah dibahas tadi.&lt;br /&gt;dan tentunya eropa tertutup salju bukanlah hal yang terlalu sulit untuk dibayangkan,bukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;natural hedonism,could it be...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     walk trough the earth surface&lt;br /&gt;     learn...how the past,passed "its" devastation.&lt;br /&gt;  Literatur keagamaan telah memberikan kita wawasan yang luar biasa bagi pengetahuan kita&lt;br /&gt;tentang ummat-ummat dimasa lalu.Hal tersebut tercermin dalam penggalan alur-alur sejarah&lt;br /&gt;yang telah termetafor dengan sempurna yang mungkin bahkan lebih dahsyat daripada apa&lt;br /&gt;yang kita alami saat ini.&lt;br /&gt;Zaman dimana keunggulan teknologi,yang bahkan harus menunggu&lt;br /&gt;datangnya alien dari negeri astonodipurojoyonegoro untuk memberikan acknowledge,namun&lt;br /&gt;disisi lain justru  memberikan  efek yang devastative  bagi ruang lingkup tempat spesies itu menggantungkan&lt;br /&gt;hidup.Apakah merupakan sebuah keunggulan mutlak  bagi sebuah  habitat?&lt;br /&gt;Jika tidak,maka apakah tidak ada secuil harapan yang dapat didengar,bahwa didepan sana ada oase kehidupan&lt;br /&gt;yang bergemayung mega yang justru menunggu setiap habitat yang ingin membersihkan diri dengan air sucinya.&lt;br /&gt;seperti kata mahatma gandhi yang dikutip oleh AlGore,masih didalam earth in the balance.&lt;br /&gt;  "We must be the change we wish to see in the world."&lt;br /&gt;Kita harus menjadi perubahan yang ingin kita lihat di muka bumi.&lt;br /&gt;Perubahan yang bagaimanakah yang dapat kita terapkan ditengah menjamurnya hedonisme teknologi&lt;br /&gt;dengan sampah lithiumnya.&lt;br /&gt;Ditengah merebaknya budaya hedonisme konsumsi sekali pakai buang,dan beli lagi,ya untuk dibuang lagi.&lt;br /&gt;Hedonisme yang  telah mencengkeram kita hingga helaan nafas yang kita rasakan seperti mewakili&lt;br /&gt;penyerahan kita akan segala hal yang terjadi.&lt;br /&gt;Sampai titik ini kita baru menyadari bahwa ada,lebih tepatnya masih ada,yang dapat kita harapkan dari alam semesta&lt;br /&gt;tempat kita hidup untuk menghujani kembali kekeringan kita selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Kekeringan yang tidak hanya mengisi tempat kosong dalam kalbu manusia&lt;br /&gt;Namun juga membuat bumi menjerit dan merintih.&lt;br /&gt;At last but not least,i'll give you a word&lt;br /&gt;It's not a slogan..but it could be&lt;br /&gt;stop earth warming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;from ariefcute&lt;br /&gt;e-mail:arief.cute86@gmail.com&lt;br /&gt;blog:&lt;a href="http://ariefcute.blogspot.com"&gt;ariefcute.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-3300610163723423290?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/3300610163723423290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=3300610163723423290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3300610163723423290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3300610163723423290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/05/sesuatu.html' title='Sesuatu'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-2278109275857215899</id><published>2008-05-18T05:03:00.000-07:00</published><updated>2008-05-18T05:08:42.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Pencinta Alam Dan Paradigma Gerakan Lingkungan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh Iden Wildensyah**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” jika ingin mengubah negara untuk kegiatan - kegiatan yang sulit tentang persoalan kebijakan politik, pencinta lingkungan menjadi sumber kekuatan dengan apa saja dapat dilakukan. Jika anda ingin mempunyai negara untuk kepentingan ekonomi, pikirkan diri anda dan generasi anda yang akan datang, saya yakin anda dapat melakukannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Gerlorfd Nelson dalam catalyst conference speech university of Illionis, 1990)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencinta alam di Indonesia saat ini belum dirasakan sebagai salah satu akar gerakan lingkungan, terbukti dalam korelasinya saat ini dengan menjamurnya perhimpunan pencinta alam seiring pula dengan kerusakan yang tidak terkendali. Dimanakah letak penyimpangan ini karena keberadaan pencinta alam dalam tataran yang ideal dapat menumbuhkembangkan generasi yang peduli lingkungan. ini patut dikembangkan baik dalam pola gerakan maupun pengembangan organisasinya. Namun dalam tataran real tidak bisa di bedakan antara pencinta alam dan penggiat alam terbuka karena keduanya hampir tidak bisa dibedakan mana yang penggiat dan mana pencinta alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model gerakan lingkungan yang berasal dari pencinta alam pada periode kelahirannya lebih menekankan pada kecintaan terhadap alam yang diwujudkan dengan naik gunung, camping, pelatihan konservasi, dan penghijauan di lereng-lereng gunung. Selain kecintaan terhadap alam, mereka ornop dan sebagian pencinta alam masih terkonsentrasi pada model pembangunan. Karena mereka masih meyakini kebenaran model pembengunan berkelanjutan dengan standar kemajuan ekonomi yang sesungguhnya menimbulkan dampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Simpulan Paradigma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua nama, pencinta alam dan penggiat alam terbuka seolah-olah merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa di pisahkan antara keduanya. Namun kalau dilihat secara etimologi kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia akan nampak kelihatan bahwa keduanya tidak ada hubungan satu sama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam KBBI, pecinta (alam) ialah orang yang sangat suka akan (alam), sedangkan petualang ialah orang yang suka mencari pengalaman yang sulit-sulit, berbahaya, mengandung resiko tinggi dsd. Dengan demikian, secara etimologi jelas disiratkan dimana keduanya memiliki arah dan tujuan yang berbeda, meskipun space, ruang gerak aktivitas yang dipergunakan keduanya sama, alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain pihak, perbedaan itu tidak sebatas lingkup “istilah” saja, tetapi juga langkah yang dijalankan. Seorang pencinta alam lebih populer dengan gerakan enviromentalisme-nya, sementara itu, petualang lebih aktivitasnya lebih lekat dengan aktivitas-aktivitas petualangan seperti pendakian gunung, pemanjatan tebing, pengarungan sungai dan masih banyak lagi kegiatan yang menjadikan alam sebagai medianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, berlahiran kelompok-kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai “Kelompok Pecinta Alam, (KPA)”. Namun, keberadaaan mereka belum mencirikan kejelasan arah gerak dan pola pengembangan kelompoknya. Jangankan mencitrakan kelompoknya sebagai pecinta alam, sebagai petualang pun tidak. Aktivitas mereka cenderung merupakan aksi-aksi spontanitas yang terdorong atau bahkan terseret oleh medan ego yang tinggi dan sekian image yang telah terlebih dulu dicitrakan oleh KPA-KPA lain, dengan demikian banyak diantara para “pencinta alam” itu cuma sebatas “gaya” yang menggunakan alam sebagai alat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencinta alam dunia dengan gerakan enviromentalisme yang berjuang keras dalam menjaga keseimbangan alam ini patut kita contoh sebagai satu gerakan untuk masa depan, kini yang sering ditanyakan ketika kerusakan alam di negeri ini semakin parah dimanakah pencinta alam, begitupun dengan para petualang yang menggunakan alam sebagai medianya. Bahkan Tak jarang aktivitas mereka berakhir dengan terjadinya tindakan yang justru sangat menyimpang dari makna sebagai pecinta alam, misalkan terjadinya praktek-paktek vandalisme. Inilah sebenarnya yang harus di kembalikan tujuan dan arahnya sehingga jelas fungsi dan gerak merekapun bukan hanya sebagai ajang hura-hura belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah harapan untuk mengembalikan keseimbangan alam ini supaya terhindar dari terputusnya sistem dalam kehidupan ini bukan tanggung jawab pencinta alam atau penggiat alam terbuka saja tapi tugas kita semua sebagai mahluk penghuni bumi dan dua arah yang berbeda dapat bersatu untuk menciptakan kelestarian alam ini khususnya lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivis lingkungan hidup dunia dengan gerakan cinta lingkungannya akan lebih berarti tindakannya dengan dukungan dari para pencinta alam yang ada di negeri ini. Dalam perbedaan pola fikir dan arah gerak pencinta alam dengan penggiat alam terbuka terdapat kesamaan pula dengan media yang sama untuk itu bukanlah suatu kemustahilan keduanya bersatu untuk masa depan lingkungan hidup Indonesia sehingga terciptanya lingkungan hidup yang seimbang, stabil dan bermanfaat bagi kehidupan sekarang dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah peringatan kepada kemanusiaan yang diterbitkan oleh 1.575 ilmuwan dari enam puluh sembilan negara yan mengikuti Konverensi Rio tahun 1992 perlu kita ketahui sebagai sebuah awal penyadaran untuk lingkungan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peringatan ” itu berisi bahwa umat manusia dan alam berada pada arah yang bertabrakan. Kegiatan manusia mengakibatkan kerusakan besar pada lingkungan dan sumber daya yang sangat penting yang seringkali tidak dapat di pulihkan. Jika tidak dikaji, banyak dari kegiatan kita skang yang ini menempatkan masa depan pada keadaan yang sangat beresiko, sehingga kita menghadapi realitas masyarakat manusia dan alam tumbuhan dan hewan dan mungkin juga dunia tempat kita hidup ini berubah sedemikian rupa, sehingga tidak dapat lagi mendukung kehidupan menurut cara yan kita kenal. Perubahan fundamental adalah urgen jika kita ingin menghindarkan benturan dalam arah perjalanan kita yang sekarang ini terjadi.(” World scientist Warning to Humanity “) , Pernyataan siaran pers diterbitkan 18 November 1992 oleh The Union of Concerned Scientist.) “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman yang menempatkan alam dan penghuninya (manusia maupun bukan manusia) berada dalam bahaya ini patut kita ketahui bersama tentang konsekuensi dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh umat manusia sebagai penghuni bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Enviromentalisme dan gerakan lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum melangkah lebih jauh melihat gerakan lingkungan baiknya kita tinjau masalah lingkungan. Masalah masalah lingkungan hidup seringkali tidak menjadi prioritas yang tinggi dan seringkali menjadi sub agenda dengan demikian akhirnya larut dan tenggelam dalam tema-tema kampanye yang lebih luas dan abstrak. sementara itu gerakan lingkungan atau dsebut juga enviromentalisme yaitu suatu faham yang menempatkan lingkungan hidup sebagai pola dan arah gerakannya. Bagi sebagian pihak enviromentalisme mungkin asing karena enviromentalisme dianggap sebagai gerakan yang membahayakan orde pada waktu itu (orde baru) terutama dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan ekploitasi hutan. Organisasi non politik yang concern pada lingkungan pada masa itu pun di arahkan langsung oleh Emil Salim waktu itu menjabat Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup untuk tidak mengikuti taktik Green Peace ataupun The German Green yang bisa masuk mengkritisi setiap kebijakan pemerintah yang tidak memperhatikan dampak lingkungan hidup terhadap alam ataupun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan gerakan lingkungan hidup menurut literatur sosiologi istilah “gerakan lingkungan hidup” digunakan dalam tiga pengertian yaitu pertama sebagai penggambaran perkembangan tingkah laku kolektif (collective behavior). Kedua, sebagai jaringan konflik-konflik dan interaksi politis seputar isu-isu lingkungan hidup dan isu-isu lain yang terkait. Ketiga, sebagai perwujudan dari perubahan opini publik dan nilai-nilai yang menyangkut lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia istilah gerakan lingkungan hidup di pakai dalam konsorsium : “15 tahun Gerakan Lingkungan Hidup : Menuju Pembangunan Berwawasan Lingkungan”. Yang di selenggarakan oleh kantor Meneg Kependudukan Dan Lingkungan Hidup di Jakarta, 5 Juni 1972.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denton E Morrison mengusulkan bahwa yang di sebutkan gerakan lingkungan hidup sesungguhnya terdiri dari 3 komponen yaitu komponen pertama, the organized or voluntary enviromental movement ( gerakan lingkungan yang terorganisir atau gerakan yang sukarela ) termasuk dalam kategori ini adalah organisasi lingkungan seperti Enviromental Devense Fund, Green Peace atau di Indonesia ada WALHI Jaringan Pelestarian Hutan “SKEPHI”. Komponen kedua, The public enviromental movement (gerakan lingkungan publik ) adalah khalayak ramai yang dengan sikap sehari-hari dalam tindakan dan kata-kata mereka menyatakan kesukaan mereka terhadap ekosistem tertentu, pola hidup tertentu serta flora dan fauna tertentu. Komponen ketiga The Institusional Enviromental Movement (gerakan lingkungan terlembaga ) ini sangat menentukan dalam negara negara berkembang dimana peranan negara sangat dominan dan peranan aparat-aparat birokrasi resmi mempunyai kewenangan hukum (yuridiksi) terhadap kebijakan umum tentang lingkungan hidup atau yang berkaitan dengan lingkungan hidup sebagai contoh di Amerika ada Badan Perlindungan Lingkungan ( EPA - Enviromental Protection Agency), Dinas Pertamanan Nasional ( National Park Service) padanannya di Indonesia adalah Kantor Meneg KLH, DEPHUT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen gerakan lingkungan terlembaga ini penting untuk di amati sendiri ambilah contoh keberhasilan EPA dalam mengendalikan polusi air dan udara misalnya di pengaruhi kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, kebijaksanaan luar negeri serta ketersediaan sumber-sumber energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat gerakan lingkungan menurut Buttel dan Larson mempunyai beberapa manfaat, pertama struktur gerakan lingkungan di setiap negara yakni hubungan diantara tiga komponen itu bisa berbeda-beda dan ini membawa variasi yang cukup berarti di antara paham lingkungan (enviromentalism) negara-negara itu. Kedua, taktik dan ideologi gerakan lingkungan terorganisir di suatu negara dapat di lihat sebagai hasil interaksi diantara komponen - komponen kelas negara itu satu pihak, dan kelompok-kelompok kepentingan (interces group) dilain pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Epilog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan paradigma dalam tubuh pencinta alam bukan sebuah kemustahilan untuk berubah dan seimbang dengan kegiatan kegiatan alam terbuka yang biasa di gelutinya. Tidak menutup kemungkinan sebuah gerakan radikal untuk masalah kesadaran lingkungan terwujud dalam satu koridor gerakan lingkungan karena masalah lingkungan adalah masalah bersama yang membutuhkan kerjasama dari setiap stake holder pelaku,pemerhati dan aktivis yang bergerak atasnama lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks gerakan lingkungan, maka tantangan semakin yang semakin besar di masa mendatang mengharuskan kita untuk melakukan reposisi gerakan lingkungan menjadi gerakan sosial, karena ini adalah satu-satunya jalan untuk menghadapi dominasi pasar dan globalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Iden Wildensyah, saat ini tercatat mahasiswa UPI Bandung aktif di KPALH Gandawesi serta relawan lingkungan di Bandung pernah menjadi peserta PEKA (pelatihan konservasi dan advokasi) PA region jawa di WALHI D.I.Y&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* George Junus Aditjondro,2003. Pola-pola Gerakan Lingkungan. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.&lt;br /&gt;* Philif Shobecof,1998. Sebuah Nama Baru Untuk Perdamaian. Yayasan Obor Indonesia.Jakarta.&lt;br /&gt;* soemarwotto, otto,2001, Ekologi,Lingkungan Hidup dan Pembangunan.Djambatan.Jakarta&lt;br /&gt;* Jurnal WACANA Edisi12,Tahun III,2002 Lingkungan Versus Kapitalisme Global, penerbit INSIST Press&lt;br /&gt;* Buletin Wanadri no 17, 2002&lt;br /&gt;* Kalam Jabar, Republika Rabu 25 februari 2004.&lt;br /&gt;* Habitat Newsletter KONUS Volume 03 no 02. Juni - September 2003&lt;br /&gt;* Isola Magazine, media Unit Pers Mahasiswa UPI edisi I,Juli - September 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh : &lt;a href="suka-sukagwdwuonk.blogspot.com"&gt;Agus 'Arsland' Prasetya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-2278109275857215899?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/2278109275857215899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=2278109275857215899' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2278109275857215899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2278109275857215899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/05/pencinta-alam-dan-paradigma-gerakan.html' title='Pencinta Alam Dan Paradigma Gerakan Lingkungan'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-3898577716172107515</id><published>2008-05-15T09:15:00.001-07:00</published><updated>2010-11-07T07:44:37.158-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Go Green? What the hell does it mean?</title><content type='html'>All this fuss about global warming. Slogans saying “Go Green” turns up everywhere. Do we, especially us in Indonesia, know what it actually means? What it is to fuss about? I wonder…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_pfta2_NyQWQ/SBCkNFa9-uI/AAAAAAAAABk/98VibPjOEnY/s320/01.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://bp3.blogger.com/_pfta2_NyQWQ/SBCkNFa9-uI/AAAAAAAAABk/98VibPjOEnY/s320/01.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;I found a lifestyle magazine adding a “Go Green” logo next to its name, while the papers it uses are not even recycled papers. I read a sign on a furniture store that sells mostly wooden stuff saying “we only use environmentally friendly products”. I found a report in a newspaper that a government official in a small town was making this statement, “Our town doesn’t need to worry about greenhouse effects. We don’t have any buildings with many glass windows in this town.” WHAT? *…sigh…*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What the hell does “Go Green” actually mean?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, let’s start with global warming. All of this started with global warming. Ever since people all over the world started talking really seriously and loudly about it, Indonesia feels that we need to do that too… without really understanding what it is or why… As usual, we are obviously not a bunch of clever people… yet very ignorant and stubborn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let’s stop here. If you don’t feel like reading this long (yes, it’s gonna be very long) article, I suggest you find the movie “An Inconvenient Truth” or “Earth” and watch it. You’ll get the explanation about global warming without reading this. And you’ll save me from ever getting menacing text messages saying, “Still trying to save the world, huh?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No, for your information, I’m not trying to save the world. I’m just trying with all my might not to become too stupid because my stupidity might end up hurting others. That’s all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Things We Can’t Live Without&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anyway…before I talk about global warming, let’s review a bit of elementary school science. You all know that the atmosphere covers the Earth, right? Please say you do… Please… Okay, if you don’t, the atmosphere is a thin layer of mixed gases which make up the air we breathe. Aaah… now you understand, right? *…praying that you do…*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This thin layer also helps the Earth from becoming too hot or too cold, much like clothing does for us. So global warming is not actually a new concept. It has been happening for millions of years. And it’s actually a good thing because the Earth needs to be warm enough to sustain life. Yes, including our lives. How does this thin layer keep the Earth warm? The mixed gases that I told you about, the ones that make up the atmosphere, are actually what we now know as the greenhouse gases. Some of these gases occur in nature, such as water vapor, carbon dioxide, methane and nitrous oxide, while others are entirely human-made… you know, like the aerosols from the hairspray that we girls like to use to look cool for a weekend afternoon at the mall and the carbon dioxide from the cars we depend on to get places and from many other human-made sources. BUT THOSE ARE THE THINGS I CAN’T LIVE WITHOUT!!! Beauty products, car, air conditioner, airplane… AARRRGGHH!!! Okay, calm down. We’ll get to that soon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The greenhouse gases are not the villains here. That must be clear from the start. These gases allow sunlight to enter the atmosphere freely. When sunlight strikes the Earth’s surface, some of it is reflected back towards space as infrared radiation. Greenhouse gases absorb some of this radiation and trap the heat in the atmosphere. Over time, the amount of energy sent from the sun to the Earth’s surface should be about the same as the amount of energy radiated back into space, leaving the temperature of the Earth’s surface roughly constant. And that’s exactly what we need. A constant temperature.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For millions of years, the Earth had succeeded in keeping the temperature just at the right level to let us live and grow and work and have fun and have sex and have babies and die. Our children then repeat that wonderful life cycle on Earth. Everything was pretty much under control… until around 150 years ago, when large-scale industrialization began.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;My Wonderful Lifestyle&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_pfta2_NyQWQ/SBCmZla9-xI/AAAAAAAAAB8/obQ-a6a7KzM/s320/04.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://bp1.blogger.com/_pfta2_NyQWQ/SBCmZla9-xI/AAAAAAAAAB8/obQ-a6a7KzM/s320/04.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 204px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 135px;" /&gt;&lt;/a&gt;Now let’s not lie. The results of industrialization are mostly wonderful for us human beings. Because of it, we enjoy technology advances, better and longer living expectancy, easier and cheaper ways to travel and a level of comfort unimaginable before. I myself thank God everyday that I get to live in the era of electricity and technology, and I get to witness so many great inventions that now I can’t live without either. Namely my cell phone, my laptop, my car, my TV and the internet. Not to mention the things that define my “comfort zone”. They are the air conditioners in my house, in my car, at work and almost everywhere I go in my crazy town of Jakarta, my microwave oven, my toaster, my fridge, hair and beauty products, clothes and shoes, accessories, numerous books and magazines, cigarettes, good food, good wine, good beer, other alcoholic beverages and so many more! Oh, let’s not forget those feminine napkins that allow us women to annoy the hell out of you men with our PMS because we don’t have to worry about washing our undies anymore. We simply use a napkin, then dispose it. Ah, thank God for that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, yes… wonderful… all wonderful… just fantastic. I love my lifestyle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But you see, we have been way too comfortable. While it is wonderful to have such lifestyle, and you’re gonna have to kill me to give it up, we forget that the more we consume, the more we need to conserve. Let me repeat this point. This is very important. Especially since I myself, like most of you, is a self-indulgent, pleasure-seeking and materialistic being. CONSERVATION DOES NOT MEAN LESS CONSUMPTION.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUT… before you feel too happy for not having to give up anything, listen to this first.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stuff We Need To Breathe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Better and longer living expectancy means exponential increase in human population. There are now so many people on Planet Earth with whom we need to share our natural resources with. Oxygen, water, food, land and so on. While technology advances mean we now have all those wonderful things I mentioned. You follow this? Lots of people. Lots of wonderful things. Everyone wants everything. Everyone wants to make lots of money in order to own an air-conditioned house, a car, a fridge and etcetera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But many of these wonderful things that we want and can’t live without, emit carbon dioxide, bringing its concentration in our thin atmosphere to a dangerous level. The petrol for our car. The fuel for the airplanes that we get on frequently. The woods, the coal, the air conditioners. And many of these wonderful things were also created from elements in nature that we actually need to protect us!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instead, we destroy them to create space for us to live, work, study and hangout. We destroy them to produce the things that make our lives comfortable and convenient. And we destroy them some more to make more money and have more wonderful things.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never for a second that we think about this. Those trees that we cut down to create space and to produce things, have the power to absorb carbon and without protest transforming it into oxygen. Oh wow, that’s the stuff we need to breathe! Exactly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Producing oxygen and being a carbon sink aren’t the only things the trees are good at. They also prevent soil erosion and thus give us a natural flood barrier. They help regulate our climate too. So they are the most effective weapons to fight global warming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But guess what? In Indonesia, forests the size of six soccer fields are gone every minute. Yes, you heard me right. EVERY MINUTE. That’s SIX SOCCER FIELDS. Not every year, not every month, not every week, not even every day. But EVERY MINUTE. For what? Yup, for all those things we can’t live without.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Water World&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I have just been talking about the trees. I haven’t even mentioned the oceans. Oceans cover about 70 percent of Earth's surface. Their large mass and thermal properties, enable them to store vast quantities of heat. Oceans, just like the trees, also buffer and regulate temperature. The atmosphere and ocean constantly exchange energy and matter. For example, water evaporates from the oceans into the atmosphere. This moisture then falls back to the Earth as rain, snow, sleet and even the morning dew on the grass.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But guess what? In Indonesia, the largest archipelago in the world, a maritime country that once supposedly always triumphed at sea, totally SUCK at protecting our oceans. Only 40 percent of our reefs remain pristine. And more and more are destroyed every day. Fish bombing, cyanide fishing, over fishing and loads of other problems. Not to mention the other important marine ecosystems that we also destroy, such as mangroves and sea-grass beds. For what? Yup, for all those things we can’t live without.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While the land covers 27 percent of Earth’s surface, now I also have to mention about ice, which is the world’s largest supply of freshwater, covering the remaining 3 percent of Earth’s surface, including most of Antarctica and Greenland. Because ice is highly reflective and because of its insulating properties, ice plays an important role in regulating our climate. And the world’s ice is melting at an alarming rate. Why? Yup, because of global warming, because we insist to have all those things we can’t live without and yet fail to do it wisely.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Animals and Us&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;And of course there is the animal kingdom, on land and at sea. To some of you, they are probably just… animals. Some are cute, some are yummy, some are vicious and some are simply disgusting. But what we almost always fail to realize is that how our lives are dependent on them. Their existence determines our own survival. Their health determines our own wellbeing. Their behavior determines our opportunity. Every single change in their existence, health and behavior pattern thus determines our own future. Here are a few simple examples.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangutans, the largest arboreal animals in the world, are our closest living “relatives” in the animal kingdom. In the (few remaining) tropical jungles of Sumatera and Kalimantan, orangutans spend 99 percent of their time in trees. Their diet consists primarily of fruit but they also eat leaves, flowers, bark and insects such as termites and larvae. Cute, just cute creatures. But these cute creatures have very important functions in the forest. They spread seeds through their feces and by spitting out the seeds of the fruits they eat, which will then germinate and maintain diversity in the rainforest. In fact, their seed dispersing activities are vital to maintaining the ecosystem, which in turn is also needed to establish a long-term sustainable forest-related industry that we need to indulge ourselves with the wonderful things we can’t live without.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadly, orangutan population in Sumatera and Kalimantan has decreased by almost 50 percent in only the past six years! Irresponsible logging, insensitive wildlife trade and rampant hunting are all to blame. Consequently, less and less of them are available to offer their services to us. We can no longer easily take advantage of their seed dispersing activities to scatter and sow the seeds of durian trees, palm trees, cinnamon trees and many other trees that actually have high economic values for us. So orangutans’ existence, health and seed dispersing behavior are essential in determining whether or not we can still have and enjoy various forest-related products we love so much.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Our Ocean Earth&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Do you love seafood? I LOOOVE SEAFOOD. Where do you think seafood come from? From the sea, you idiot! Well, yes… they’re from the sea. But do they just exist in the sea forever and ever? They’re just there. They’re always available. NO. Just like in the forest, there’s life cycle in the ocean too. If the delicate balance of that life cycle is disrupted or disturbed in any way, we may lose the joy of eating one or two types (or all) of seafood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life at sea depends on the wellbeing of mainly three ecosystems. The coral reefs, the mangroves and the sea-grass beds. To keep consistent with the previous subtitle “Animals and Us”, I’m going to focus on just the coral reefs. Why? Because here’s something that’s probably a brand new knowledge for most of you: coral reefs are ANIMALS. They may look like an elaborate cluster of colorful and artsy rocks under the sea, but they are actually animals. Living, breathing, breeding animals. They live in colonies. So one shape of coral may consist of hundreds or thousands or even millions of these creatures.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These living, breathing and breeding animals provide a beautiful and colorful empire for marine creatures all over the world, big and small, visible and invisible, pretty and ugly. For marine creatures, coral reefs are a nursery where they eat, find mates, make love, have babies or simply find a safe little corner to rest and sleep. Even humpback whales would endure an epic 4,000-mile journey to reach the clear, safe and warm waters of the tropics just to have their babies, before returning to the forever cold and rough ocean of Antarctica. So the reefs are where life begins at sea. Without them… well, there will be no seafood. Ever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That’s the simplest explanation about reefs. Of course there are other functions of the reefs that are also very important. But I know you would find it a lot easier to understand when it relates to food. So I’m not going to get too technical and scientific by explaining the other functions. I just want you to realize how important it is to protect and conserve our reefs, if you still want to enjoy seafood. And get this, about 75 percent of the world’s coral species live in the waters of INDONESIA. Our once pristine tropical waters are at THE HEART OF THE CORAL TRIANGLE. The richest waters in the world. Yes, our waters. Our oceans. Our seas. Yes, the ones that we pollute, the ones that we bomb, the ones that we spray with cyanide, the ones that we exploit greedily with total disregard for the future. Well then, our grandchildren may never know what seafood is anymore…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have forgotten that water is the most essential element in our lives. We have taken it for granted. We have forgotten that water is THE ONLY THING that keeps us together. While the lands are separated by thousands of miles. The seas are all connected under the great blue sky. The seas keep us connected as one planet. Planet Earth. Our Ocean Earth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Rubbish Country&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I have yet to mention about the by-products of our lifestyle, namely rubbish. Lots and lots of rubbish. Inorganic, non-biodegradable rubbish that the Earth do not know what to do with. You know, the various types and brands of containers, bottles and other creative packaging for our liquid soap, shampoo, detergent, cosmetics and even condoms. Zillions of things are made of plastic. Zillions…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“But…,” you protest, “I don’t throw my rubbish everywhere. I always throw them in a dedicated rubbish bin.” Well, that’s good. At least you have played a part in keeping our environment clean. However, I have to tell you that that’s not enough. Especially in this country, it’s definitely not enough.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First, there are still MANY, MANY of you in this country who still throw rubbish everywhere. Mineral water bottles, food wraps, cigarette boxes, cigarette buds and many other types of packaging are EVERYWHERE. If you can read this, I’m sure you’re not blind. I’m sure you’ve seen the garbage EVERYWHERE. On land, in the river and in the sea. On the streets, in the cities, in the remotest villages. They are EVERYWHERE. To make matters worse, the ever-stupid Indonesian government so far does not have a waste management system to process our rubbish wisely. No rules and regulations. No law. Or at least none that’s being enforced.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And so it is up to us, it is up to each individual in this country, to make an effort to reduce our own rubbish and sort out our own rubbish. The biodegradable ones can go back to Earth as composts. The rest MUST BE RECYCLED.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You get the big picture by now, right? Basically, we are in deep shit…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Conspiracy Theory&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;There is such a lack of concern about global warming… I have to ask what it would take to set off the alarm bells to make this a top-of-mind priority. I’ve even heard that some people actually think that this whole global warming fuss is a conspiracy. It’s a trick created by well-developed Western countries to control us in the east. WHAT?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fist of all, for those of you who are so anti-western-civilization, please take this quiz. Count how many things in your house that have western brands. Count how many things in your office that have western brands. Count how many restaurants and fast food places where you sometimes eat or drink that have western brands. Done? Now count how many ideas or solutions that you have in your brain to help us avoid using western brands and still have the qualities and services we seek for. None? Zero? Okay, just count how many things you actually have in your brain. Still nothing? Zero? No wonder…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secondly, Indonesia is in the Guinness Book of Record. No, not for a great achievement, but for an achievement after all. We are in the Guinness Book of Record for being the number one country with the fastest rate of deforestation. It doesn’t take a genius to see that WE ARE the number one country causing global warming. You know that a human body has two lungs? So does Earth. One is our forests. The other is the Amazon’s forests. By destroying our forests, we have amputated one of the Earth’s lungs. Fewer forests, less oxygen, more carbon, more heat, you’re dead. Get it? GLOBAL WARMING IS NOT A TRICK! IT IS NOT A CONSPIRACY! It’s happening and it’s happening NOW! Recent natural disasters and weird diseases in the world are the proofs. How stupid can you be?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Conservation ≠ Less Consumption&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;So after knowing that we are in deep shit, I really hope… Dear God, Dear Father, I REALLY HOPE… that you show a little more concern and act accordingly. I’m actually hoping that you would fall in love with Planet Earth, but I would be happy enough if you at least make every little change that you can in your lifestyle in order to save our forests, to save our oceans, to save our flora and fauna, to save us, to save Earth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remember, conservation does not mean less consumption. I’m NOT telling you to stop eating this and that. Stop using this and that. I’m just asking you to be wiser and smarter. If you want to keep the lifestyle that you have and enjoy, be aware of the environmental impacts that you’re causing. And be ready to manage those impacts in the smartest and most environmentally friendly manners as possible. Remember, you’re not the only one who would like to have a certain lifestyle. You’re sharing this Earth with billions of other living beings, humans and non-humans, who also have the right to live. And lastly, you need to remember that your children, grandchildren and great-grandchildren will still need to continue this life after you’re gone. They will need a healthy Earth too. Please don’t make them pay the consequences for the horrible things we choose to do today.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, let’s go back to the term “Go Green”. If conserving doesn’t equal less consumption, how do we “Go Green”? This is how.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Count Your Carbon Footprint&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Count the amount of carbon you produce based on your lifestyle. Calculating your carbon footprint is not hard. There are hundreds of websites that offer calculators and some even offer ways to offset your sins. Kind of like the church or the mosque. It’s neutral and it’s up to you to make the difference. According to calculator and based on my own hedonistic lifestyle, I owe Mother Earth 4 trees. How about you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Try one of these websites:&lt;br /&gt;- http://www.wwf.or.id/cfootprint/?l=id (this is a great one for Indonesians)&lt;br /&gt;- http://www.conservation.org/act/live_green/carboncalc/Pages/default.aspx&lt;br /&gt;- http://www.econeutral.com/carboncalculator.html&lt;br /&gt;- http://www.nature.org/initiatives/climatechange/calculator/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Offset Your Carbon Footprint&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Once you know the amount of carbon you produce (it’s a LOT, isn’t it?), now all you have to do is offset it. You know, make it zero. Balance it out. You can achieve this by planting trees (the number of trees you need to plant will depend on the amount of your personal carbon footprint) or by donating money to a conservation organization and let them save the environment for you.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Reduce, Reuse, Recycle!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Then make a pledge to Mother Earth to love and protect it by changing your habits. Yes, you can still shop ‘til you drop, but don’t accept any plastic bags from the stores. Bring your own reusable shopping bags. Recycle and reuse as much as you can. Save energy. Use environmentally friendly products. Use both sides of the papers to print stuff. Don’t buy pre-paid vouchers to refill credits of your cell phone provider. Use electronic refill instead. Reduce your garbage. Separate biodegradable garbage and non-biodegradable ones. REDUCE, REUSE, RECYCLE!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are many websites where you can find how to make your life more green without sacrificing too much of your lifestyle. But nonetheless, a sacrifice is a must if you love someone or something, right? I just hope you love Earth enough to make that sacrifice. A small one to save this lovely Planet. The ONLY home that we know and have. And to save this beautiful jewel of the equator. The lung of the world. The heart of the coral triangle. The largest archipelago in the world. INDONESIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then the term “Go Green” will make sense. Then you can say, “I AM GREEN.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No, I’m not trying to save the world. I’m just trying not to be stupid because my stupidity could hurt and kill others, including my loved ones and the ones that aren’t born yet…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy Earth Day 2008, Mother Earth! I’m your daughter and I love you… © Rini Sucahyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;copy and paste from &lt;a href="http://life-elements.blogspot.com/2008/04/go-green-what-hell-does-it-mean.html"&gt;here&lt;/a&gt;, by Rini Sucahyo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-3898577716172107515?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/3898577716172107515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=3898577716172107515' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3898577716172107515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3898577716172107515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/05/go-green-what-hell-does-it-mean.html' title='Go Green? What the hell does it mean?'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_pfta2_NyQWQ/SBCkNFa9-uI/AAAAAAAAABk/98VibPjOEnY/s72-c/01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-4261483437667838172</id><published>2008-05-10T07:40:00.001-07:00</published><updated>2008-05-10T08:02:03.992-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Kita Hemat = Bumi Sehat</title><content type='html'>Mengendarai mobil sejauh 1.003.200 kilometer atau sama dengan 25 kali mengelilingi dunia akan menghabiskan bahan bakar sebanyak 3 truk tangki. Padahal, untuk memproduksi 3 liter bensin saja kita membutuhkan 18 liter air. Nah, bisa dibayangkan berapa banyak air yang dibutuhkan untuk membuat 3 tangki bensin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa menghemat penggunaan air sampai 15 liter sehari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hanya dengan mematikan keran setiap kali kita menyikat gigi&lt;/span&gt;. Jangan biarkan keran air mengalir kalau tidak dipakai. Air yang mengalir dari keran mencapai kira-kira 9 liter setiap menitnya. Sedangkan ada sekitar 50% populasi dunia yang mengalami kesulitan akses mendapatkan air bersih untuk sanitasi, minum dan kebutuhan sehari-hari lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali mem-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;flush&lt;/span&gt; toilet, kita menggunakan air bersih sebanyak 6-10 liter. Kalikan jumlahnya dengan banyaknya kita ke kamar mandi dan jumlah anggota keluarga di rumah, yang paling nggak ada 4-5 orang. Hasilnya adalah penggunaan air bersih sebanyak 100-100 liter setiap harinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian listrik dalam rumah tangga di Indonesia pada kelas paling umum berdaya 2200 watt. Pemakaian listrik sebesar 1 KwH menghabiskan Rp 390,-. Pemakaian kulkas kulkas berdaya 100 watt dan komputer berdaya 400 watt selama 1 jam, akan menghabiskan listrik sebanyak 0,5 KwH dengan biaya Rp 190,- per jamnya. Bila dinyalakan kurang lebih 10 jam setiap harinya maka memakan biaya sekitar Rp 1900,-. Dalam sebulan biaya yang harus dibayarkan adalah sekitar Rp 57.000,- hanya untuk dua alat listrik saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pensosialisasian penggunaan Lampu Hemat Energi oleh PLN sebanyak 50 juta buah, dimana tiap rumah mendapatkan satu buah, dapat membantu PLN. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggantian satu lampu pijar biasa dengan LHE akan menghemat 2,4 juta MwH pertahun!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menghemat listrik, penggunaan LHE juga akan menghemat BBM kita. Karena, untuk menghasilkan daya listrik 1KwH dibutuhkan 0,35 liter bahan bakar minyak. Maka, penghematan listrik 2,4 juta MwH itu bisa menghemat BBM sebanyak 811,38 juta liter pertahun. Dengan penghematan BBM sebanyak ini sama dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menghemat biaya sebesar Rp 2,8 triliun&lt;/span&gt; per tahun. Angka yang fantastis ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan kereta listrik sebagai sarana transportasi umum utama dapat menghemat penggunaan BBM dalam jumlah besar. Dalam sehari sekitar 156 kereta listrik beroperasi di wilayah Jabodetabek, dengan kapasitas angkut rata-rata 1610 penumpang tiap kereta. Bisa dibayangkan kan, betapa banyak BBM yang bisa dihemat dengan penggantian alat transportasi dari mobil ke kereta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Gadis No.12 XXXV.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-4261483437667838172?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/4261483437667838172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=4261483437667838172' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4261483437667838172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4261483437667838172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/05/kita-hemat-bumi-sehat.html' title='Kita Hemat = Bumi Sehat'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-4052371535833991820</id><published>2008-05-03T05:29:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:44:39.924-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Dampak Pemanasan Global Terhadap Kehidupan</title><content type='html'>Pemanasan global merupakan permasalahan dunia yang dirasakan oleh semua negara di dunia, baik negara miskin, negara yang sedang berkembang, maupun negara-negara maju. Pemanasan global yang ditunjukan dengan adanya kenaikan suhu di permukaan laut dapat menyebabkan terjadinya bencana bagi bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan memprediksi bahwa temperatur dunia rata-rata mengalami kenaikan 0,5 derajat celcius setiap tahun. Kenaikan suhu tersebut meningkatkan evaporasi sehingga hujan turun lebih banyak seperti di daerah tropis, sedangkan daerah beriklim sedang akan mengalami musim panas dan kering yang lebih lama serta musim dingin yang lebih pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, akibat yang ditimbulkan pleh adanya pemanasan global ada dua, yaitu terjadinya perubahan iklim global dan naiknya permukaan laut&lt;br /&gt;&lt;img alt="hah" class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/13.gif" title="hah" /&gt;&lt;img alt="hah" class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/13.gif" title="hah" /&gt;&lt;img alt="hah" class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/13.gif" title="hah" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : buku Geografi kelas 10.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-4052371535833991820?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/4052371535833991820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=4052371535833991820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4052371535833991820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4052371535833991820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/05/dampak-pemanasan-global-terhadap.html' title='Dampak Pemanasan Global Terhadap Kehidupan'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5536523933316659889</id><published>2008-05-03T05:12:00.000-07:00</published><updated>2008-05-03T05:27:44.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studi kasus'/><title type='text'>Tiga juta hektar hutan Riau hilang !!!</title><content type='html'>Sekitar tiga juta hektar luas hutan alam Riau tergerus pada tahun 1984-2005. Penurunan luas hutan alam mencapai 840.000 hektar, pada tahun 1999-2005. Rata-rata per tahun 150.000 hektar hutan alam Riau hilang. Kini kondisi lingkungan alam di Riau menunjukkan kehancuran ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Data dari Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) menunjukkan hal tersebut, namun sepanjang tahun 2005 tidak ada perbaikan perilaku masyarakat dan pemerintah daerah untuk penyelamatan hutan. Kini hutan alam hanya tersisa 650.000 hektar (ha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     "Sesuai ketentuan UU Kehutanan No 41 Tahun 1999, tutupan hutan harus seluas 30 persen total daratan, dibagi-bagi untuk keperluan lain seperti industri dan pemukiman. Diakui, sekarang yang benar-benar hutan alam kurang dari 700.000 hektar", Kata Kepala Dinas Kehutanan Riau, Burhanuddin beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Eksploitasi terbesar dilakukan di sektor alih fungsi hutan alam menjadi areal industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Hutan alam Riau dari analisis Jikalahari, 789.703 hektar hutan alam di tahun 2004 sudah dikuasai dua grup perusahaan bubur kertas, yaitu Asia Pasific Resources International Ltd (APRIL) induk PT Riau Andalan Pulp and Papper (RAPP) dan Asia Pulp and Papper (APP) induk PT Indah Kiat Pulp and Papper (IKPP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Seluas 390.471 hektar lainnya dikuasai perusahaan perkebunan, terutama komoditas kelapa sawit. Adapun 834.249 hektar hutan alam dikuasai pemegang hak pengusahaan hutan (HPH). Aktivitas penebangan liar menyeruak di tengah-tengah semua jenis usaha eksploitasi hutan alam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Perubahan dari hutan dalam heterogen  menjadi HTI dan perkebunan homogen memengaruhi keseimbangan lingkungan. Krisis air akut mulai dirasakan di Riau dan Sumatra dan diperkirakan memuncak pada tahun 2020.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sementara itu, 16.200 ha (85 persen) dari 18.000 ha lahan reboisasi melalui Gerakan Rehabilitasi Lahan (Gerhan) 2004 Sumatra Selatan diperkirakan rusak karena tidak terpelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tidak turunnya anggaran pemeliharaan 2005 membuat perawatan tak berjalan. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Dodi Priyadi, Senin di Palembang, tanaman itu butuh penyiraman dan pemupukan untuk beradaptasi dengan lahan kritis tampat penanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : buku biologi kelas 10, Litbang Kompas diolah dari Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5536523933316659889?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5536523933316659889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5536523933316659889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5536523933316659889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5536523933316659889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/05/tiga-juta-hektar-hutan-riau-hilang.html' title='Tiga juta hektar hutan Riau hilang !!!'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-6555351556340409828</id><published>2008-04-27T05:44:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:44:46.566-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Pencemaran udara</title><content type='html'>Pencemaran udara adalah adanya satu atau lebih zat fisik, kimia, atau biologi pada atmosfer dalam ukuran jumlah tertentu&lt;img alt="gigil" class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/17.gif" title="gigil" /&gt;  yang dapat :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;mengganggu dan membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;merusak estetika.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mengganggu kenyamanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;merusak gedung, kantor, dan perumahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;merusak mobil atau peralatan listrik, dll.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Beberapa definisi gangguan fisik pada polusi udara diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;polusi udara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;panas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;radiasi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Beberapa definisi gangguan kimia pada polusi udara diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;asap industri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;asap kendaraan bermotor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;asap pembangkit listrik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;asap kebakaran hutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;asap rokok.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Beberapa definisi gangguan biologi pada polusi udara diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;timbunan gas metana pada lokasi urungan tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;timbunan gas metana pada tempat pembuangan sampah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;uap pelarut organik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Sumber pencemaran udara #&lt;br /&gt;Banyak faktor yang dapat menyebabkan pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global atau tidak langsung dalam kurun waktu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Pencemaran udara diantaranya dapat diuraikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;img alt="takbole" class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/68.gif" title="takbole" /&gt; Kegiatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;transportasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;industri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pembakaran sampah (perapian, kompor, furnace, insinerator dengan berbagai jenis bahan bakar)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="takbole" class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/68.gif" title="takbole" /&gt; Sumber alami.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;gunung berapi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;rawa-rawa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kebakaran hutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;nitrifikasi dan denitrifikasi biologi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;img alt="takbole" class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/68.gif" title="takbole" /&gt; Sumber-sumber lain.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;transportasi amonia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kebocoran tangki klor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;timbulan gas metana dari tempat pembuangan sampah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;uap pelarut organik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;oleh : &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4739605042289917915&amp;amp;postID=6555351556340409828"&gt;melinda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sumber : "akankah Indonesia tenggelam akibat pemanasan global?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-6555351556340409828?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/6555351556340409828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=6555351556340409828' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6555351556340409828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6555351556340409828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/04/pencemaran-udara.html' title='Pencemaran udara'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5954865836030743740</id><published>2008-04-22T23:03:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:44:55.920-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Global Warming</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SA7Sapi0VUI/AAAAAAAAAPI/bF0XP0GL8pw/s1600-h/eskrim.jpeg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192318775675082050" src="http://bp2.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SA7Sapi0VUI/AAAAAAAAAPI/bF0XP0GL8pw/s320/eskrim.jpeg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;Sumber gambar :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://fc02.deviantart.com/fs18/i/2007/146/e/5/Fresh_Ink__Global_Warming_by_lifeisunderrated.jpg&amp;amp;imgrefurl &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya pengetahuan saya mengenai global warming sangat minim hingga saya merasa penasaran ketika orang-orang mulai membicarakannya. Kampung saya terletak di Cokrokusuman Jetis, Yogyakarta. Meskipun sudah tersiar berita mengenai global warming di berbagai media, namun ternyata di dalam rumah tangga (kehidupan sehari-hari) belum ada tindak nyata secara serentak tentang upaya pengurangan dampak global warming ini. Berarti antara banyaknya kegiatan dan acara, setelah acara tersebut selesai maka masyarakat cenderung kembali ke kebiasaan hidup yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, keluarga kami termasuk salah satu yang mengonsumsi banyak air bersih. Tetapi, setelah melihat banyak bencana kekeringan dan kebakaran hutan, saya pun berupaya untuk memantau penggunaan air bersih di rumah, baik itu untuk mencuci, mandi, hingga memasak. Semoga upaya ini dapat berguna di masa depan dan saya berharap dapat bergabung bersama para relawan lainnya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh:&lt;br /&gt;Nama:   Risma Perwitha Sitanggang&lt;br /&gt;Email:   risma_sitanggang@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5954865836030743740?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5954865836030743740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5954865836030743740' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5954865836030743740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5954865836030743740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/04/global-warming.html' title='Global Warming'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_8-5UskCYRsA/SA7Sapi0VUI/AAAAAAAAAPI/bF0XP0GL8pw/s72-c/eskrim.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-3391646315783967356</id><published>2008-04-21T13:37:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:45:06.690-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Selamat Hari Bumi !</title><content type='html'>Hari ini, 22 April 2008 adalah hari bumi!&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #009900; font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #009900; font-size: 130%;"&gt;&lt;a href="http://nyrak.deviantart.com/art/Earth-Day-T-Shirt-2008-81549721"&gt;&lt;img src="http://tn3-2.deviantart.com/fs27/300W/f/2008/091/a/1/Earth_Day_T_Shirt_2008_by_Nyrak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #009900; font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah Hari Bumi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga puluh tahun yang lalu pada 22 April 1970, hari Bumi untuk pertama kalinya diselenggarakan di Amerika Serikat, atas prakarsa seorang senator, Gaylord Nelson. Embrio gagasan Hari Bumi dimulai sejak ia menyampaikan pidatonya di Seattle tahun 1969, tentang desakan untuk memasukkan isu-isu kontroversial, dalam hal ini lingkungan hidup, dalam kurikulum resmi perguruan tinggi mengikuti model teach in mengenai masalah anti perang. Gagasan Nelson mendapat dukungan yang mencengangkan dari masyarakat sipil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dukungan ini terus membesar dan memuncak dengan menggelar peringatan HARI BUMI yang monumental. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta orang turun ke jalan pada 22 April 1970. Nelson menyebutkan fenomena ini sebagai 'ledakan akar rumput yang sangat mencengangkan' dimana : " Masyarakat umum sungguh peduli dan Hari Bumi menjadi kesempatan pertama sehingga mereka benar-benar dapat berpartisipasi dalam suatu demonstrasi yang meluas secara nasional, dan dengan itu menyempaikan pesan yang serius dan mantap kepada para politisi untuk bangkit dan berbuat sesuatu ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut berbagai analisis ledakan ini muncul karena bergabungnya generasi pemrotes tahun 60-an (bagian terbesar adalah pelajar, mahasiswa, sarjana) yang terkenal sebagai motor gerakan anti-perang, pembela hak-hak sipil yang radikal. Sebuah perkawinan antara pemberontakan 60-an dan kesadaran lingkungan tahun 60-an. Hari Bumi yang pertama ini di Amerika Serikat merupakan klimaks perjuangan gerakan lingkungan hidup tahun 60-an untuk mendesak masuk isu lingkungan sebagai agenda tetap nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini peringatan Hari Bumi telah menjadi sebuah peristiwa global. Parapelaksana peringatan HARI BUMI menyatukan diri dalam jaringan global masyarakat sipil untuk Hari Bumi yakni EARTH DAY NETWORK yang berpusat di Seattle. Bila Hari Bumi '70 pertama paling tidak melibatkan 20 juta manusia di AS, Hari Bumi 1990 melibatkan 200 juta manusia di seluruh dunia, maka pada Hari Bumi 2000 diperkirakan terlibat 500 juta manusia di seluruh dunia dengan jargon "making history - making change".&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://cova35.blogspot.com/2007/04/sejarah-hari-bumi.html"&gt;Cova-35 Online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ini ada News dari *ProjectEarth di deviantArt yang judulnya &lt;a href="http://news.deviantart.com/article/47043/"&gt;Earth Day Special&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #009900; font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Take Small Steps&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;There are dozens of small things that you can do every day to save energy and keep the world cleaner and greener. You can:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;Shut off the water when you brush your teeth&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;Ride a bike or take the bus instead of traveling by car&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;Take faster showers or baths in just a small amount of water&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;Choose products that are not over packaged&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt;Recycle paper, plastic, glass, metal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Treat Mother Earth with love and respect:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If it was your mother, you would: bring her flowers&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;For Mother Earth: Plant her a tree!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If it was your mother, you would: Offer to clean the house&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;For Mother Earth: Use environmentally friendly cleaning products&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If it was your mother, you would: Cook her dinner&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;For Mother Earth: Buy organic, local food and bring your own bags to the store&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If it was your mother, you would: Help her remodel her house&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;For Mother Earth: Install energy efficient windows, appliances, light bulbs and insulation systems&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If it was your mother, you would: Take her to a movie&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;For Mother Earth: Ride your bikes, walk or take public transportation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If it was your mother, you would: Take out her trash&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;For Mother Earth: Recycle and compost your waste&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If it was your mother, you would: Do her laundry&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;For Mother Earth: Use environmentally friendly laundry soap and hang dry clothes instead of using the dryer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Bumi! Let's do something for Indonesia, for our better future...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-3391646315783967356?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/3391646315783967356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=3391646315783967356' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3391646315783967356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3391646315783967356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/04/selamat-hari-bumi.html' title='Selamat Hari Bumi !'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-7137091301627915270</id><published>2008-04-20T04:06:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:46:41.702-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Maret 2008, Suhu Daratan Terpanas dalam Sejarah</title><content type='html'>Jumat, 18 April 2008 | 16:32 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON, KAMIS - Fakta terjadinya pemanasan global makin jelas di depan mata. Maret 2008 tercatat sebagai bulan terpanas dalam sejarah dunia. Suhu rata-rata di daratan mencapai titik tertinggi, sedangkan suhu rata-rata keseluruhan, darat dan laut, menduduki peringkat kedua dalam catatan sejarah.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Pusat Data Iklim Nasional NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) menyatakan rata-rata suhu daratan di dunia sepanjang Maret 2008 4,9 derajat Celcius atau 1,8 derajat lebih tinggi dari suhu rata-rata sepanjang abad ke-20. Kenaikan ini dipicu kenaikan suhu yang tinggi di daratan Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut sangat ekstrim dengan bulan Januari 2008 yang juga tercatat sebagai bulan Januari paling bersalju di Asia. Namun, suhu yang tinggi di bulan Maret segera mengikis salju sangat cepat sampai luas cakupannya sangat sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu rata-rata suhu di laut sepanjang Maret 2008 tercatat sebagai suhu terhangat ke-13 sepanjang sejarah. Hal tersebut karena gangguna kondisi La Nina yang berperan mendinginkan Samudera Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi suhu rata-rata di darat dan laut menepatkan bulan Maret 2008 sebagai bulan terpanas kedua. Sejak dinamika suhu Bumi dipantau selama 129 tahun terakhir, suhu tertinggi tercatat terjadi tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu global mengalami tren kenaikan dalam beberapa dekade terakhir. Para pakar cuaca dan iklim yakin hal tersebut erat kaitannya dengan emisi gas buang dari pabrik dan kendaraan bermotor ke atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh : &lt;a href="http://oktaa.deviantart.com/"&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Okta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-7137091301627915270?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/7137091301627915270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=7137091301627915270' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7137091301627915270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7137091301627915270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/04/maret-2008-suhu-daratan-terpanas-dalam.html' title='Maret 2008, Suhu Daratan Terpanas dalam Sejarah'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5085704632243378117</id><published>2008-04-16T08:24:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T08:30:39.016-07:00</updated><title type='text'>Global Warming @deviantArt</title><content type='html'>&lt;object width="450" height="328"&gt;&lt;param name="movie" value="http://backend.deviantart.com/embed/view.swf"&gt;&lt;param name="flashvars" value="id=79873996&amp;amp;width=1337"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://backend.deviantart.com/embed/view.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="450" flashvars="id=79873996&amp;amp;width=1337" height="328" allowscriptaccess="always"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.deviantart.com/deviation/79873996/"&gt;global warming&lt;/a&gt; by ~&lt;a class="u" href="http://syalalla.deviantart.com/"&gt;syalalla&lt;/a&gt; on &lt;a href="http://www.deviantart.com"&gt;deviant&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.deviantart.com"&gt;ART&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;photos &amp;amp; edit by : &lt;a href="http://lalla.co.nr"&gt;Lala&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kiri : diambil dari koleksi ayahnya&lt;br /&gt;kanan : koleksi pribadi. @Kota, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap pabrik adalah salah satu pendonor global warming di dunia.&lt;br /&gt;Dan yang bisa kita lakukan untuk dunia ini salah satunya dengan menanam pepohonan, biar oksigen makin banyak diproduksi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5085704632243378117?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5085704632243378117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5085704632243378117' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5085704632243378117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5085704632243378117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/04/global-warming-deviantart.html' title='Global Warming @deviantArt'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5240794555492352783</id><published>2008-04-14T03:46:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T04:05:33.996-07:00</updated><title type='text'>Green Festival - Aksiku untuk Bumi</title><content type='html'>&lt;div class="date-gh"&gt;Seiring dengan adanya perubahan iklim akibat &lt;i&gt;global warming&lt;/i&gt; atau pemanasan global, 5 pihak yang peduli dalam upaya pencegahan pemanasan global, bergabung membentuk &lt;i&gt;Green Inisiative Forum&lt;/i&gt; (GIF) untuk melakukan Kampanye Pencegahan Pemanasan Global.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;     Kelima pihak tersebut adalah PT Unilever Indonesia Tbk., Kompas, FeMale Radio, MetroTV dan PT Pertamina (Persero). GIF bertujuan untuk membangun kesadaran dan menyebarluaskan pengetahuan mengenai isu pemanasan global yang tidak terbatas pada kalangan pemerintah, perusahaan, akademisi dan LSM, namun tujuan utamanya adalah lebih kepada masyarakat awam dengan menggunakan pendekatan sederhana sehingga mudah untuk dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keterlibatan kami dalam program ini, merupakan bagian dari tanggung jawab sosial (corporate social responsibility / CSR) perusahaan terhadap masyarakat dalam bidang lingkungan. Sebagai perusahaan yang hampir 75 tahun tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia, Unilever memiliki tanggung jawab yang tinggi kepada masyarakat dengan selalu mengagendakan kepentingan konsumen, pelanggan dan masyarakat dalam berbisnis,” kata Josef Bataona, Direktur Corporate Relations &amp;amp; Human Resources PT Unilever Indonesia Tbk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan Bambang Sukartiono, Pemimpin Redaksi Harian Kompas. ”Selama ini kami cukup banyak memberi tempat untuk liputan dan tulisan-tulisan tentang lingkungan. Kami rasa, Kompas adalah salah satu media di Tanah Air yang memberi perhatian terhadap isu-isu lingkungan. Sebab masa depan kita, masa depan anak cucu kita, sangat tergantung kepada bagaimana kita menjaga dan melestarikan lingkungan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan nyata juga dilakukan pihak Metro TV untuk memberikan edukasi tentang lingkungan pada masyarakat. “Metro TV juga gencar melakukan program edukasi pencegahan Pemanasan Global yaitu melalui program Let’s Go Green. Dengan program Let’s Go Green ini, kami berharap dan yakin bahwa masyarakat Indonesia akan semakin teredukasi tentang apa dan bagaimana dampak Pemanasan Global itu. Dan untuk lebih menggaungkan kepedulian tersebut, Metro TV bergabung dalam Green Festival 2008 ini,” terang Wisnu Hadi, Presiden Direktur Metro TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ketinggalan, Radio FeMale yang sejak awal konsisten mengajak dan melibatkan pendengarnya dalam program-program peduli lingkungan, seperti Program Tanam 1.002 Pohon, Green Cities Green Communities, Kampanye Sejuta Bunga untuk Bandung, sampai Club Weekend, turut andil dalam festival ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna mensosialisasikan kampanye pencegahan pemanasan global kepada masyarakat, akan dilakukan beberapa tahap. Tahap pertama kampanye melalui media mengungkapkan fakta, faktor dan tips-tips pencegahan pemanasan global, serta penyebabnya melalui ke-3 media yang tergabung dalam GIF, yaitu Kompas, Metro TV dan FeMale Radio beserta jaringannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye telah berlangsung selama lebih kurang 3 bulan (Januari s/d Maret 2008). Tahap kedua, menggelar Green Festival Event berupa Pameran dan Festival Lingkungan mengenai isu Pemanasan Global (Global Warming), yang akan diadakan selama 3 hari pada tanggal 18, 19 dan 20 April 2008, bertempat di Parkir Timur Senayan, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Green Festival ini, masyarakat akan memperoleh edukasi tentang upaya-upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Acara akan dikemas dengan menarik dan diharapkan 100.000 keluarga hadir dalam festival tersebut. Masyarakat bebas berkunjung dengan membawa anak-anaknya karena dalam arena ini juga akan disediakan arena bermain sambil belajar mengenai lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Bocoran Rundown acara:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jum’at :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jumat Siang, MC Virgie baker, Tarian Taiko Jepang, Purwacaraka, Muppets Jalan Sesama, Film global warming&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jumat Sore-malem : MC. Gerry Puraatmaja, Capoiera, Fasion show Ika mardiana, LETTO&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sabtu :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sabtu pagi sampai siang: MC Protta laura, penanaman pohon, Film, Katon Bagaskara WWF Film&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sabtu Sore sampai malem : MC Shannaz Haque, Dwiki Darmawan Conser, Marcell, Demo Daur ulang kertas, film, Naif, AFI Junior, Biopori, Fasion Show, MC Pinky&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Minggu Pagi : FUNBIKE&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sepeda.files.wordpress.com/2008/04/green-fetival.jpg?w=290&amp;amp;h=448"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://sepeda.files.wordpress.com/2008/04/green-fetival.jpg?w=290&amp;amp;h=448" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Minggu Siang sampai malam, Sanggar Bona, Shannaz haque, Saung Udjo Angklung BAnd, Bina Vokalia, White Shoes and Couples company, Maliq &amp;amp; d'essensial, Ta TA LOE, Swiss Contact&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berita-berita tentang Green Festival tiap hari ada di KOMPAS&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Didapat dari &lt;a href="http://www.astaga.com/warta/index.php?id=116793&amp;amp;cat=536"&gt;sini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://sepeda.wordpress.com/2008/04/09/green-festival-2008/"&gt;situ&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikirim oleh : &lt;a href="http://scvizer.blogspot.com/"&gt;Tan&lt;/a&gt; &lt;a href="http://tandodol.wordpress.com/"&gt;do&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5240794555492352783?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5240794555492352783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5240794555492352783' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5240794555492352783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5240794555492352783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/04/green-festival-aksiku-untuk-bumi.html' title='Green Festival - Aksiku untuk Bumi'/><author><name>Go Green Indonesia !</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01089668989006135645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_v1IF1BG6HcA/R8rUOhUso9I/AAAAAAAAABQ/v6V_HSQ-qh8/S220/S.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-3529303917976616088</id><published>2008-04-07T21:48:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:46:49.517-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Upaya kota Yogyakarta dalam mengurangi pencemaran udara</title><content type='html'>&lt;strong&gt;1. Melaksanakan Program Langit Biru sejak tahun 2004.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Program ini bertujuan untuk menciptakan mekanisme kerja yang koordinatif dalam pengendalian pencemaran udara, mengendalikan pencemaran udara, dan mewujudkan perilaku kota Yogyakarta yang cinta lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Melaksanakan pemantauan lingkungan secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pemantauan ini dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan uji udara ambient untuk mengetahui kualitas udara dalam Kota Yogyakarta dan uji emisi untuk kendaraan umum serta pribadi. Jumlah kendaraan yang melakukan uji emisi diharapkan dapat mencapai 1.000 kendaraan per tahun. Jika pengujian berkala ini berfungsi secara efektif maka emisi CO, HC, dan partikulat dapat turun hingga 50%. Selain itu, faktor keselamatan kendaraan juga merupakan manfaat lain yang bisa dipetik. Artinya jika kendaraan dirawat dengan baik maka risiko mengalami kecelakaan pun dapat dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Menata transportasi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Penataan ini terutama dikonsentrasikan pada jalur kawasa Malioboro. Kawasan Malioboro merupakan kawasan utama yang wajib dikunjungi para wisatawan. Tidak mengherankan kalau kawasan ini selalu ramai dari pagi hingga malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Meningkatkan dan memperbanyak jalur-jalur hijau. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jalur hijau di dalam kota diperbanyak untuk meneka jumlah emisi CO2. Contohnya dengan membuat jalur hijau Malioboro, penghijauan jalan-jalan utama kotam dan pembuatan taman di area pemukiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Membina kelompok pelajar, mahasiswa, dan masyarakat pecinta lingkungan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Upaya sadar lingkungan mulai digerakkan sedini mungkin pada anak-anak dan remaja. Salah satu upayanya adalah dengan membentuk serta membina organisasi dan klub pecinta lingkungan Sebut saya &lt;em&gt;Jogja Onthel Community&lt;/em&gt; (JOC) dan &lt;em&gt;Youth Clean Air Club&lt;/em&gt; (YCAC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;oleh : &lt;a href="http://www.blogger.com/http"&gt;melinda&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;sumber : &lt;em&gt;akankan Indonesia tenggelam akibat pemanasan global?&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-3529303917976616088?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/3529303917976616088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=3529303917976616088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3529303917976616088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/3529303917976616088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/04/upaya-kota-yogyakarta-dalam-mengurangi.html' title='Upaya kota Yogyakarta dalam mengurangi pencemaran udara'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-381375864819816220</id><published>2008-04-03T02:09:00.000-07:00</published><updated>2008-04-03T02:28:37.386-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Bulan baru, Banner baru!</title><content type='html'>ini ada 3 banner baru dari go green indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang pertama;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_8-5UskCYRsA/R_SfngSC05I/AAAAAAAAANI/pedBKj_sq6U/s1600-h/batik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_8-5UskCYRsA/R_SfngSC05I/AAAAAAAAANI/pedBKj_sq6U/s320/batik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184944572039615378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;form action="/cgi-bin/example.cgi" method="post"&gt;&lt;br /&gt;&lt;textarea maxlength="200" rows="3" cols="40" name="Comments" wrap="virtual"&gt;&lt;a href="http://gogreenindonesia.blogspot.com"&gt;&lt;img border="0" alt="go green indonesia!" src="http://i23.photobucket.com/albums/b382/soakzzz/batik.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kedua dan ketiga adalah kiriman dari &lt;a href="http://profiles.friendster.com/12955712"&gt;Hafid a.k.a Apit&lt;/a&gt;;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img239.imageshack.us/img239/3935/gogreencr4.th.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 162px; height: 58px;" src="http://img239.imageshack.us/img239/3935/gogreencr4.th.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;form action="/cgi-bin/example.cgi" method="post"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;textarea maxlength="200" rows="3" cols="40" name="Comments" wrap="virtual"&gt;&lt;a href="http://gogreenindonesia.blogspot.com"&gt;&lt;img border="0" alt="go green indonesia!" src="http://img239.imageshack.us/img239/3935/gogreencr4.th.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img127.imageshack.us/img127/6872/gogreen1fr1.th.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;textarea maxlength="200" rows="3" cols="40" name="Comments" wrap="virtual"&gt;&lt;a href="http://gogreenindonesia.blogspot.com"&gt;&lt;img border="0" alt="go green indonesia!" src="http://img127.imageshack.us/img127/6872/gogreen1fr1.th.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-381375864819816220?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/381375864819816220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=381375864819816220' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/381375864819816220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/381375864819816220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/04/bulan-baru-banner-baru.html' title='Bulan baru, Banner baru!'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_8-5UskCYRsA/R_SfngSC05I/AAAAAAAAANI/pedBKj_sq6U/s72-c/batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5913802058284517066</id><published>2008-04-02T05:46:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:46:57.335-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Look What You've Done</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hutan Indonesia Memang Makin Sedikit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beratus-ratus juta hutan Indonesia,hilang 70 % karena ulah manusia.Bentuk kerusakannya bermacam-macam,yang paling utama adalah diakibatkan oleh pembalakan liar.Selain sebagai habitat asli hewan,hutan juga berguna sebagai paru-paru dunia pengatur tata air.Mengurangi hutan berarti berkurangnya pasokan oksigen,bahkan menyebabkan kekeringan saat kemarau dan meningkatkan resiko bencana banjir dan longsor serta intensitas badai.Kebakaran hutan menghasilkan asap yang bikin infeksi saluran pernapasan dan yang paling penting hutan menyerap emisi gas rumah kaca sehingga nggak langsung menyebar ke atmosfer.Berarti kurangnya luas hutan sama saja memperparah perubahan iklim yang mengakibatkan ketahanan pangan sebuah negara terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Limbah Pencemar Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dunia industri memang berdampak baik bagi ekonomi tapi berdampak negatif pada lingkungan dimana tahun 1955 sampai 1968 dunia dihebohkan kasus teluk Minamata Jepang yang menewaskan banyak korban akibat memakan ikan dari laut yang tercemar merkuri.Analisa Mengenai Dampak Lingkungan juga berusaha meminimalisir dampak negatif industri.Jalan pintas yang diambill oleh pelaku untuk mengatasi limbah juga bukan tanpa sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sampah Makin Bertambah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita sering tanpa sadar melakukan hal ini.Kota besar memang menitipkan sampahnya di TPA.Di TPA tetep saja ditumpuk dan sampah itu tidak bisa didaur ulang dan menghasilkan gas metan yang memperparah global warming.Sampah yang di sungai juga menyebabkan banjir..Makanya program 3 R digencar-gencarkan yaitu REDUCE,REUSE,RECYCLE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Upaya yang bisa kita lakukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.Membuang sampah ditempatnya dan menanamkan pada diri kita bahwa memungut sampah itu mulia&lt;br /&gt;2.Mengurangi penggunaan plastik&lt;br /&gt;3.Menghemat kertas&lt;br /&gt;4..Memilih produk yang ramah lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh : &lt;a href="http://hahahadd.multiply.com/"&gt;Karin&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5913802058284517066?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5913802058284517066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5913802058284517066' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5913802058284517066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5913802058284517066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/04/hutan-indonesia-memang-makin-sedikit.html' title='Look What You&apos;ve Done'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5012155069057706262</id><published>2008-03-31T04:38:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:47:01.838-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Ledakan Krakatau dinginkan dunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_C3ITnrfR_44/R_DU0_egDXI/AAAAAAAAAUU/EZUYGE-DC_k/s1600-h/krakatau+1.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183877177961090418" src="http://bp1.blogger.com/_C3ITnrfR_44/R_DU0_egDXI/AAAAAAAAAUU/EZUYGE-DC_k/s320/krakatau+1.jpg" style="cursor: hand; float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ledakan Gunung Krakatau yang terdapat di Selat Sunda, lebih seabad silam rupanya tidak hanya memamerkan suara suara paling keras di dunia atau mengirim 25 kilometer kubik batu serta abu ke angkasa. Tapi ledakan ini juga mendinginkan dan mengurangi ketinggian air laut seluruh dunia selama seabad.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Temuan hasil penelitian Peter Gleckler dan rekan-rekannya dari Lawrence Livermore National Laboratory di California yang dirilis News Scientist awal bulan ini. Gleckler membuat model lingkungan dengan Krakatau meletus dan yang tidak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Temuan yang mengejutkan, ternyata ledakan itu mendinginkan dan mengurangi ketinggian air laut selama puluhan tahun. Penyebabnya karena ledakan ini mengirim abu ke langit yang menghalangi cahaya matahari selama bertahun-tahun. Akibatnya jelas, permukaan air laut menjadi lebih dingin. Pengaruh mendinginnya laut baru berkurang setelah pemanasan global berlangsung akibat polusi dunia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;oleh &lt;a href="http://mellovegoodyakan.blogspot.com/"&gt;melinda&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;sumber : buku Biologi kelas 10.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5012155069057706262?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5012155069057706262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5012155069057706262' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5012155069057706262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5012155069057706262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/ledakan-krakatau-dinginkan-dunia.html' title='Ledakan Krakatau dinginkan dunia'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_C3ITnrfR_44/R_DU0_egDXI/AAAAAAAAAUU/EZUYGE-DC_k/s72-c/krakatau+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-6303313772107863375</id><published>2008-03-30T06:41:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:47:08.481-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Episode Warming dan Cooling Bumi Biasa Terjadi</title><content type='html'>&lt;span class="isiBerita"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isiBerita"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.ipb.ac.id/id/?b=631" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1206883944_0"&gt;http://www.ipb.ac.id/id/?b=631&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isiBerita"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isiBerita"&gt;Data palaeoklimat (iklim zaman Palaeo) menunjukkan iklim bumi senantiasa mengalami perubahan, bahkan jauh sebelum manusia memasuki periode revolusi industri. Berdasarkan observasi memang telah terjadi peningkatan suhu permukaan bumi sejak awal abad 19.  Artinya, kini sedang berlangsung &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1206883944_1" style="border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-style: dashed; border-bottom-width: 1px; cursor: pointer;"&gt;global warming&lt;/span&gt;. "Akan tetapi keadaan ini adalah sesuatu yang normal. Episode &lt;em&gt;warming&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;cooling&lt;/em&gt; telah terjadi di bumi sejak jutaan tahun lalu," ujar Prof. Ahmad Bey dari Laboratorium Meteorologi dan Polusi Atmosfer, Departemen Meteorologi dan Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1206883944_2" style="border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-style: dashed; border-bottom-width: 1px; cursor: pointer;"&gt;Institut Pertanian Bogor&lt;/span&gt; (IPB) dalam acara Seminar Nasional 'Telaah Ilmiah Pemanasan Global dan Perubahan Iklim' Selasa (25/3) di Kampus IPB Darmaga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isiBerita"&gt;Kenaikan suhu permukaan bumi selama seratus tahun ini relative kecil, masih dibawah 1 derajat selsius. Belum cukup sebagai justifikasi-saintifik untuk memastikan penyebab &lt;em&gt;warming&lt;/em&gt; saat ini adalah aktifitas manusia dalam bentuk emisi karbondioksida. "Uap air  hampir 100 kali lebih efektif sebagai gas rumah kaca dibanding karbondioksia, variasi uap air sedikit saja jauh lebih penting dibanding perubahan besar karbondioksida sebagai faktor pemicu terjadinya &lt;em&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1206883944_3" style="border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-style: dashed; border-bottom-width: 1px; cursor: pointer;"&gt;global warming&lt;/span&gt;,&lt;/em&gt;" ujar Ahmad. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isiBerita"&gt;Pendapat Ahmad didasarkan penghitungannya menggunakan persamaan kesetimbangan energi. Persamaan ini menyimpulkan, jika dalam periode seratus tahun terakhir radiasi matahari yang masuk ke atmosfer bumi  meningkat 1 persen, akan mengakibatkan suhu permukaan bumi naik 0,72 derajat Celsius.  Besaran ini hampir sebanding angka observasi 0.76 derajat Celsius yang oleh Teori Gas Rumah Kaca tentang iklim dinisbatkan hanya pada perubahan gas rumah kaca saja.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isiBerita"&gt;Ahmad mengkritisi penghitungan dalam teori gas rumah kaca belum memasukkan faktor uap air dan awan secara memadai. Akibatnya, teori gas rumah kaca ini  lebih menekankan pengaturan  laju-laju emisi gas-gas rumah kaca, diantaranya: upaya pengurangan penggunaan bahan bakar fosil, mendorong penggunaan &lt;em&gt;renewable energy&lt;/em&gt; dan pengelolaan &lt;em&gt;land use&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isiBerita"&gt;Sementara itu, Dr. Rizaldi Boer, yang juga Staf Pengajar Departemen Meteorologi dan Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB mengatakan saat ini bukan saatnya memperdebatkan teori &lt;em&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1206883944_4" style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: none; background-origin: initial; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-style: dashed; border-bottom-width: 1px; cursor: pointer;"&gt;global warming&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; tersebut, namun menggagas &lt;em&gt;action &lt;/em&gt;kita mengurangi &lt;em&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1206883944_5" style="border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-style: dashed; border-bottom-width: 1px; cursor: pointer;"&gt;global warming&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang sudah terjadi. Rizaldi kemudian memaparkan dampak &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1206883944_6" style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: none; background-origin: initial; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-style: dashed; border-bottom-width: 1px; cursor: pointer;"&gt;global warming&lt;/span&gt;. " Sudah saatnya pakar IPB ikut berperan menggagas konsep &lt;em&gt;Clean Development Mechanism&lt;/em&gt; untuk membantu pengurangan emisi karbon dan mendukung program  &lt;em&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1206883944_7" style="border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-style: dashed; border-bottom-width: 1px; cursor: pointer;"&gt;Bali&lt;/span&gt; Action Plan&lt;/em&gt;," ujar Rizaldi. Seminar ini  dimoderatori Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof.Dr.Ir.Yonny Koesmaryono. Acara yang dihadiri lebih dari 300 peserta ini dibuka oleh Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto. (ris)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="isiBerita"&gt;dikirim oleh : &lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Dwi Ardi Nugroho (winugroho@gmail.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-6303313772107863375?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/6303313772107863375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=6303313772107863375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6303313772107863375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6303313772107863375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/episode-warming-dan-cooling-bumi-biasa.html' title='Episode Warming dan Cooling Bumi Biasa Terjadi'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-8974069868570925935</id><published>2008-03-30T00:49:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:47:14.072-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Kampanye Go Green di Mall Ciputra</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_8-5UskCYRsA/R-9GwQSC01I/AAAAAAAAAMo/ZOWzi1htvi8/s1600-h/29032008%28001%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183439490945045330" src="http://bp0.blogger.com/_8-5UskCYRsA/R-9GwQSC01I/AAAAAAAAAMo/ZOWzi1htvi8/s320/29032008%28001%29.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_8-5UskCYRsA/R-9GwgSC02I/AAAAAAAAAMw/Fr2zrY1Zr4s/s1600-h/29032008%28002%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183439495240012642" src="http://bp1.blogger.com/_8-5UskCYRsA/R-9GwgSC02I/AAAAAAAAAMw/Fr2zrY1Zr4s/s320/29032008%28002%29.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya kita-kita yang gencar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bilang go green. &lt;/span&gt;Ternyata, Mal Ciputra -yang dikenal juga dengan Citraland- ikut mengkampanyekan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Go Green&lt;/span&gt; loh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto oleh : &lt;span style="color: #33cc00; font-weight: bold;"&gt;Topan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-8974069868570925935?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/8974069868570925935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=8974069868570925935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/8974069868570925935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/8974069868570925935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/kampanye-go-green-di-mall-ciputra.html' title='Kampanye Go Green di Mall Ciputra'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_8-5UskCYRsA/R-9GwQSC01I/AAAAAAAAAMo/ZOWzi1htvi8/s72-c/29032008%28001%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-4913907313452181724</id><published>2008-03-27T10:09:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:47:22.545-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>PANEN RAYA ORGANIK di TURI SLEMAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana, sans-serif; font-size: 100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;lama di kota? pingin ngerasain hal baru di hari minggu? mm..mau gak turun ke sawah bareng petani di desa? PANEN!!&lt;br /&gt;kringat pagi tak hanya untuk olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana, sans-serif; font-size: 100%;"&gt;&lt;strong&gt;Ajaklah keluarga dan kolega Anda dalam Panen Raya Organik!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;ikuti acara panen bersama petani kami di lahan pertanian Percetakan dan Penerbitan Kanisius desa Trimulyo, Turi, Sleman, Yogyakarta. (45 menit dari pusat kota Yogya, saat pagi tentunya..)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hari Minggu, 30 Maret 2008, dimulai pukul 8 pagi sampai selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibarengi dengan acara syukuran panen plus gudangan ala ndeso, pasar jajanan desa, dan jus sehat.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;hanya dengan biaya Rp 6.000,-/orang, pengalaman pagi anda akan terasa beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;berminat?&lt;/strong&gt; segera hubungi kami: &lt;strong&gt;AKSI AGRARIS MULTIKULTUR&lt;/strong&gt; di kantor IMPULSE, Kompleks Kanisius, Jl. Cempaka no. 9 Deresan Yogyakarta.&lt;br /&gt;Telp. (0274) 588783 ext. 245, (0274) 7101997. Contact Person: Kokok (0818 0279 6778). Atau Email kami di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;a href="http://mail.google.com/mail/h/1b8u0curi2otn/?v=b&amp;amp;cs=wh&amp;amp;to=aksiagraris@gmail.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family: verdana, sans-serif;"&gt;aksiagraris@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana, sans-serif; font-size: 100%;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta lokasi akan kami sediakan pada saat pendaftaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendaftaran ditutup hari Sabtu, 29 Maret 2008, pukul 12.00. Jangan sampai kelewatan loh..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-4913907313452181724?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/4913907313452181724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=4913907313452181724' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4913907313452181724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4913907313452181724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/panen-raya-organik-di-turi-sleman.html' title='PANEN RAYA ORGANIK di TURI SLEMAN'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-1053209544452631062</id><published>2008-03-26T16:24:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:47:30.320-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Bongkah Es Antartika Pecah Sepertiga Luas Jakarta</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.kompas.co.id/data/photo/2008/03/26/114301p.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.kompas.co.id/data/photo/2008/03/26/114301p.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="tanggal"&gt;Rabu, 26 Maret 2008 | 11:17 WIB&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;WASHINGTON, SELASA &lt;/strong&gt;- Lapisan es Antartika di Kutub Selatan kembali mengalami kondisi kritis. Bagian barat benua beku tersebut pecah sehingga bongkah es seluas tujuh kali Kota Manhattan, AS atau sekitar sepertiga luas Jakarta, lepas ke lautan lepas.  &lt;br /&gt;Bagian yang pecah merupakan tepan beting es Wilkins yang telah terbentuk di Antartika bagian barat sejak ratusan tahun hingga 1500 tahun yang lalu. Citra satelit menunjukkan bongkahan tersebut mulai bergerak sejak 28 Februari 2008.  &lt;br /&gt;"Ini adalah akibat pemanasan global," ujar David Vaughan, ilmuwan Survei Antartika Inggris (BAS). Pecahan es ini akan melelah di perairan yang lebih hangat, pecah menjadi beberapa bagian, dan habis sama sekali. Namun, peluangnya tetap bertahan juga ada karena saat ini sudah memasuki periode akhir musim panas di Antartika dan suhu mulai mendingin.  &lt;br /&gt;Meskipun peristiwa pecahnya bongkah es dari tepian Antartika sering terjadi, kejadian yang menyebabkan pecahan sebesar ini termasuk jarang. Bongkah es yang lebih besar baru terjadi dua kali yakni di tahun 2022 dan 1995. Namun, para ilmuwan khawatir kejadian seperti itu akan semakain sering terjadi akibat peningkatan suhu atmosfer.  &lt;br /&gt;"Pecahnya mirip kaca yang dipukul palu," ujar Vaughan. Ia memprediksi beting es Wilkins akan habis dalam 15 tahun ke depan jika tren kenaikan suhu tidak dapat dicegah. Meskipun bagian yang telah hilang dari beting es tersebut baru 4 persen, hal tersebut tetap dapat memicu retakan lebih besar.  &lt;br /&gt;Para ilmuwan baru melihat kejadian tersebut sebagai akbat pemanasan global. Pada hal masih ada ancaman berikutnya karena pelelahan es Antartika akan menyumbang terhadap kenaikan muka air laut di seluruh dunia.&lt;strong&gt;(AP/WAH)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;source : &lt;a href="http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.26.11171334&amp;amp;channel=1&amp;amp;mn=53&amp;amp;idx=89"&gt;kompas&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-1053209544452631062?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/1053209544452631062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=1053209544452631062' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1053209544452631062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/1053209544452631062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/bongkah-es-antartika-pecah-sepertiga.html' title='Bongkah Es Antartika Pecah Sepertiga Luas Jakarta'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-6619161881933582684</id><published>2008-03-24T06:30:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T06:32:06.628-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Cerpen : Dasar Cewek Gak Peduli Alam</title><content type='html'>"Eh Hel,lo mau gak jadi cewek gue?",tanya Ihsan malu-malu.Helga memang cewek yang paling diidam-idamkan cowok disekolahnya.Meskipun Helga bukan anak cheerleader yang udah pasti cantik dan ...so pasti sexy,tapi Helga cantik,pediam,pintar dan menantang hati para cowok yang berebut untuk bisa jadi pacarnya. &lt;div&gt;    Helga tampak berpikir agak lama.Ihsan juga bukan cowok sembarangan nih,dan dia nembak gue,batinnya dalam hati.Kemarin kakak kelasnya Dindra yang jago basket udah ditolak dan sekarang dia kepengen jadian sama Dindra,tapi sekarang Dindra udah punya cewek anak kelas 7,kalo jadian sama Ihsan sekalian buat nunjukin kalo dia ditolak Dindra masih ada cowok yang mau sama dia.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;    "Boleh deh",jawabnya.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;    Wajah Ihsan langsung berbinar -binar.Weitssss,Helga mau jadian sama gue.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;    &lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                                          ***&lt;/div&gt; &lt;div&gt;    Tanpa diduga ternyata Helga yang pendiam lebih parah kelakuannya daripada Aster si kapten cheerleader yang cuma peduli sama sale.Selain Helga matre dan langsung mengambil sedikitnya lima CD original ditoko kaset,Helga juga gak cinta sama lingkungan.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;    Ihsan memang bukan cowok yang suka ngajak jalan,ia sering ngajak Helga kerumahnya untuk menemaninya yang sendirian.Bokap nyokap sibuk kerja,hari Minggupun ada aja urusan rapat dihotel inilah , undangan dirumah tante inilah dan lain-lain,jadi ia ngajak Helga kerumahnya aja untuk ngebantuin membersihkan rumah atau mentok-mentok diajak ketukang jualan bakso langganannya yang ada gak jauh dari rumahnya dan Helga menikmatinya juga kok.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;    Tapi Helga ternyata gak peduli sama lingkungan.Tissue bekas melap mulutnya yang cemong oleh sambal langsung dibuang kejalan,kalau minum bisa mengambil gelas baru tiap kali menuang air dan tidak mematikan keran seusai mencuci piring.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;    "Kayaknya bukan elo cewek yang gue idam-idamkan",batin Ihsan dalam hati ketika melihat Helga menendang kucing liar yang duduk disampingnya.&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                                         ***&lt;/div&gt; &lt;div&gt;     "Sayang,besok kamu ada acara?",tanya Ihsan.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;     "Gak ,gak ada kok.Kenapa San?".&lt;/div&gt; &lt;div&gt;     "Alma-Rizky sama Sacha-Irza ngajakin triple date dihotel Hyatt.Kebeneran ya gue mau ngajak kamu fine dining lah sekali-kali",jawab Ihsan tegas.Sekalian nguji elo cewek gak cinta lingkungan.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;     "Boleh-boleh.Kamu jemput aku apa gimana?",tanya Helga lagi.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;     "Iya aku jemput kamu besok".&lt;/div&gt; &lt;div&gt;     "Okedeh,kalo gitu aku tunggu kamu dirumah ya".&lt;/div&gt; &lt;div&gt;     Ihsan geleng-geleng kepala.Dasar,kamu gak cuma pinter fisika aja Hel,tapi kamu juga pinter bermain watak.Didepan temen-temen kamu seperti cewek baik yang kalem ternyata kamu lebih matre daripada Aster.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                                  ***&lt;/div&gt; &lt;div&gt;     "Sirloin steaknya satu,orange juicenya juga satu",kata Helga kepada pelayan yang sibuk mencatat menunya.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;     "Mas,mau pesen apaan?",tanya pelayan itu ragu-ragu kearah Ihsan.Cih,saat ini ia gak nafsu makan beneran deh.Berada ditempat seperti ini bawaannya jadi jaim padahal ia sedang laper berat.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;     "Asparagi soup sama aqua aja Mas",pesannya.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;     Sambil menunggu Ihsan berpikir ,batinnya sekarang adalah saatnya untuk bilang terus terang kepada Helga bahwa ia sudah tidak berminat melanjutkan masa pacarannya lagi.Tapi kasian juga , kan Helga sudah menerimanya dengan tulus,masa diputusin sih?.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;     Gara-gara Helga tagihan airnya naik,uang jajannya berkurang,dan parahnya ia tidak suka sama cewek yang gak cinta lingkungan.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;      "Hel,kamu gak bisa ya cinta sama lingkungan?",tanyanya dengan berat hati.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;      "Ofcourse aku cinta lingkungan",jawabnya mantap.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;      "Kenapa kamu gak mau membuang sampah ditempatnya?Dan jabatanmu juga ketua OSIS kamu bisa mengupayakan tempat sampah yang lebih banyak disekolah,kamu juga bisa membuat aturan dikamar mandi untuk mematikan air ketika sudah tidak dipakai",balas Ihsan cuek.Bodo amat,katanya Helga tegar dibilang begini masa sih nangis.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;       "Ngapain kita bayar uang sekolah mahal kalo kita gak bisa pake air terbatas?",balas Helga jutek."Kamu siapa,kok ngatur-ngatur hidupku gitu?Mau aku pake matiin keran atau apa itu suka-suka aku".&lt;/div&gt; &lt;div&gt;       Menu mereka sudah datang jadilah mereka hening sejenak sambil memakan santapan mahal yang memang diakui rasanya lezat.Alma-Rizky berada dimeja belakang mereka sedangkan Sacha-Irza masih sibuk mencari bunga . Ihsan memang tidak secasanova Irza,ataupun seboros Rizy sehingga ia langsung memesan makanan dan setelah itu pulang.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;       "Kamu tau kalo sekarang pasokan air bersih sudah tinggal sedikit?,dan kamu juga tau kalo sampah itu susah diuraikan?Memangnya kamu bisa jamin sepuluh tahun lagi kita masih punya pasokan air bersih?",kata Ihsan pelan yang membuat Helga tidak yakin itu Ihsan yang mengatakannya.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;       "Air itu hampir 'meninggal' didunia ini.Dan kalo itu terjadi kita juga ikut 'meninggal' ,juga semua isi dunia ini Hel.Kamu juga tau kan kenapa kacang kedelai naik harganya?Itu juga karena kacang kedelai hampir 'meninggal' dan pasokannya di Indonesia tinggal sedikit".&lt;/div&gt; &lt;div&gt;        "Terus kenapa?",jawab Helga cuek sekaligus menantang.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;        "Kalau kamu gak peduli,yaudah.Yang jelas aku gak suka cewek yang gak peduli lingkungan.Mendingan kita putus",akhirnya Ihsan terus terang juga dengan mantap.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;        "Terserah,orang kayak gue sih masih banyak yang mau",jawab Helga lagi langsung pergi."Oke,gue mau pulang aja naik silverbird,makasih udah nraktir sirloinnya,bye".&lt;/div&gt; &lt;div&gt;        Dasar cewek gak peduli sama alam.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh : &lt;a href="http://hahahadd.multiply.com"&gt;Karin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-6619161881933582684?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/6619161881933582684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=6619161881933582684' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6619161881933582684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/6619161881933582684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/cerpen-dasar-cewek-gak-peduli-alam.html' title='Cerpen : Dasar Cewek Gak Peduli Alam'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-7602177854940029727</id><published>2008-03-15T09:41:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:47:34.669-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Cara Menghemat AC</title><content type='html'>Listrik sekarang mahal, apalagi kalau di jam-jam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prime time.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Prime-time&lt;/span&gt; iku opo?? Itutuh yang di jam yang dikampanyein ama PLN. 17-22. Jam lima sore ampe sepuluh malem.&lt;br /&gt;Tapi tiap malem kok orang-orang tetep aja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeyel &lt;/span&gt;nyalain barang-barang elektronik?Padahal udah dibilangin ama PLN, bisa ngehemat biaya listrik. Itu karena Jakarta panas, apalagi ditambah pemanasan gombal. Beh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kok &lt;a href="http://wiki.cahandong.org/Cinta_Laura"&gt;Chincha Lawra&lt;/a&gt; bilang:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Well... &lt;i&gt;I think global warming is cool&lt;/i&gt;!"&lt;/blockquote&gt;Kok iso dadi kul? Wes panas gini dibilang kul. Edan kamu nak nak&lt;br /&gt;Jadi akhirnya saya nemuin (di rumah temen) penemuan yang paling mutakhir yang disarankan semua orang harus menjalankannya agar gak kepanasan malam-malam (terserah sampeyan mau kepanasan gara-gara apa) yaitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_3jGmheMmVMY/R9vkWmrjroI/AAAAAAAAAFA/SCRm6I2CK2s/s1600-h/dutabicara029.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177983273584012930" src="http://bp2.blogger.com/_3jGmheMmVMY/R9vkWmrjroI/AAAAAAAAAFA/SCRm6I2CK2s/s320/dutabicara029.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;Membuat satu AC cukup buat 2 kamar!!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Edan emang idenya, edan juga sempet kefoto. Selain hemat listrik, yang berarti ada menghemat uang anda sehingga anda dapat menggunakan uang itu untuk tujuan yang baik, dan juga menghemat pengeluaran CFC ke udara, karena dapat merusak lapisan ozon yang berfungsi sebagai selimut bumi. Bila kita kehilangan lapisan ozon, maka manusia akan sering kehujanan meteor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;okeoke?&lt;br /&gt;diposting secara bahasa anak-anak gahol &lt;a href="http://scvizer.blogspot.com/2008/03/cara-menghemat-ac.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh: &lt;a href="http://scvizer.blogspot.com/"&gt;tando&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-7602177854940029727?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/7602177854940029727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=7602177854940029727' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7602177854940029727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7602177854940029727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/cara-menghemat-ac.html' title='Cara Menghemat AC'/><author><name>Go Green Indonesia !</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01089668989006135645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_v1IF1BG6HcA/R8rUOhUso9I/AAAAAAAAABQ/v6V_HSQ-qh8/S220/S.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_3jGmheMmVMY/R9vkWmrjroI/AAAAAAAAAFA/SCRm6I2CK2s/s72-c/dutabicara029.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-4946968698408547972</id><published>2008-03-15T09:01:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:47:39.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Mind Map : Story of stuff go green</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_C3ITnrfR_44/R9v1YgFUgEI/AAAAAAAAASI/GZyhH4QayCA/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178001997870432322" src="http://bp3.blogger.com/_C3ITnrfR_44/R9v1YgFUgEI/AAAAAAAAASI/GZyhH4QayCA/s400/untitled.bmp" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; klik untuk lebih jelasnya. &lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;em&gt;(sangat jelas!)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;sumber : asal comot . oleh : &lt;a href="http://mellovegoodyakan.blogspot.com/"&gt;melinda&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-4946968698408547972?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/4946968698408547972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=4946968698408547972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4946968698408547972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4946968698408547972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/story-of-stuff-go-green.html' title='Mind Map : Story of stuff go green'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_C3ITnrfR_44/R9v1YgFUgEI/AAAAAAAAASI/GZyhH4QayCA/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5598794416408014756</id><published>2008-03-15T08:18:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:47:43.786-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Apakah rumah kaca selalu merugikan?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Efek rumah kaca tidak merugikan apabila tidak berlebihan. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara alami, efek rumah kaca sangat penting karena bumi menjadi cukup hangat sehingga dapat mendukung kehidupan manusia. Tanpa efek rumah kaca, kehidupan manusia di muka bumi akan terganggu karena suhu rata-rata bumi akan berkisar -20 derajat C. Menurut Petrucci dan Harwood efek rumah kaca penting untuk menetapkan suhu yang layak bagi kehidupan di bumi. &lt;span style="color: red;"&gt;Tanpa efek rumah kaca, bumi secara permanen akan tertutup es dan perbedaan suhu antara siang dan malam hari di bumi tidak terlalu jauh berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 85%;"&gt;sumber : "akankah Indonesia akan tenggelam akibat pemanasan global?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;oleh : &lt;a href="http://mellovegoodyakan.blogspot.com/"&gt;melinda&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5598794416408014756?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5598794416408014756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5598794416408014756' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5598794416408014756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5598794416408014756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/apakah-rumah-kaca-selalu-merugikan.html' title='Apakah rumah kaca selalu merugikan?'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-7687810550986254336</id><published>2008-03-15T08:05:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:48:21.203-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Mengurangi dan mencegah kerusakan tanah</title><content type='html'>Kerusakan tanah dapat dikurangi dan dicegah melalui konservasi tanah. Konservasi tanah yaitu pemeliharaan dan perlindungan terhadap tanah secara teratur guna mengurangi dan mencegah kerusakan tanah dengan cara pelestarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi dalam konservasi tanah harus mengarah pada ketentuan sbb:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Melindungi tanah dari hantaman air hujan dengan penutup permukaan tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengurangi aliran permukaan dengan meningkatkan kapasitas infiltrasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan stabilitas agregat tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengurangi kecepatan aliran permukaan dengan meningkatkan kekasaran permukaan lahan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;sumber : buku geografi kls 10. oleh : &lt;a href="http://mellovegoodyakan.blogspot.com/"&gt;melinda&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-7687810550986254336?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/7687810550986254336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=7687810550986254336' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7687810550986254336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7687810550986254336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/mengurangi-dan-mencegah-kerusakan-tanah.html' title='Mengurangi dan mencegah kerusakan tanah'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-535992418434070622</id><published>2008-03-15T07:56:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T07:48:25.282-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Terjadinya perubahan iklim global</title><content type='html'>Perubahan iklim global akan menimbulkan akibat antara lain sbb:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Di daerah tropis akan terjadi banjir, sedangkan di daerah lainnya akan mengalami kekeringan sehingga mengakibatkan menurunnya produktivitas pertanian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyebabkan turunnya produktivitas lahan pertanian di daerah beriklim sedang jika musim panas berlangsung lebih lama dan lebih kering.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daerah kering akan mendapatkan curah hujan yang lebih banyak karena adanya pergeseran iklim ke utara. Akibatnya, produktivitas ;ahan pertanian akan meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kekeringan yang terjadi di daerah tropis maupun daerah beriklim sedang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;sumber : buku geografi kls 10. oleh : &lt;a href="http://mellovegoodyakan.blogspot.com/"&gt;melinda&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-535992418434070622?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/535992418434070622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=535992418434070622' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/535992418434070622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/535992418434070622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/terjadinya-perubahan-iklim-global.html' title='Terjadinya perubahan iklim global'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-2780919450507516606</id><published>2008-03-11T12:13:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T12:15:54.291-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what we should do'/><title type='text'>Artikel</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;temperatur di indonesia telah naik sampai 3,5 derajad celcius.Gejalanya seperti salju yang memuncak dijaya wijaya,medan dan denpasar yang naik suhunya dan hutan bakau dibali memperparah dengan banjir dilobi hotel.jawa juga sama,laut naik kepermukaan teluk jakarta dan tahun 2050 diperkirakan jakarta dan bekasi akan terendam sampai 90 cm... separo jakarrta akan tenggelam dan pantai timur hilang dan sumatera menyusut menjadi 1/3 bagian. pulau sumbawa akan terbagai dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kita bisa mencegah dengan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mempertahankan hutan bakau dan terumbu karang untuk mencegah eroso dan naiknya air laut kedaratan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mengurangi emisi dan penyelamatan hutan,menghemat listrik dan rajin uji emisi kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;karin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://hahahadd.multiply.com/"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1205263223_0"&gt;http://hahahadd.multiply.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-2780919450507516606?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/2780919450507516606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=2780919450507516606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2780919450507516606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/2780919450507516606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/artikel.html' title='Artikel'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-4673310410700779562</id><published>2008-03-07T00:10:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T07:48:29.237-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Membikin Sampah Cantik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="upperdeck" style="color: #33cc00; font-style: italic;"&gt;Sampah dibuang sayang. Sampah bisa dijadikan buah tangan menarik. Ayo hemat sampah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Kamu tahu &lt;i&gt;nggak&lt;/i&gt; kalau sampah tidak harus dibuang, apalagi dibakar? &lt;i&gt;Beneran, lho&lt;/i&gt;, soalnya sampah seperti kaleng susu bekas, kardus mainan, ataupun plastik es krim, bisa kita jadikan mainan. &lt;i&gt;Nggak&lt;/i&gt; percaya? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Teman-teman dari Lazuardi Global Islamic School (GIS) di Limo, Depok, sudah membuktikannya. Sabtu lalu (2/2) sekolah ini menggelar Science Fair 2008 yang bertemakan 'Lazuardi Zero Waste'. Nah, puluhan siswa -- mulai dari pra-Taman Kanak-kanak (TK) hingga kelas 8 (atau kelas II SMP) -- masing-masing memboyong sesuatu yang menarik di tangannya. Apaan &lt;i&gt;tuh&lt;/i&gt;? Hmmm...karya-karya cantik dari sampah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Iqbal, kelas 3 SD, misalnya, bersama teman-teman kelasnya membuat kompor minyak tanah yang terbuat dari kaleng bekas. Di situ tampak pula celengan, souvenir-souvenir cantik, dan rak &lt;i&gt;compact disc&lt;/i&gt; (CD) -- semuanya terbuat dari sampah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Di stand lainnya, tampak Dede, Faras dan Kamila yang sedang berjaga. &lt;i&gt;Nggak&lt;/i&gt; mau kalah, mereka membikin tempat tisu dan pigura dari kertas daur ulang (&lt;i&gt;recycle paper&lt;/i&gt;). Kenapa harus pakai kertas daur ulang? ''Ini untuk mengurangi pohon-pohon yang ditebang. Juga hmm..&lt;i&gt;global&lt;/i&gt;, hmm.. &lt;i&gt;warming&lt;/i&gt;,'' kata Faras terbata-bata. Lucu &lt;i&gt;deh&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Yang menarik, ada teman-teman Lazuardi yang membuat arena bowling memanfaatkan kaleng bekas susu kental manis yang dicat merah. Sebagai pengganti bola bowling, mereka menggunakan bola kasti. &lt;i&gt;Nggak&lt;/i&gt; kalah heboh adalah yang dilakoni Dea, murid kelas 5, bersama teman-temannya. Mereka membikin karya yang tak biasa: miniatur kota. Namanya Giant City. Fani dan kelompoknya juga membikin karya serupa. Jika Giant City merupakan kota yang teratur, maka Hockey City, kota buatan Fani, cukup berantakan. Tentu saja, kota ini pun dibuat dari sampah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Mereka tak hanya memanfaatkan kertas bekas, tapi juga kardus, kaleng, kertas foto, dan daun-daun kering untuk membikin semua karya-karya lucu itu. Sebagian besar diambil dari lingkungan sekolah mereka sendiri -- sesuai dengan moto acara tersebut yakni 'Lazuardi Zero Waste' sebuah upaya untuk membikin sekolah bebas dari sampah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Tapi, usut punya usut, ternyata tak sedikit teman-teman yang membawa sampah dari rumah. Beragam jenisnya. Dari botol minuman, plastik deterjen, hingga kaleng &lt;i&gt;soft drink&lt;/i&gt;. Yang jelas, tak satu pun karya yang dikerjakan di rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Selama dua minggu, teman-teman Lazuardi, sibuk mencari ide untuk membikin karya dari barang bekas tadi. &lt;i&gt;Nggak&lt;/i&gt; gampang &lt;i&gt;lho&lt;/i&gt;. Bahkan,''Tak sedikit murid-murid yang menangis karena kesulitan saat membuat karya masing-masing. Banyak juga yang &lt;i&gt;ngambek&lt;/i&gt;,'' kata Ibu Muhibba, wakil direktur Lazuardi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;b&gt;Ayo kurangi sampah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apa itu sampah? Bagi teman-teman dari Lazuardi, sampah ternyata ada gunanya juga &lt;i&gt;lho&lt;/i&gt;. Murid-murid kelas 5, yang berkunjung ke Kedai Recyle Paper (KRP) telah membuktikan hal itu. Di KRP, di Jl Mampang, Jakarta Selatan, mereka mereka melihat bahwa sampah -- khususnya sampah kertas -- bisa disulap menjadi kertas siap pakai. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Mereka sadar bahwa sampah tak harus langsung menumpuk di tong sampah. Sampah bisa didaur ulang (&lt;i&gt;recycle&lt;/i&gt;). Sampah bahkan bisa pula dipakai kembali (&lt;i&gt;reuse&lt;/i&gt;) dan dikurangi (&lt;i&gt;reduce&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Mengapa &lt;i&gt;sih&lt;/i&gt; kita perlu mengurangi sampah? Percaya atau tidak, kertas dan tisu bisa menyebabkan kerusakan hutan &lt;i&gt;lho&lt;/i&gt;. Bayangkan,''Untuk menghasilkan satu ton kertas, kita harus menebang 10 pohon,'' tutur Pak Widhi H, staf dari Pusdiklat Departemen Pekerjaan Umum, Jadi, kata Pak Widhi,''Jangan boros kertas! Pakai kertas bolak-balik. Kalau sudah habis, baru dibuang ke tempat sampah,'' lanjut Pak Widhi. Inilah prinsip &lt;i&gt;reuse&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Pak Widhi juga mengingatkan ibu-ibu yang hadir untuk selalu membawa keranjang dari rumah saat berbelanja. Mengapa? Ini supaya kita tak harus pulang dengan memboyong kantung plastik. Mengapa? Karena kantung plastik adalah sampah 'abadi' -- sampah jenis ini tak mudah terurai. Jika ditimbun akan meracuni tanah. Jika dibakar akan meracuni kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Pukul 12 siang acara berakhir. Tapi teman-teman Lazuardi tidak pulang begitu saja. Mereka diminta untuk memungut seluruh sampah yang berserakan di lokasi. Keadaan menjadi hiruk-pikuk. Mereka berebutan. Seru sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;       (mg03 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;a href="http://syalalla.blogspot.com/"&gt; lala&lt;/a&gt;, sumber : &lt;a href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=323828&amp;amp;kat_id=253"&gt;republika.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-4673310410700779562?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/4673310410700779562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=4673310410700779562' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4673310410700779562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4673310410700779562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/membikin-sampah-cantik.html' title='Membikin Sampah Cantik'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-7735928180467111653</id><published>2008-03-06T05:16:00.000-08:00</published><updated>2008-03-06T08:50:35.380-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='support'/><title type='text'>Go Maddening Pace - Go Green Indonesia !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_v1IF1BG6HcA/R8_sKaSRh2I/AAAAAAAAABs/vB72eDKM8-M/s1600-h/green+indonesia+kecil.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_v1IF1BG6HcA/R8_sKaSRh2I/AAAAAAAAABs/vB72eDKM8-M/s320/green+indonesia+kecil.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174614160470804322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ini ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sig&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;n&lt;/span&gt; yang dibuat oleh Topan dari Maddening Pace.&lt;br /&gt;kalian juga bisa mengirim seperti ini lho! tinggal kirim lewat email di &lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;gogreenindonesia@yahoo.com&lt;/span&gt; saja : )&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_8-5UskCYRsA/R9Agpuxz5FI/AAAAAAAAAJ4/ZJC0aSqqVtI/s1600-h/totototo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_8-5UskCYRsA/R9Agpuxz5FI/AAAAAAAAAJ4/ZJC0aSqqVtI/s320/totototo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174671873152377938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-7735928180467111653?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/7735928180467111653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=7735928180467111653' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7735928180467111653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7735928180467111653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/go-maddening-pace-go-green-indonesia.html' title='Go Maddening Pace - Go Green Indonesia !'/><author><name>Go Green Indonesia !</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01089668989006135645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_v1IF1BG6HcA/R8rUOhUso9I/AAAAAAAAABQ/v6V_HSQ-qh8/S220/S.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_v1IF1BG6HcA/R8_sKaSRh2I/AAAAAAAAABs/vB72eDKM8-M/s72-c/green+indonesia+kecil.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-740292575940915955</id><published>2008-03-05T02:19:00.000-08:00</published><updated>2008-03-05T03:08:33.573-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what we should do'/><title type='text'>Langkah antisipasi perilaku perorangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. MENGHEMAT PENGGUNAAN AIR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;mencuci piring di baskom yang telah diisi air, bukan dibawah air mengalir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;cuci sayuran dan daging secara terpisah dalam tempat yang sudah terisi air. Bila mencuci langsung di bawah kran akan diperlukan air sekitar 10-15 kali lebih banyak dibandingkan mencuci dalam suatu wadah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;berkumur dan menyikat gigi dengan menggunakan gelas atau gayung. Bila menggunakan air mengalir untuk menyikat gigi, akan terjadi pemborosan ber liter-liter air.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sebaiknya gunakan lap dan seember air untuk mencuci mobil, jangan menggunakan air mengalir dari selang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;jika mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci maka cucilah dengan sejumlah kapasitas maksimal dari mesin cuci tersebut. Hal ini bertujuan agar bisa menghemat pengunaan air dan energi listrik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pergunakanlah shower pada saat mandi. Penggunaan gayung akan menyebabkan permborosan air sampai 3 kali lipat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;segera lakukan perbaikan pipa atau sambungan dari pipa ke pompa jika terjadi kebocoran. Untuk pencegahan, periksalah pipa-pipa secara teratur.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;b. HEMAT LISTRIK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;kenali instalansi listrik dirumah. Apakah instalansinya sudah sesuai dengan standar yang dianjurkan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sesuaikan pemakaian daya dengan kebutuhan. Semakin kecil daya yang dipakai, semakin kecil pula rendah tagihan listriknya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;c. PENANAMAN POHON&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena CO2 dipergunakan oleh tanaman untuk fotosintesis maka penanaman pohon dalam jumlah banyak juga dapat menjadi solusi. Bila setiap orang menanam satu pohon maka di Indonesia akan bertambah lebih dari 200 juta tanaman yang ikut mengkonsumsi CO2. &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Di Sulewesi Utara, dibuat Peraturan Daerah yang mewajibkan menanam pohon bagi pasangan yang akan menikah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; (yoi...)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;d. PENGGUNAAN MOBIL DIKURANGI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mobil sebagai penyumbang sumber CO2 terbesar di wilayah perkotaan juga perlu diantisipasi dengan mengubah perilaku hidup orang. Penggunaan mobil pribadi menjadi penyumbang Co2 terbesar bila tidak ada pengaturan kegiatan mobil pribadi atau mobil dinas dengan baik. Pencemaran udara sekitar 70% dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Menurut catatan, Proyek Udara Bersih Jakarta, sumber pencemaran di Jakarta disumbang oleh kendaraan pribadi sekitar 90% dan sekitar 10% dari kendaraan umum, termasuk truk.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;sumber : "akankah indonesia tenggelam akibat pemanasan global?" , oleh&lt;/span&gt; &lt;a href="http://mellovegoodyakan.blogspot.com/"&gt;melinda&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-740292575940915955?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/740292575940915955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=740292575940915955' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/740292575940915955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/740292575940915955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/langkah-antisipasi-perilaku-perorangan.html' title='Langkah antisipasi perilaku perorangan'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-7526869343843100414</id><published>2008-03-04T03:54:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T07:48:33.335-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Bunga Citra Lestari, Lewat Lagu Kampanye Cegah Global Warming</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://202.146.4.17/data/photo/2008/01/30/214056p.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://202.146.4.17/data/photo/2008/01/30/214056p.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 265px;" /&gt;&lt;/a&gt;Meski memulai karier di dunia seni peran sebagai pemain sinetron, sudah setahun ini artis cantik Bunga Citra Lestari justru lebih populer sebagai penyanyi. Terakhir ia sukses berduet dengan Ari Lasso melantunkan tembang cinta berjudul Aku dan Dirimu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fokus bermain film layar lebar dan mengembangkan karier sebagai penyanyi menjadi alasan Unge, panggilan akrabnya, untuk sementara berhenti main sinetron. “Aku sedang enjoy dan ingin lebih baik sebagai penyanyi,” kata pelantun lagu Ingkar itu saat dikukuhkan sebagai ikon Toyota Eco Youth Program di Jakarta, beberapa waktu lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sela-sela kesibukannya, artis yang juga dikenal dengan inisial BCL ini mengaku sedang mempersiapkan penggarapan album solo kedua. Beberapa lagu baru sudah direkamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika pada album pertama Unge banyak memasukkan lagu bertema cinta, di album baru nanti ada sedikit perubahan. Bintang film Cinta Pertama dan Kangen ini berniat memasukkan lagu khusus cinta lingkungan. Keputusan itu buah kesadarannya terhadap dampak global warming dan keterlibatannya dalam Toyota Eco Youth Program yang mewajibkan dia berkampanye peduli lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Unge mengungkapkan, sebelum sadar akan dampak pemanasan global yang kini mulai terasa itu, dirinya termasuk orang yang boros listrik. Dia mengaku enggan mematikan TV meski tidak ditonton, begitu juga dengan kabel charger telepon genggamnya yang nyaris tidak pernah dilepas dari sumber listrik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Padahal, itu pemborosan dan bukan tidak mungkin berdampak sekali pada lingkungan. Itu baru contoh sederhana, tetapi dosa itu nggak disengaja karena aku waktu itu belum paham,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mengaku bersemangat dengan tugas barunya ini. Semangat itu diharapkan menular pada lagu barunya. Lewat lagu tersebut gadis kelahiran Jakarta, 22 Maret 1983 ini berharap dapat lebih menyuarakan sikap peduli lingkungan yang selama ini sempat diabaikan.&lt;/div&gt;sumber : &lt;a href="http://202.146.4.17/read.php?cnt=.xml.2008.01.30.21273134&amp;amp;channel=1&amp;amp;mn=20&amp;amp;idx=44"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-7526869343843100414?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/7526869343843100414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=7526869343843100414' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7526869343843100414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7526869343843100414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/bunga-citra-lestari-lewat-lagu-kampanye.html' title='Bunga Citra Lestari, Lewat Lagu Kampanye Cegah Global Warming'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-7162551493035896351</id><published>2008-03-04T02:58:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T07:48:45.975-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Mereka pun Cinta Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para musisi ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan sosial dengan lagu-lagu yang mereka nyanyikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00; font-weight: bold;"&gt;Michael Jackson - Heal The World&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="80" width="300"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/NW3NWdxero/aus=false/"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/NW3NWdxero/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="80" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00; font-weight: bold;"&gt;Efek Rumah Kaca - Efek Rumah Kaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="80" width="300"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/Oo7cEbQVTQ/aus=false/"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/Oo7cEbQVTQ/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="80" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00; font-weight: bold;"&gt;Nidji - Lights of Love&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00; font-weight: bold;"&gt;Naif - Dia adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia yang Ada di Seluruh Dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="80" width="300"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/xjJgiH6Li4/aus=false/"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/xjJgiH6Li4/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="80" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00; font-weight: bold;"&gt;Padi - Sang Penghibur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lagi di mtv dibilang lagu ini bertema lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="80" width="300"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/-iyx5XcwTM/aus=false/"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/-iyx5XcwTM/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="80" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00; font-weight: bold;"&gt;Slank - Gak Perawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00; font-weight: bold;"&gt;Indonesian Idol - Nusantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="80" width="300"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/BU-p2xmKr1/aus=false/"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/BU-p2xmKr1/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="80" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00; font-weight: bold;"&gt;Sheila on 7 - Lihat, Dengar, Rasakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="80" width="300"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/dsGeOFxtrQ/aus=false/"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/dsGeOFxtrQ/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="80" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang ingin menambahkan? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;leave your comments here.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-7162551493035896351?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/7162551493035896351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=7162551493035896351' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7162551493035896351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/7162551493035896351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/mereka-pun-cinta-lingkungan.html' title='Mereka pun Cinta Lingkungan'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-5452329140684000743</id><published>2008-03-03T23:01:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T07:48:56.081-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what we should do'/><title type='text'>Bersama Merawat Bumi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sejumlah langkah untuk mengurangi emisi gas karbondioksida bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Selain hemat listrik dan ongkos, juga baik untuk kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Bumi semakin panas. Ini terjadi karena lapisan ozon yang berfungsi melapisi bumi dari efek negatif sudah banyak berlubang. Bahkan, menurut perkiraan terakhir Lembaga Antariksa Eropa (ESA), lubang ozon pada saat ini sudah seluas daratan Eropa atau sekitar 10 juta kilometer persegi. Artinya, sinar ultraviolet yang dipancarkan ke bumi makin banyak. Dan dampaknya luar biasa. Orang yang terpapar sinar tersebut akan terkena berbagai penyakit, antara lain kanker kulit dan katarak. Temperatur bumi semakin tinggi, kekeringan pun berlangsung di sejumlah wilayah. Kebakaran terjadi di mana-mana. Banjir melanda banyak kawasan. Karena itu, sudah sewajarnya mulai dari sekarang mencegah agar kerusakan lapisan tersebut tidak sampai parah. Beberapa di antaranya mengurangi penggunaan karbondioksida, bahan-bahan pendingin yang mengandung freon chlorofourcarbon (CFC), dan bahan bakar hidrogen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berikut ini beberapa tips yang perlu diikuti. Mencegah lebih baik daripada mengobati ternyata tak hanya berlaku di bidang kesehatan. Mencegah pemanasan global juga perlu daripada mengatasi bumi yang sudah rusak. Mencegah dapat dilakukan di rumah, perkantoran, mal, rumah sakit, dan di kendaraan pribadi atau umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berikut beberapa tips yang perlu diikuti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00; font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;Rumah Tangga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gunakan lampu pijar hemat energi.&lt;/span&gt; Sejumlah perusahaan lampu sudah membuat dan menjual lampu-lampu model begini. Harganya memang lebih mahal tiga hingga lima kali lampu pijar biasa. Tetapi energi listrik yang bisa diirit juga lebih besar, dapat mencapai 1/4 biaya listrik lampu konvensional. Seperti dikutip majalah Time, 9 April lalu, lampu yang 7 watt pada lampu hemat energi seterang lampu pijar 40 watt. Sedangkan lampu yang 26 watt seterang lampu pijar 100 watt. Selain itu, juga tahan lama karena bisa tahan lebih dari enam bulan pemakaian nonstop. Ada yang mempersoalkan kandungan merkuri. Toh, masih dalam batas normal. Meski hemat energi, lantas jangan seenak saja menyalahkan. Nyalakan hanya di waktu malam atau gelap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan membuka pintu lemari es terlalu lama&lt;/span&gt;. Makin lama pintu terbuka, energi listrik yang terpakai dan terbuang percuma juga kian besar. Sebab mesin pendingin terus bekerja sampai ruangan di kulkas mencapai suhu tertentu. Apabila ingin menaruh atau mengambil sesuatu dari kulkas, lakukan dengan cepat. Jangan biarkan anak Anda bermain dalam posisi pintu kulkas terbuka terlalu lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Matikan pendingin ruangan (AC), televisi, radio, komputer, dan peralatan elektronik lainnya bila sudah tak diperlukan.&lt;/span&gt; Biasakan mencabut alat listrik jikalau tak digunakan. Komputer, misalnya, jika digunakan hanya empat jam per hari, dapat menghemat biaya Rp 630.000 per tahun dan dapat mengurangi emisi karbon 83% setahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cucilah pakaian dengan tangan Anda sendiri&lt;/span&gt;. Di samping menghasilkan cucian lebih bersih, juga menyehatkan dan tidak boros listrik. Lalu, jangan menggunakan mesin pengering. Sebab uap mengeluarkan gas yang mengandung karbondioksida (CO2). Ambil contoh, dalam jangka waktu lama, T-shirt yang dikeringkan bisa mengeluarkan 4 kg gas CO2 ke udara. Gunakan cara alami dengan menjemur pakaian di udara terbuka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Etanol bisa dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar minyak di rumah atau sebagai bahan alternatif minyak tanah atau gas&lt;/span&gt;. Ini berkaitan dengan terus melambungnya harga minyak dunia yang kini mencapai US$ 90 per barel dan tingkat polusi yang makin parah. Etanol dapat diperoleh dari tanaman yang mengandung alkohol seperti tebu. Selain itu, bahan bakar nabati yang tengah dikembangkan adalah yang berasal dari kelapa sawit, jarak, tebu, jagung, dan ubi jalar. Anda tak perlu khawatir bahan bakar nabati bakal habis. Sebab tumbuhan tersebut dapat ditanam lagi. Lain halnya minyak tanah atau gas yang bakal habis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;6. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penuhilah pekarangan rumah dengan tanaman&lt;/span&gt;. Tanaman dapat menyejukkan rumah dan pekarangan. Juga menghindari cuaca panas dan terik matahari. Anda pun menghirup udara bersih dan mengandung banyak oksigen yang dikeluarkan tumbuh-tumbuhan. Salah satu tanaman yang menyerap banyak CO2 adalah bambu. Selain tumbuh lebih cepat, bambu juga lebih cepat menyerap CO2 ketimbang beberapa tanaman lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;7. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lindungi rumah dengan tabir surya&lt;/span&gt;. Misalnya, jendela dipasangi kaca film, sehingga rumah tidak terlalu panas dan tak perlu menggunakan AC.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;8. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usahakan rumah dilengkapi ventilasi yang cukup, sehingga terjadi sirkulasi udara setiap hari&lt;/span&gt;. Buka jendela dan pintu lebar-lebar pada pagi hari agar udara pagi yang baik bisa masuk dan menggantikan udara yang kotor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;9. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan membakar sampah di pekarangan rumah.&lt;/span&gt; Asapnya mengeluarkan gas CO2 yang berbahaya bagi tubuh manusia jika terhirup. Pisahkan sampah yang dapat didaur ulang dengan sampah yang tak dapat didaur ulang. Sampah-sampah yang dapat didaur ulang, seperti kertas dan kaleng bekas, bisa digunakan lagi bila diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;10. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan membawa tas-tas plastik ke rumah&lt;/span&gt;. Sebab bahan-bahan yang terbuat dari plastik sulit didaur ulang. Di dunia, dari sekitar 500 milyar tas plastik yang didistribusikan, hanya kurang dari 3% yang didaur ulang.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Jika tertanam di bawah tanah, ia membutuhkan waktu 1.000 tahun untuk terurai dan bercampur dengan tanah. Sebagai alternatif, bawalah tas-tas yang terbuat dari kertas atau material yang gampang didaur ulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00; font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;Hotel, Kantor, dan Fasilitas Umum Lainnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1. Pengelola hotel sebaiknya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menggunakan lampu koridor yang menyala berdasarkan sensor panas tubuh manusia&lt;/span&gt;. Apabila memungkinkan, jangan gunakan pintu yang digerakkan dengan listrik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hindari penggunaan lift atau eskalator untuk naik atau turun tidak sampai tiga tingkat&lt;/span&gt;. Biasakan menggunakan tangga. Di samping menyehatkan, juga tidak memboroskan listrik hotel atau perkantoran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3. Bila menginap di hotel atau penginapan yang terletak di daerah yang berudara sejuk dan dingin, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;usahakan meminimalkan penggunaan AC&lt;/span&gt;. Cari penginapan yang sistem sirkulasi udaranya baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4. Untuk pengelola hotel, usahakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak memperbanyak lampu penerangan&lt;/span&gt; yang tidak perlu. Banyak hotel membuat lampu yang tidak perlu, seperti lampu hias.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5. Tisu dan kertas bekas &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jangan langsung dibuang&lt;/span&gt;. Bisa diolah lagi oleh pengelola barang bekas menjadi barang yang berguna dan menarik. Penggunaan kertas bekas untuk didaur ulang bisa mengurangi ditebangnya pohon-pohon untuk keperluan pembuatan bubur kertas dan kertas. Setiap ton kertas yang didaur ulang bisa menghemat 30.000 air dan mengurangi 19 pohon yang ditebang untuk keperluan pembuatan kertas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;6. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gunakan makanan yang lebih banyak berasal dari bahan baku atau produk lokal&lt;/span&gt;. Belilah sayur atau bahan makanan yang dijual di pasar-pasar yang terletak di dekat hotel. Ini untuk mengurangi biaya transportasi. Sebab transportasi menggunakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;7. Banyak hotel menyediakan fasilitas pemanas air. Agar menghemat energi, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mesin pemanas air jangan digunakan lagi andai kata sudah berumur enam tahun&lt;/span&gt;. Pada usia tersebut, biasanya mesin tidak bekerja maksimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00; font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;Transportasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gunakanlah bus bila bepergian jauh&lt;/span&gt;, ke kantor atau ke tempat lain. Sebab, menurut studi, alat transportasi ini cuma menyumbang 14% emisi gas rumah kaca. Kendaraan umum di Amerika Serikat hanya mengeluarkan 5,3 milyar gas setiap tahun atau setara dengan 1,5 juta CO2. Itu jika bus kota menggunakan bahan bakar gas atau bahan bakar nabati. Selain itu, manfaatkan bus yang punya jalur khusus, seperti busway dan mass rapid transport. Di Jakarta baru dikenal dengan busway. Andai kata semakin banyak orang naik dan sistem transportasi massal makin banyak, polusi udara akibat gas beracun yang keluar dari knalpot bisa dikurangi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2. Bila dekat,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; gunakanlah sepeda atau jalan kaki&lt;/span&gt;. Di samping menyehatkan, juga bisa irit ongkos, waktu perjalanan, dan mengurangi polusi. Untuk itu, usahakan cari kantor yang berdekatan dengan rumah. Atau usahakan mencari rumah yang berdekatan dengan kantor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;stirahatkan mobil pribadi Anda minimal dua hari dalam seminggu&lt;/span&gt;. Umur mobil bisa lebih panjang dan tidak terjadi pemborosan. Anda tak perlu mengeluarkan duit untuk membeli bahan bakar, oli, bayar parkir, tol, dan sebagainya. Udara pun menjadi lebih bersih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setiap kendaraan pribadi dan umum sebaiknya menggunakan gas atau biosolar serta biopremium&lt;/span&gt;. Untuk kendaraan yang menggunakan mesin diesel, tak perlu khawatir karena di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum di sejumlah daerah tersedia fasilitas mesin pompa biosolar. Sedangkan untuk mobil bensin, harap sabar. Untuk sementara, biopremium belum tersedia. Pihak Pertamina menunda investasi biopremium dengan alasan tingginya investasi. Selain itu, tak ada subsidi dari pemerintah untuk pengembangan biopremium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5. Apabila Anda ingin mengganti mobil dengan mobil baru, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pilihlah mobil hibrida&lt;/span&gt;. Mobil hibrida sudah dibuat oleh beberapa produsen mobil, seperti Toyota, Ford, dan Honda. Tapi masih sedikit orang yang menggunakan mobil jenis ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;6. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cek tekanan ban mobil Anda&lt;/span&gt;. Tekanan ban yang pas tidak membuat bensin jadi boros. Lakukan pula tune-up pada karburator, misalnya, secara berkala. Semakin bersih karburator, semakin lancar pengapian mesin Anda. Bahan bakar pun bisa diirit. Dan karbon yang dikeluarkan makin kecil.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Kalau perlu, penggunaan bahan bakar diirit, sehingga penggunaan bahan bakar minimal berkisar 8,5-10 km per liter. Ganti saringan udara mobil Anda bila sudah banyak kotoran yang menempel. Penggantian saringan udara bisa membuat efisiensi 10%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;b&gt; &lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;a href="http://digilib.ampl.or.id/detail/detail.php?row=1&amp;amp;tp=artikel&amp;amp;ktg=climate&amp;amp;kd_link=&amp;amp;kode=1780"&gt;http://digilib.ampl.or.id/detail/detail.php?row=1&amp;amp;tp=artikel&amp;amp;ktg=climate&amp;amp;kd_link=&amp;amp;kode=1780&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-5452329140684000743?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/5452329140684000743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=5452329140684000743' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5452329140684000743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/5452329140684000743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/bersama-merawat-bumi.html' title='Bersama Merawat Bumi'/><author><name>Lalla :')</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_8-5UskCYRsA/ScjDNgiKYpI/AAAAAAAAAro/PnxqRf-0rv0/S220/divEero+piCt%27s491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-4307493208281732215</id><published>2008-03-03T07:13:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T07:48:59.894-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Pro dan Kontra antar ilmuwan tentang pemanasan global.</title><content type='html'>Tidak semua ilmuwan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global, paling tidak ada beberapa pendapat yang diajukan, such as:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemanasan global meningkat karena aktivitas manusia yang menimbulkan gas rumah kaca dan dapat mengakibatkan efek rumah kaca.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada juga pengamat yang masih mempertanyakan, apakah temperatur bumi benar-benar telah meningkat?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengamat lainnya mengakui bahwa memang telah terjadi perubahan, tetapi membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi. Mereka juga mengatakan bahwa kontribusi akvitas manusia terhadap pemanasan global belum tentu benar, karena siklus alami dapat juga meningkatkan temperatur bumi. Mereka juga menunjukkan fakta-fakta bahwa pemanasan berkelanjutan dapat menguntungkan di beberapa daerah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;- &lt;a href="http://mellovegoodyakan.blogspot.com/"&gt;melinda&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-4307493208281732215?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/4307493208281732215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postID=4307493208281732215' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4307493208281732215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739605042289917915/posts/default/4307493208281732215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/2008/03/pro-dan-kontra-antar-ilmuwan-tentang.html' title='Pro dan Kontra antar ilmuwan tentang pemanasan global.'/><author><name>Melinda Rachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14880872177304391599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-bGvf0ebCKYU/TprzPCbKBiI/AAAAAAAABI8/CjLhGCH6FsQ/s220/segarra46.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739605042289917915.post-473256855953539223</id><published>2008-03-02T21:44:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T07:50:09.658-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='for your info'/><title type='text'>Hilang dari Peta Bumi !</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.blog.thesietch.org/wp-content/uploads/2007/05/globwarm_ttl.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.blog.thesietch.org/wp-content/uploads/2007/05/globwarm_ttl.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-style: italic;"&gt;Menghilangnya beberapa pulau dari peta belakangan ini bukan cuma legenda lho! Gara-gara mencairnya daerah kutub, abrasi laut karena penambangan liar, atau bencana alam seperti tsunami, bikin pulau-pulau ini nggak terlihat lagi dalam peta. Bisa jadi, dalam beberapa tahun ke depan Jakarta nggak punya lagi daerah pesisir atau parahnya malah ikutan tenggelam!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian dari para ilmuwan yang tergantung dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inter-Governmental on Climate Change (IPCC) :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;♥ Selama tahun 1990-2005 suhu bumi sudah meningkat sebanyak 0,15-0,3 derajat celcius.&lt;br /&gt;♥ Perkiraan IPCC, sampai tahun 2050 atau 2070 nanti, suhu bumi akan terus meningkat sampai 2-4,2 derajat celsius.&lt;br /&gt;♥ Hal ini akan mengakibatkan permukaan air laut akan terus meninggi sampai 1 meter di akhir abad ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Professor Kenneth G. Miller &lt;/span&gt;dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The State University of New Jersey&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;♥ Sejak tahun 1850 permukaan air laut itu sekarang naik sekitar 2 milimeter per tahun.&lt;br /&gt;♥ 150 tahun yang lalu dan beberapa ribu tahun sebelumnya, rata-rata kenaikan air laut itu hanya sekitar 1 milimeter per tahun.&lt;br /&gt;♥ Hal ini disebabkan meluasnya penggunaan bahan bakar dan makin banyaknya efek gas rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari terus meningginya permukaan air laut itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC)&lt;/span&gt; adalah :&lt;br /&gt;♥ 42 negara pulau kecil yang tergabung dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Small Islands Developing States (SIDS)&lt;/span&gt; terancam tenggelam. Negara-negara ini berada dan tersebar di perairan Afrika, Asia, Pasifik, Karibia, dan Mediterania.&lt;br /&gt;♥ Kalau air laut naik 50 cm saja, kepulauan Maladewa di Samudera Hindia dan 60% bagian Pulau Grenada di Karibia akan tenggelam.&lt;br /&gt;♥ Papua Nugini saja sekarang sudah kehilangan 25% garis pantainya karena terendam air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alex Retraubun&lt;/span&gt;, direktur Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil, Ditjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K), Departemen Kelautan dan Perikanan RI, selama dua tahun yakni dari 2005-2007 sebanyak 24 pulau kecil yang juga merupakan kawasan yang sudah teridentifikasi dan telah memiliki nama di sejumlah wilayah di Indonesia tenggelam. Penyebabnya, mayoritas karena abrasi air laut yang diperburuk kegiatan penambangan untuk kepentingan komersial, tiga pulau lainnya tenggelam karena tsunami Aceh 2004. Pulau yang tenggelam itu antara lain tiga pulau di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), tiga pulau di Sumatera, tiga di Papua, lima di Kepulauan Riau, dua di Sumatera Barat, satu di Sulawesi Selatan, dan tujuh di kawasan kepulauan Seribu, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pakar lingkungan hidup &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Professor Emil Salim&lt;/span&gt;, kalau pemanasan global tetap nggak dikendalikan, dalam 30 tahun mendatang sebanyak 2000 pulau di Indonesia akan menyusul tenggelam. Bahkan sebagian wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten akan ikut tenggelam pada akhir abad ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti dari Institut Teknologi Bandung, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr. Armi Susandi, MT&lt;/span&gt; mengatakan setiap 10cm kenaikan permukaan air laut akan merendam 10 meter kawasan pantai. Menurut perkiraannya, pada tahun 2030, Bandara Soekarno Hatta pun mungkin sudah terendam lho!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;-artikel: Gadis no.5 XXXV. 15-25 Februari 2008&lt;br /&gt;-pct : &lt;span style="font-size: 85%;"&gt;http://www.blog.thesietch.org/wp-content/uploads/2007/05/globwarm_ttl.jpg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syalalla.blogspot.com/"&gt;Lala&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739605042289917915-473256855953539223?l=gogreenindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gogreenindonesia.blogspot.com/feeds/473256855953539223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739605042289917915&amp;postI
